
"Apakah sudah ada tanda - tanda?" tanya bu Tika,tiba - tiba.
Kayla mengernyitkan dahi nya saat mendengar apa yang di katakan oleh ibu nya itu.
"Maksud ibu apa? Kay nggak ngerti?"tanya Kayla dengan raut wajah yang terlihat bingung.
Begitu pun dengan Adrian, dia nggak ngerti maksud dari pertanyaan mertua nya itu.
tawa kecil membingkai di wajah tua itu, saat mendapati kepolosan menantu dan juga putri nya.
"Maksud ibu, apakah sudah ada tanda - tanda kalau ibu akan segera mempunyai cucu?" tanya bu Tika mengulang pertanyaan nya.
Raut wajah Kayla berubah menjadi pucat dan merona, karena mendengar pertanyaan dari ibu nya, selama ini pikirannya belum sampai kesana.
Di tambah lagi dia yang belum terlalu yakin dengan perasaan Adrian kepada nya. Kayla takut, nanti setelah dia memiliki anak, bisa saja Adrian kembali dengan Loly.
Kayla tidak ingin anak nya kelak merasakan hal yang sama dengan nya, yaitu kekurangan kasih sayang dari orang tua.
Meski pun, alasan dia tidak mendapat kan kasih sayang dari kedua orang tua itu, karena orang tua nya telah tiada.
"Ibu tenang aja, setelah Kayla sehat nanti kita akan segera ikut memprogram nya dan menyicil pembuatan cucu buat ibu dan mama " kata Adrian dengan santai nya.
"Kenapa dia bisa semudah itu mengatakannya.." gumam Kayla menatap Adrian.
"Ucapanmu terlalu vulgar, menantu ki, kamu lihat lah wajah istri mu sampai merona begitu" seru bu Tika dengan tawa kecil, yang membuat wajah Kayla semakin merona karena malu.
"Ibu, apa yang ibu bicarakan" Dengan mimik cemburut, menatap ibu nya itu.
"Siapa yang mengatakan pada ibu, kalau Kay ada di rumah sakit?" tanya Kayla, yang sengaja mengalihkan pembicaraan.
"Ibu tau dari Sandra. Karena ibu nggak bisa menghubunhi mu, makanya ibu hubungi dia dan dia bilang kalau kamu hilang di hutan..." kata ibu sedih.
~
KEDIAMAN WELLA
Sinta melangkah kan kaki dengan langkah yang tergesa - gesa, saat masuk kedalam rumah mewah itu. Dan saat tiba di dalam. Sinta berpapasan dengan Shopia sang kepala pelayan.
"Bi, dimana Wella?"tanya Sinta, dengan nada yang terdengar tak bersahabat.
"Nona Wella, sedang berada di kamar nya." jawab shopia.
Tanpa bertanya lagi, Sinta langsung berlalu menuju kamar Wella sahabat nya itu, dengan langkah yang begitu tergesa - gesa.
Wella menarik sebuah kursi dan duduk di depan meja rias setelah selesai dari kegiatan mandi nya. Ia melepaskan rambut nya yang dia kuncir dan membiarkan nya tergerai indah.
Tangan nya meraih sebuah sisir yang tergeletak di atas meja, dan mulai mnyisir rambutnya.
Terdengar suara ketukan pintu kamar nya, yang menglihkan tatapan mata gadis itu.
"Masuk..." teriak nya dari dalam kamar
"Sinta..!" Seru Wella saat pintu terbuka, dan mendapati sahabat nya berdiri di depan pintu kamar nya.
Tanpa menjawab,dan dengan raut wajah yang terlihat begitu memerah, gadis itu langsung melangkah ke dalam kamar Wella, dan menjatuhkan diri di sebuah sofa tunggal yang ada di kamar sahabat nya itu.
"Dia sudah di temukan, Well dan sekarang dia sedang berada di rumah sakit." kata Sinta gugup.
Wella segera menutup pintu dan datang menghampiri Sinta.
