My Secret Wife

My Secret Wife
Episode 64



"Tau dari mana elu kalau Adrian masuk rumah sakit? " tanya Nino.


Kayla terdiam sejenak ia benar - benar bingung akan menjawab apa .


"Itu den, non Kayla tau saat ada yang menelpon ke rumah.." jawab mbak Titin. Bukannya menyelesaikan masalah mbak Titin malah mempersulit Kayla.


"Kay...."


"Oke gue akan ngaku, gue sebenarnya sekarang ... kerja sama kak Adrian.." kata Kayla memotong ucapan Nino


"Kerja? Kerja apa?" tanya Nino


"Kerja sebagai..... Sebagai asistennya. Iya gue kerja sebagai asistennya kak Adrian" jawab Kayla.


"Asisten? Terus kenapa elu tinggal di rumah Adrian?"tanya Nino lagi dan di angguki oleh kedua sahabatnya yang juga sedangn menatap Kayla.


"Kalian kan tau sendiri kalau Om Bagas itu tidak menyukai anaknya yang keluyuran kan... Makanya diq menyuruh gue buat ngawasin si anaknya ini." ucap Kayla.


"Gimana caranya elu ngawasi dia, sedangkan dia keluar elunya tidur di rumah.?" tanya Geva.


"Hmm ... Itu gue sama kak Adrian bikin kesepakatan."jawab Kayla


"Kesepakatan apa?" tanya Geva lagi.


"Ih apaan sih pake tanya - tanya tentang mesepakatannya, gak boleh itu secret.." jawab Kayla menggerakkan tangannya seolah - olah mengunci mulutnya.


"Udah ah Kayla banyak tanya banget, udah kaya polisi aja." sungut Kayla


"O iya itu gimana ceritanya kak Adrian bisa ke tusuk?" tanya Kayla.


"Jadi, gini..." Rangga pun mulai menceritakan kronologi kejadiannya kepada Kayla.


"Setia kawan juga tu cowok.." pikir Kayla saat mendengar penjelasan Rangga.


"Terus itu, cowok yang menusuk kak Adrian itu gimnaa ,apa dia sudah di bawa ke rumah sakit?" tanya Kayla.


"Udah, tadi kita panggil du ambulance." jawab Nino.


Kayla berjalan ke bangku yang terletak tak jauh dari situ.


"Gue duduk di sana ya, kayanya operasinya cukup lama" seru Kayla.


"Iya pergilah" ucap Nino.


Kayka pun mengajak mbak Titin untuk duduk di sana. Selama menunggu operasinya selesai, Kayla tak henti - hentinya mengucapkan doa untuk keselamatan Adrian.


Satu jam kemudian, ruang operasi pun terbuka dan keluar lah seorang dokter menghampiri mereka. Melihat itu Kaya pin berdiri dan menghampirinya


"Gimana keadaannya dok?" tanya Nino.


"Pasien sudah baik - baik saja jangan khawatir, dan sebentar lagi pasien juga akan di pindahkan ke ruangan rawat." jawab Dokter.


"Gimana dengan lukanya dok? Apa sangat serius?" tanya Nino


" Untung pasien cepat mendapatkan penanganan, kalau sempat terlambat sedikit saja, saya tidak tau apa yang akan terjadi."


"Luka yang di alami pasien sangat serius, tusukannya hampir mengenai lambungnya" ujar Dokter. Mereka semua sangat kaget saat mendengarnya


"Kalau begitu saya permisi dulu" pamit Dokter dan berlalu pergi meniggalkan mereka semua.


"Brengsek, awas aja tu geng shawol gue akan bikin perhitungan dengan mereka" seru Nino emosi.


"Udalah kak, gak baik dendam gitu. Sekarangkan kak Adriannya udah gak apa - apa, lagian gak baik juga dendam sama seseorang." kata Kayla menasehati Nino.


"Hey bocah, tau apa elu. Mending elu diam aja gak usah sok nasehatin, ini urusan kami jadi elu gak usah banyak bacot." seru Rangga.


"Hmm... Nasehatin juga" gumam Kayla berjalan ke arah bangkunya kembali. Nino tersenyum melihat rawat wajah Kayla yang cemberut gitu.


"Lucu" pikirnya


~


Pukul empat subuh Adrian sudah di pindahkan ke ruang rawat dan ketiga sahabat Adrian pun sudah pergi meninggalkan rumah sakit.


