My Secret Wife

My Secret Wife
Episode 86



"Aku harus bisa masuk kedalam keluarga Malik, karena aku ingin membalaskan dendam atas kematian kakak aku!" terlihat kobaran kebencian di mata Loly.


"Baiklah kalau begitu, aku akan mendukungmu" kata Tio


Deg!


Adrian yang tengah duduk di bekalakang sofa Loly dan Tio. Bagitu kagetnya ia saat mendengar semua ucapan kekasihnya itu rasanya ingin sekali Adriam menghajar kedua orang itu, namun segera di tahan oleh para sahabatnya.



"Sekarang bukan waktu yang tepat, orang licik harus di selesaikan dengan cara licik" kata Nino


Tampak Adrian menahan amarahnya, ia mengepal kuat tangannya hingga memperlihatkan urat biru di tangannya.


"Kita harus cari waktu yang pas untuk menangkap basa mereka, sekarang elu sudah sadar kan? Elu denger sendiri kan gimana dan siapa pacar elu yang baik dan sexy itu?" kata Rangga.


Adrian tidak menanggapi ucapan mereka, dia terlalu kaget mendengar perkataan kekasihnya atau sudah menjadi mantan kekasihnya pada saat ini juga.


Setelah selesai makan siang, Loly dan Tio meninggalkan restoran itu, tak lama Adrian dan para sahabatnya juga meninggalkan restoran itu.


~


Malam harinya...


Kayla baru sampai di rumah, ia segera masuk kedalam kamar dan segera mandi membersihkan dirinya yang sudah terasa lengket.


Setelah itu Kayla ke dapur untuk makan malam, di dapur ia melihat mbak Titin yang sedang mehidangkan makanan.


"Selamat malam mbak.." Sapa Kayla menarik salah satu kursi meja makan.


"Malam Non Kay."balas mbak Titin. Kayla menolehkan kepalanya melihat ke lantai atas.


"Adrian mana bik? Apa dia sudah makan?" tanya Kayla.


"Den Adrian belum pulang Non."jawanya mbak Titin


"Ooo.... Yaudah kalau gitu kita makan bareng aja ya, panggil semuanya." suruh Kayla.


"Iya Non.." jawab mbak Titin, yang tidak bisa menolak. Karena dia sudah tau betul sifat nonanya itu, Kayla akan terus memaksa dan merengek jika perkataannya tidak di indahkan.


~


Tengah malam sekitar pukul sebelas malam, Adrian pulang di antarkan Rangga menggunakan mobil Rangga, sedangkan mobil mewahnya di biarkan terpakir di basement bar.


Karena kejafian tadi siang di restoran, Adrian sepertinya mengalami shock akibat ia tidak percaya kalau Loly hanya memanfaatkannya.


Ting tong... Ting tong....


Mbok Iyem tergopoh - gopoh berlari untuk membukakan pintu. Ia sangat kaget saat melihat Adrian sedang di papah oleh Rangga.


"Den Adrian kenapa?" tanya mbok Iyem


"Dia kebanyakan minum mbok..." jawab Rangga, memasuki rumah sambil memapah Adrian menuju kamarnya.


Melihat Rangga naik ke atas, mbok Iyem berjalan ke kamar Kayla.


Tok Tok Tok


"Non... Non Kayla..." panggil mbok


Ceklek


"Eh mbok? Ada apa?" tanya Kayla


"Itu Non, Den Adrian mabuk berat di antarkan sama den Rangga." kata Mbok Iyem.


Gadis itu sangat kaget saat melihat Adrian yanh di papah oleh Rangga di ujung tangga. Ia dengan cepat menyusul pria itu.


"Apa sebenarnya terjadi kak?" Tanya Kayla saat ia melihat Rangga sedang membaringkan Adrian di ranjang.


"Dia sedang stress, makanya banyak minum" Kata Rangga.


"Yaudah gue balik dulu ya, gue serahin Adrian sama elu ya Kay." kata Rangga


"Tapi kak..."


"Gue percaya sama elu."kata Rangga berlalu pergi meninggalkan Kayla yang sedang berdiri mematung memperhatikan Adrian.


Kayla berjalan mendekati Adrian,dan menatapnya.


