
"Mbaaaaaakkkkk...." teriak Kayla
"Mbaaaakkk... Tolooooooongggg.." teriaknya lagi.
"Adrian bangun , elu jangan becanda, hey.." Kayla menepuk pipi Adrian.
"Ada apa ini Non?" Tanya mbok Iyem yang berlari menghampiri Kayla.
"Adrian pingsan mbok, mbak Titin manan" tanya Kayla panik.
"Sebentar mbok cari bantuan dulu, tunggu... Tunggu.." ujar mbok Iyem berlari kebelakang memanggil pekerja di rumah itu.
"Susteeeerrr..." teriak Kayla.
"Sussss..." teriak Kayla lagi.
Kayla melihat kearah luka Adrian, dia melihat darah sudah mermebes ke lantai.
"Astaga, ini lukanya tambah parah lagi." ucapnya.
"ASTAGA aden..." teriak para pekerja di rumah itu.
"Ayo mang angkat dan bawa ke kamar aku aja." suruh Kayla ia berjalan duluan dan membukakan pintu kamar.
"Ayo mang taruh pelan - pelan!" ujar Kayla.
Mang Ujang dan mang Bowo pun meletakkan Adrian dengan hati - hati ke atas ranjang.
"Sus tolong segerah pasang infusnya!" seru Kayla, yabg melihat suster baru datang ke kamarnya.
Dengan sedikit berlari suster mengambil infus yang telah di siapkannya di kamar Adrian dan membawanya kembali ke kamar Kayla.
Sementara Kayla sibuk menelpon Dokter, menyuruh parah dokter itu untuk segerah datang kerumah mereka dan membawa alat untuk menjahit lukannya Adrian.
"Kenapa bisa sampai seperti ini non?" tanya mbak Titin.
"Aku juga gak tau mbak, tadi dia tiba - tiba pinsang setelah mengantar papa " kata Kayla berusaha tenang.
"Sus kayanya, luka bekas operasinya kebuka makanya banyak darah gini." ujarnya kepada suster yang sedang memasang infus di tangan Adrian.
"Sepertinya iya, nanti sembari nunggu dokter, kita bersihkan dulu lukannya." seru suster itu.
"Hmm... Bapak - bapak sekalian boleh keluar terlebih dahulu, soalnya saya mau membersihkan luka pasien" seru suster menyuruh para pekerja untuk keluar dan yang boleh tetap di dalam hanya lah Kayla dan mbak Titin saja.
"Mbak Titin, bisa bantu aku mengambil perlengkapan medis yang ada di kamar atas." kata suster.
"Iya sus, mari..." Mbak Titin dan suster itu pun berlalu meninggalkan kamar Kayla.
"Aish kenapa bisa jadi gini sih..." seru Kayla pelan, ia memandang wajah Adrian yang kelihatan pucat banget.
"Katanya kuat, masa di tusuk gini aja elu udah K.O gini.." katanya.
Ting tong...
Ting... tong...
"Itu pasti dokternya..." kata Kayla
Kayla berlalu pergi meninggalkan Adrian dan berjalan untuk membuka pintu.
"Ayo dok, silahkan masuk..." Kayla mempersilahkan Dokter itu masuk dan menuntunnya untuk ke kamarnya.
Setibanya di kamar Kayla fokter langsung mencek keadaan Adrian, ia sangat kaget saat melihat begitu banyak darah di baju Adrian.
"Kemana suster? Kenapa dia belum membersihkan lukanya?" tanya Dokter kepada Kayla.
"Suster sedang di kamar atas untuk mengambil perlengkapan medisnya.
"Kenapa dia bisa selalai ini dalam menangani pasien..." kata Dokter pelan.
"Kalau begitu, anda saja yang bantu saya..." seru Dokter menatap Kayla.
"Huh... Tapi saya gak ngerti soal yang beginian dok.." ucap Kayla.
"Tenang saya akan pandu..." balas Dokter.
"Hmm... Baik lah" jata Kayla pasrah.
" Sekarang kunci pintunya terlebih dahulu, saya tidak mau nanti ketika saya menjahit ada orang yang masuk. Karena itu sangat akan berbahaya bagi pasien" ujar dokter, sembari mengeluarkan perlatannya.
Kayla berjalan menuju pintu, sebelum mengunci Kayla terlebih dahulu membuka pintu dan melihat apakah suster itu sudah datang atau belum.
"Kenapa mereka lama sekali?" gumam Kayla.
"Apa lagi yang anda tunggu?!..." seru Dokter yang melihat Kayla belu juga mengunci pintu.
"Sekarang, kemarihlah.." perintah dokter kepada Kayla.
"Iya dok.." Kayla berjalan menghampiri dokter yang sedang berdiri di samping Adrian.