Di ruangan rawat Adrian hanya ada mbak Titin dan juga Kayla yang menjadi pria itu.


Kayla menoleh kearah sofa dan di sana ia melihat mbak Titin sudah bergelung tidur. Sementara Kayla ia duduk di kursi dekat ranjang Adrian, ia mentap pria itu.


"Dasar menyusahkan, aduh gue ngantuk banget." gumamnya, dan ia pun merebahkan kepalanya di sisi rangjang Adrian Sudah dapat di pastikan kalau besoknya badannya akan terasa kaku tapi mau bagaimana lagi, Kayla sudah tidak tau harus tidur di mana lagi.


"Di mana ini?" tanya Adrian melihat ke sekelilingnya.


Dan betapa kagetnya dia saat mendapati Kayla sedang tidur sambil duduk di sampingnya den berbantalan lengannya.


"Punggungnya pasti akan terasa sakit setelah ini" ucap Adrian tersenyum.


"Kenapa dia bisa di sini?" tanya nya memperhatikan Kayla yang masih tertidur pulas.


Den Adrian sudah sadar?" tanya mbak Titin yang baru keluar dari kamar mandi.


"Sssttt... Pelankan suaranya mbak!" seru Adrian sambil menunjuk Kayla yang sedang tidur.


"Maaf Den, mbak gak sengaja" ucap mbak Titin.


Adrian menggerakkan jarinya, ia menyuruh mbak Titin untuk mendekat kepadanya.


"Ia den, ada apa?" tanya mbak Titin berdiri di samping Adrian.


"Tolong pergi belikan Kayla sarapan mungkin dari semalam dia belum makan"seru Adrian.


"Baik den, kalau gitu mbak pergi dulu. Aden ada nitip atau ada yang pengen di makan?" tanya mbak Titin.


"Gak ada, aku nanti sarapan dari rumah sakit." jawab Adrian


Mbak Titin pun berlalu pergi meninggalkan ruangan itu dan Adrian kembali menatap Kayla yang masih tertidur.


"Kalau tidur gini, elu cantik juga." ucap Adrian pelan. Dia menggerakkan tangannya untuk menyentuh kepala Kayla namun gerakan itu terhenti saat Adrian melihat Kayla menggeliat seperti hendak bangun dan dengan cepat - cepat Adrian kembali pura - pura memejamkan matanya.


"Hmmm.... Hooam" Kayla meregangkan otot - ototnya yang terasa pegak semua.


"Aduhhh... Leher gue sakit banget" keluhnya sembari memegang tengkuknya.


Kayla menoleh kearah Adrian, memperhatikan peria itu sejenak.


"Kenapa dia belum juga bangun?" tanyanya.


"Woi bangun woi... Cepatlah bangun dan biar bisa cepat pulang dan gue bisa tidur nyenyak lagi di kamar." kata Kayla.


"Kampret dia cuma mikirin tidurnya" pikir Adrian kesal.


"Aduh... Kebelet.." ucapnya Kayla pun berlari masuk kedalam kamar mandi.


Setelah memastikan Kayla sudah masuk kedalam kamar mandi, Adrian kembali membuka matanya.


"Dasar bocah, bukannya khawatir tebtabg kondisi gue eh dia malah mikirin tentang tidurnya" gerutu Adrian.


Ceklek


Adrian menoleh kearah pintu saat ia mendengar ada yang membukan pintu.


"Sayang..."teriak Loly pelan, ia berjalan menghampiri Adrian dan langsung memeluk tubuh pria itu.


"Loly?.." ucap Adrian kaget.


" Kamu gak apa - apa kan?" tanya Loly ia merenggangkan pelukannya


"Iya aku gak apa - apa kok, udah baikan sekarang. kamu kok bisa tau aku dirawat di sini?" tanya Adrian.


"Iya tadi pagi Geva nelpon aku dan bilang kalau kamu kena tusuk.."jawab Loly.


"Kok bisa jadi gini sih yang, bukannya kemaren kamu bilang ada balapan bukan tauran, terus kenapa kamu bisa terlibat tauran gini?" tanya Loly


"Apa Geva gak cerita?" tanya Adrian dan Loly pun menggeleng..


"Dia belum sempat cerita, tapi aku sudah mematikan telponnya dan buru - buru kemari" ucap Loly kembali memeluk Adrian.


Ceklek


"Kamu?...."


~•••~


Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.


Terima kasih💜