"Apa yang udah terjadi sampai dia seperti ini?" tanya Kayla


"Aish... Apa gue harus ganti bajunya?" Kayla yang masih ragu dan bingung, ia menggigit kukunya tanda dia gusar dan gelisah, apakah ia benar - benar harus melakukannya? Dan untuk menyeka tubuh Adrian berarti dia harus menanggalkan pakaian pria yang terbaring itu.


Kayla masih Bimbang, Awalnya dia akan memberikannya saja, tetapi lihat Adriana seperti sekarang ini hatinya merasa nggak tega. Gadis itu duduk di tepian ranjang, dia memutuskan untuk mencegah tubuh Adrian walaupun canggung dan malu yang luar biasa meliputinya.


Tangannya terulur membuka kancing kemeja Adrian sambil memalingkan wajahnya ke arah lain. Namun, baru setengah dari keseluruhan kancing yang dibukanya, tangan Adrian menarik lengan Kayla, hingga membuat Kayla membagi kaget karena wajahnya menabrak dada bidang yang setengah telanjang itu.


"Akhh" pergi Nayla terkejut saat Adrian menarik lengannya hingga wajahnya mendarat tepat di dada bidang pria itu dengan kancing kemeja yang sudah terbuka separuh.


Setengah tubuhnya terjatudmh diatas tubuh Adrian yang berbaring telentang, Kayla hendak bangkit. tetapi secara tiba - tiba Adrian mmebalikan posisi mereka sehingga kini Kayla yang berada di bawah kungkungannya dan tangannya mencegkram pergelangan tangan gadis itu dengan kuat.


Mungkin akibat pengaruh alkohol yang mempengaruhinya, membuat Adrian berhalusinasi dan mengira yang ada di hadapannua adalah Loly.


"Loly, kenapa kamu tega melakukan itu pada ku huh? Apa salahku padamu, apa!" teriak Adrian, suaranya serak sarat akan kepedihan yang mendalam. Sorot matanya memancarkan isi hatinya yang merasa terluka dan sakit hati.


"Adrian, sadarlah!! Ini gue Kayla bukan Loly" Kayla meronta - ronta berusaha melepaskan dirinya, tetapi tentu saja tubuh kurusnya tak kan mampu membuat Adrian bergeming.


Namun tanpa di duga Adrian mencium Kayla dengan kasar dan kuat karena mengira yang di ciumnya adalah Loly, sebuah ciuman yang sarat akan kemarahan. Kayla membulatkan matanya karena tiba - tiba bibirnya di bungkam oleh bibir pria yang berada di atanya tubuhnya itu Kayla gelagapan,bahkan hampir kehabisan napas karena Adrian semakin memperdalam ciumannya tanpa jeda, sedangkan Kayla yang tak berpengalaman hanya berusaha bagaimana cara menghirup udara


sebanyak - banyak nya karena Adrian terus memagutnya tanpa henti.


Meski pun ini bukanlah pengalamannya yang pertama dalam berciuman, ia juga pernah beberapa kali berciuman panas dengan Adrian. Namun, yang selama ini di lakukan Adrian tidak pernah seperti ini.


Paru - parunya mulai memberontak dan sisa - sisa napasnya terasa mencekik lehernya, Kayla menggigit bibir Adrian berharap agar pria itu menyudahi apa yang sedang di lakukannya dan itu berhasil.


Napas Kayla tersengal, dadanya naik turun lalu ia menghirup udara dengan rakus saat Adrian melepaskan pertautan bibirnya. Tetapi, tak di pungkiri jantunhny berdetak menggila ketika ciuman panjang tadi berlangsung.


"Adrian, ini gue Kayla, sadarlah!!? "dengan napas yang masih tersengat, Kayla berteriak sekencang - kencangnya.


Suara teriakan Kayla akhir nya berhasil menarik Adrian kembali kan kesadaran nya, Adrian terkesiap saat menyadari tubuhnya menindih Kayla dan mencengkram pergelangan tangan gadis itu sekuat tenaga, ia melepaskan cengkraman nya lalu segera bangkit dan turun dari ranjang.


~•••~


Maaf ya semua udah membuat kali menunggu lama untuk membaca kelanjutan ceritanya🙏