"Siapa yang elu maksud? Kalau ngomong tu yang jelas napa?" tanya Wella dengan nada kpenasaran menatap Sinta.
"Siapa lagi kalau bukam si gembel itu. Kayla gadis gembel itu sudah di temukan dan sekarang sedang berada di rumah sakit. Dan sekarang, Ravi dan yang lain sedang mencari tau penyenan dari ke celakalaan itu." kata Sinta gusar.
"Ja... Jadi Kayla, masih hidup?"tanya Wella seolah tidak percaya, dengan apa yang di sampaikan Sinta pada nya.
"Dan besok aku akan ke rumah sakit, untuk menyingkirkan dia selama nya." seru Sinta, dengan raut wajah yang begitu diliputi amarah.
"Ng... Nggak. Gue nggak setuju, jika elu melakukan hal gila itu lagi. Dan jika elu mau membunuh nua, Gue nggak mau ikut campur, karena gue nggak mau masuk penjara."kata Wella takut. Ia tidak ingin mengambil resiko atas perbuatan yang di lakukan sahabat nya itu.
"Terus apa yang harus gue lakukan? Sekarang di sudah bersama Ravi kembali dan gue nggak punya kesempatan lagi untuk bisa mendapat kan Ravi, selama si gembel itu masih hidup." kata Sinta.
"Kita akan pikirkan nanti, yang jelas, elu jangan melakukan hal yang aneh - aneh."Kata Wella memperingati sahabat nya.
Sinta hanya memasang raut wajah kesal nya, saat memdengar apa yang di kata kan Wella pada nya. Karena bagaimana pun dia tak mungkin mampu untuk melakukan rencana nya sendiri tanpa bantuan dari sahbat nya itu.
"Lagian, elu kenapa sih segitu benci nya sama dia? Banyak kali cara buat mendapat kan si Ravi."Tanya Wella
"Gue kesal aja, liat dia bisa dekat kaya gitu sama Ravi dan gue nggak rela lihat dia sebahagia itu." jawab Sinta.
"Gila, elu benaran udah gila.."kata Wella menggelengkan kepala nya.
"Elu kok ngomongnya gitu, seharus nya elu itu bantuin gue untuk menjauhkan gadis itu dengan Ravi."balas Sinta kesal.
~
Kini Kayla sudah di pindahkan le salah satu ruang VIP, dan kondisi nya juga sudah jauh lebih baik dari hari sebelum nya.
Alasan Adrian, memindahkan ruang Kayla dari ruang sebelum nya karena dia merasa kurang nyaman berada di sana. Setiap kali ia ber mesraan dengan istri nya itu selalu aja ada yang jadi pengganggu nya.
Adrian sangat risih akan itu, apa lagi Ravi bisa masuk dengan sesukanya masuk kedalam ruangan itu. Di ruangan sekarang, Adrian meletaka beberapa orang untuk menjaga pintu rungan itu agar tidak bisa orang lain keluar masuk ke dalan ruangan istri nya itu
Kayla berbaring dengan sedikit meninggikan Bed hospital nya, agar memudahkan diri nya untuk menonton tv, ya g tertancap pada dinding rumah sakit. Kayla tampak begitu serius menonton drakor yang berhubungan dengan kesehatan yang di siarkan di salah satu stasiun televisi.
"Sayang, bukan kah dokter itu sangat ahli dalam hal membeda? Udah ganteng, baik, romantis..." perkataan Kayla terpotong saat melihat tatapan tajam suami nya.
"Hehe..."
"Apa maksud mu, memuji pria lain di depan ku!. Apa kamu nggak sadar kalau suami kamu ini juga tampan, aku juga baik dan aku juga romantis." kata Adrian tak terima kalau Kayla memuji pria lain selain diri nya.
"Ihhh... Apaan sih kamu, masa sama pemeran drama aja cemburu gak jelas gitu." kata Kayla.
"Pokok nya kamu harus aku hukum!!"
"Nggak mau.., ah hahahha."perkataan Kayla tergantikan oleh tawa saat Adrian mengelitik perut nya.
~•••~