My Secret Wife

My Secret Wife
Episode 71



Berkat sedikit paksaan dari ketiga sahabat Adrian, akhirnya Loly mau di ajak pulang.


Kayla mengantar mereka semua ke halaman rumah dan Nino berpesan kalau selama Adrian sakut makan Kayla akan di berinya masa cuti hingga Adrian sembuh dan Kayla sangat berterima kasih akan hal itu, karena ia tidak perlu lagi memikirkan tentang pekerjaannya.


Setelah semua orang pergi, Kayla berjala menuju dapur. Dia sangat kelaparan saat ini, Kayla sudah menahannya sejak tadi, tapi karena malas banyak orang jadi dia lebih memilih untuk menahannya.


"Ada makanan gak ya, atau gue cari mi instan aja deh biar cepat." gumanya nya.


Namun niatnya untuk memakan mi isntan sirna sudah, ketika ia melihat makanan yang sudah di siapkan oleh mbak Titin untuknya.


"Gak jadi makan mi, ini aja lah. Mbak Titin emang paling the best." ujar Kayla.


Tanpa di panaskan terlebih dahulu, Kayla mulai menyantap makan itu hingga tak tersisa.


"Huaaa... Akhirnya kenyang juga." katanya sembari mengusap perut.


Setalah selesai makan dan membereskan semua perlatan bekas makannya. Kayla kembali ke kamar, hal yang pertama di lakukannya adalah mengecek suhu tubuh Adrian.


"Udah gak panas lagi, tapi dia berkeringet, ya ampun bajunya ampe basa gini?" kata Kayla.


Kayla keluar kamar dan pergi ke kamar Adrian untuk mengambil beberapa lembar baju pria itu, lalu Kayla kembali lagi ke kamarnya.


Dia membuka baju Adrian yang sudah basah karna keringat dan dia juga mengelap tubuh pria itu dengan kain basa, meski dengan gerakan yang sedikit kaku dan gugup tapi Kayla melakukan semuanya dengan baik dan hati - hati.


Setelah semuanya selesai, Kayla pergi ke lemari dan mengambil selimut cadangan dan ia membaringkan tubuhnya di sofa yang tak jauh dari ranjang.


"Semoga besok semuanya akan baik - baik aja." ucap Kayla sebelum menutup matanya.


~


Paginya Kayla sudah siap dengan seragam sekolahnya, sebelum berangkat ke sekolah Kayla memeriksa keadaan Adrian terlebih dahulu.


"Gue ke sekolah dulu ya ,pangeran tidur." bisik Kayla.


Kemudian dia berlalu pergi ke dapur menemui mbak Titin.


"Mbak, nanti tolong sering - sering cek keadaan Adrian ya, dan kalau dia udah sadar tolong cepat hubungi dokter ya, biar keadaanya cepat di periksa." pesan Kayla.


"Iya non, duuhh beruntung banget Den Adrian punya istri sebaik dan seperhatian non Kayla" ucap Mbak Titin.


"Iya dia beruntung, lah gue.." Kata Kayla dalam hati.


Kayla hanya tersenyum menanggapi ucapan pelayannya itu.


"Kalau gitu, aku ke sekolah dulu" pamit Kayla.


"Iya hati - hati non." ucap Mbak Titin.


Kayla berlalu pergi meninggalkan rumah itu, saat dia membuka pintu gerbang rumah, Kayla di kagetkan oleh sebuah mobil putih sport yang sudah terpakir di depan gerbang itu.


"Aduhhh... Kenapa harus ketemu dia lagi sih" gumam Kayla.


Dia seolah - olah tidak melihat mobil itu dan berusaha untuk mengabaikannya. Kayla berjalan menunduk dan melewati mobil itu begitu saja.


Tittt....


"Ayo cepat masuk! Gak usah pura - pura gak liat gitu" Kata Ravi yang berdiri di samping mobilnya.


Kayla menoleh kebelakan dan menatap Ravi dengan kesal.


"Ngapain sih elu pagi - pagi gini udah nangkring aja di depan rumah orang." seru Kayla dengan nada kesal.


"Kenapa memangnya, lagi pula di sana gak ada tu larangan buat pakir." balas Ravi.


"Udah ayo masuk, ntar telat.." suruh Ravi


"Elu gak lupa kan dengan perjanjian kita!" kata Ravi sengaja mengingatkan Kayla akan perjanjian mereka kemaren.