"Bersihkan tangan anda dengan alkohol ini, kemudian bersihkanlah lukanya!"perintah Dokter kepada Kayla.
Kayla menuruti semua ucapan dokter kepada nya. Setelah ia membersihkan tangannya, lalu ia mulai membuka baju yang di kenakan oleh Adrian.
Kayla sangat kaget saat melihat tubuh pria itu saat sedang tidak mengenakan baju.
Kayla beranjak berdiri dan berjalan menuju lemarinya, ia mengambil sebuah selendang dan membawanya ke ranjang, dengan hati - hati ia menutup tubuh toples Adrian dengan kain itu.
"Kenapa?" tanya Dokter saat melihat Kayla menutupi tubuh Adrian.
"Sa- saya tidak biasa melihat tubuh pria tidak pakai baju dok.." jawab Kayla jujur.
Dokter itu hanya tersenyum, ia tak habis pikir masih adakah hal yang seperti ini, bukannya di zaman sekarang keadaan tubuh pria toples itu sudah biasa?
Tapi kenapa Kayla bersikap seolah - olah dia terganggu akan hal itu, pikir dokter sembari menyiapkan alat - alat yang di butuhkannya
"Tahan sedikit ya, mungkin ini akan sangat sakit.." ucap Kayla saat ia mulai membersihkan luka Adrian.
Kayla membersihkannya dengan sangat hati - hati dan teliti, dia tidak ingin melewatkan setetes darah pun yang menetes di area luka Adrian.
"Dok lukanya sudah bersih.." seru Kayla.
"Ok minggirlah dulu, biar saya mulai menjahitnya."kata dokter.
Kayla beranjak dari tempatnya, ia membawa baju kotor Adrian yang penuh darah itu kedalam kamar mandi dan membersihkannya, saat ia keluar dari kamar mandi, ia melihat dokter sudah selesai menjahit luka Adrian.
"Apa sudah selesai dok?" tanya Kayla
"Iya sudah, terima kasih atas bantuan anda, dan saya mohon tolong di ingatkan kepada pasien agar tidak terlalu banyak melakukan pergerakan yang berlebihan." kata Dokter mengingatkan Kayla.
"Baik dok, dan terima kasih sudah mau datang dengan cepat kemari." ucap Kayla tersenyum.
"Mari saya antar kedepan dok," kata Kayla saat meliat dokter itu sudah selesai mengemasi arang - barangnya.
Kayla mendahului dokter, membuka pintu kamarnya dan saat dokter keluar dari kamarnya , Dokter melihat suster sudah berdiri di depan pintu kamar.
"Apa saja yang sedang kau lakukan disini, sehingga luka pasien dibiarkan seperti tadi?" tanya dokter kesal kepada suster itu.
Suster hanya bisa menunduk, ia benar bersalah disini karena terlalu lalai dalam menjalankan tugas.
"Kembali kerumah sakit, dan nona Kayla sepertinya saya tidak perlu lagi menyuruh suster kemari.." ujar Dokter itu menatap Kayla.
"Kenapa seperti itu dok?" tanya Kayla.
"Karena anda sendiri yang akan merawat tuan Adrian sendiri itu lebih baik." kata Dokter.
"Tapi dok..."
"Maaf nona, saya sedang buru - buru, mari sus.." potong dokter itu dan mulai berlalu pergi meninggalkan Kayla yang masih berdiri di ambang pintu.
"Aish... Gimana gue ngerawat dia, ngerti juga kaga" seru Kayla.
"Mbak tolong antar mereka, aku lagi kesel sama dokter itu" seru Kayla, kemudian dia masuk kembali ke dalam kamarnya.
Mbak Titin pun mengejar dokter dan suster tadi yang sudah berada di teras rumah.
"Dokter tunggu!.." panggil mbak Titin.
Dokter pun menoleh kebelakang dna melihat mbak Titin sedang berjalan menghampiri mereka.
"Iya ada apa?" tanya dokter.
"Kenapa dokter menyuruh non Kayla yang merawat Den Adrian, kenapa anda tidak mengirimkan suster saja kemari?" tanya mbak Titin penasaran, dia juga kasihan dengan Kayla yang harus merawat pria itu.
"Oh masalah itu, tadi saat menjahit lukanya, pasien sempat sadar dan menyuruh saya untuk membawa perawat saya kembali, katanya nona Kayla saja sudah cukup merawatnya." ujar dokter
"Berarti sekarang Den Adrian sudah siuman?" tanya mbak Titin
"Tidak, dia kembali pingsan saat melihat saya sedang menjahit lukannya" jawab Dokter.
"Baiklah kalau begitu kami permisi dulu." pamit Dokter,
Mbak Titin pun mempersilahkan, ia kembali masuk kedalam rumah saat melihat mobil dokter itu sudah mulai berlalu meninggalkan rumah.
~•••~
Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.
Terima kasih💜