"Aish .." desis Kayla.


Dengan malas Kayla berbalik arah dan masuk ke dalam mobil, Ravi tersenyum melihat raut wajah kesal Kayla, lalu ia menyusul Kayla untuk masuk kedalam mobil.


"Kok gue merasa di cuekin gini ya." kata Ravi dalam hati. Sesekali ia melirik Kayla yang fokus membaca buku pelajarannya


Setibanya di sekolah Kayla keluar dari mobil Ravi begitu saja, setelah menutup pintu mobil barulah Kaya mengucapkan kata terima kasih kepada Ravi


"Terima kasih atas tebengannya. " ucap Kayla.


Ia berlalu begitu saja tanpa mendengarkan jawaban dari Ravi, bahkan Kayla tidak menyadari jika dari lantai dua gedung sekolah mereka ada seseorang yang sedang menatapnya dengan tatapan tidak suka.


"Berani sekali si gembel itu" kata orang itu menatap Kayla sinis.


~


Sesampainya di kelas Kayla melihat Sandra sedang berkutat dengan buku dan juga pena.


"Tumben?" tanya Kayla herana, ia mengeluarkan isi tasnya dan menyimpan buku - bukunya di bawa laci kemudian ia menyangkutkan tasnya di samping meja.


"Kemaren gue ketiduran dan lupa kalau ada tugas, dan parahnya ini tugas pak Wahid..." kata Sandra sedikit merengek.


"Haha... Makanya kerjain dulu tugasnya baru tidur.." seru Kayla.


"Mau lihat punya gue nggak?.." tawar Kayla


"Hmmm.... Sebenarnya gue mampu buat ngerjainnya tapi karna udah mepet, boleh deh. Mana?" kata Sandra menerima dengan senang hati tawaran sahabatnya itu.


"Bacot... Yaudah ini." Kayla mengeluarkan buku tugasnya dan menyerahkannya kepada Sandra.


"Kalau gitu gue ke toilet bentar ya..." kata Kayla.


"Mau gue temenin nggak?" tanya Sandra.


"Nggak usah mending elu selesain aja tu tugasnya." tolak Kayla, ia beranjak dari duduknya.


"Hati - hati ya..." seru Sandra, menoleh sejenak melihat Kayla keluar dari kelas kemudian ia kembali fokus ke buku tugasnya.


Kayla keluar dari kelas dan berjalan di lorong sekolahnya, berhubung jam masuk masih sekitar sepuluh menit lagi, jadi sekolah masih agak sepi.


Kayla masuk ke dalam toilet sekolah, sebenarnya Kayla rada - rada ngeri untuk pergi ke toilet sendiri, tapi mau bagaimana lagi dia nggak teg untuk mengganggu Sandra yang sedang ngerjain tugas.


"Kok sepi amat, ya..." ujar Kayla.


~


"Haa.... Lega akhirnya selesai juga.." ujar Sandra membereskan buku - bukunya dan meletakkan buku Kayla kembali di lacinya.


"Kayla kemana si? Kok ke toiletnya lama banget." kata Sandra, ia melihat jam tangannya.


"Lima menit lagi bel masuk, atau gue susul aja kali ya. Mana tau dia lihat cogan makanya sampai lupa waktu." kata Sandra, dengan semangat ia keluar dari kelas dan menyusul Kayla ke toilet.


Sesampainya di toilet Sandra melihat bacaan kalau toiletnya sedang rusak atau dalam perbaikan.


"Rusak?" tanya Sandra heran.


"Kalau ini rusak, terus dia di mana? gak mungkin lantai bawah?" gumam Sandra berlalu pergi meninggalkan toilet itu.


Saat Sandra hendak ke lantai bawah, bel masuk pun berbunyi, Sandra pun mengurungkan niatnya untuk turun ke lantai bawah.


"Atau bisa jadi dia udah kembali ke kelas dan nungguin gue." gumamnya ragu.


Sandra kembali berjalan ke kelasnya,sesampainya di kelas dia masih tidak menemukan Kayla.


"Lah kok gak ada juga?..." kata Sandra mulai panik.


Saat dia hendak kembali keluar, dia berpapasan dengan pak Wahid yang hendak masuk kedalam kelas.


"Gawat...." serunya mundur.


"Elu kemana sih Kay?...." pikir Sandra


~•••~