My Secret Wife

My Secret Wife
Episode 143



Adrian keluar dari kamar tamu dan pergi ke kamar nya, sebelum pergi Adrian memanggil mbak Titin untuk menjaga Kayla istri nya.


"Mbak tolong, jagain Kayla dulu ya. Aku mau mandi dulu."kata Adrian.


"Iya den, baik."ucap mbak Titin.


"Bagaimana pun keadaan nya nanti, mbak jangan keluar dari kamar, sebelum aku kembali lagi ke sini." pesan Adrian.


"Baik dengan."jawab mbak Titin


Adrian pun pergi berlalu ke kamar nya di lantai 2, sementara mbak Titin masuk ke dalam kamar Kayla.


Saat mbak Titin sedang membenarkan letak selimut dan bantal Kayla, Suster Leni pun masuk.


"Selamat pagi mbak."sapa nya kepada mbak Titin.


"Pagi Sus."balas Titin dengan rama.


"Mbak bisa keluar dulu sebentar, saya mau mengecek keadaan nona Kayla!"pinta suster Leni.


"Maaf sus, tadi Den Adrian berpesan kepada saya. Bahwa saya nggak boleh meninggalkan non Kayla sedetik pun"jawab mbak Titin.


"Tapi mbak, nanti taun Adrian pasti akan mengerti dengan prosedur ini."kata suster Leni lagi.


" Beneran saya nggak berani langgar sus, kalau suster mau, yaudah silahkan minta izin langsung ke Aden langsung. Lagian meski pun saya disini, saya tidak akan mengganggu suster bekerja, lanjutkan lah!"seru mbak Titin berdiri di ujung tempat tidur di bagian kaki Kayla.


"Dasar babu keras kepala."pikir Leni sangat kesal dengan sika Mbak Titin yang tidak mau mendengarkan perkataannya.


~


Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit akhir nya Sandra pun sampai di kediaman Malik. Saat dia hendak keluar mobil, dia melihat mobil Rangga sahabat kakaknya berhenti di samping mobil nya.


"Mereka juga di sini, bakalan seru dong nanti nya."gumam Sandra dengan semangat keluar mobil sambil menenteng rantang makanan nya.


"Hai, kak Gev - Gev "sapa Sandra kepada Geva


Geva menoleh kepaa Sandra. "Elu ke sin juga San?"Tanya nya


"Iya lah, kan yang sakit sahabat gue."jawab Sandra


"Kakak sendirian ke sini? Tumben make mobil kak Rangga, mobil kakak ke mana emang nya?"tanya Sandra karena belum melihat Rangga.


"Nggak, gue sama Rangga. Mobil gue di tinggal di rumah Rangga."kata Geva


"Sini deh San!!"panggil Geva


"Kenapa - kenapa?"tanya Sandra mendekat karena penasaran.


"Elu berdiri di sini, tunggu bentar lagi gue ada sebuah pertunjukan bagus buat elu."kata Geva.


"Apaan? Jangan aneh - aneh elu ya?"tanya Sandra sedikit was - was, Sandra trauma jika berdekatan dengan sahabat kakak nya yang satu ini.


Karena semua yang berhubungan dengan Geva pasti berakhir mengenaskan, dan memalukan.


"Tenang kali ini, elu aman."kata Geva


"Gaaa... Elu tidur yak, lama amat?" panggil Geva. Tak lama Rangga pun keluar dari mobil dan berjalan mendekati Geva dan Sandra.


"1.... 2... 3...." ucap Geva antusias.


"Apaan sih kak?"tanya Sandra saat melihat Rangga yang muncul dengan baik - baik saja.


Geva pun menoleh melihat kearah sahabatnya itu.


"Loh, elo kok pake celana, tadi kan..."


"Apa? Elu kira gue bakalan keluar cuma make boxer doang gitu? Dasar bre ng sek.. Teman biadap."kata Rangga menjitak kepala Geva.


"Hehehe..."Geva hanya bisa cengengesan.


"Apaan sih sebenar nya, kalian nggak jelas banget deh."kata Sandra


"Elo tau nggak San?" Sandra pun menggeleng.


"Dia tadi nya mau ngerjain gue, tadi gue lupa make celana karna nggak sadar, eh dia nya bukan mengingatkan, malah main ajak pergi gitu aja. untung gue sadar tadi pas mau keluar mobil dan untung juga gue selalu bawa celana cadangan di mobil." kata Rangga kesal kepada ssahabat nya itu.


"Eee.... enak aja main nyalahin gue, tadi kan gue udah nanya, elu yakin keluar kaya gini dan elu jawab iya iya aja. Yaudah.."kata Geva membela diri.


"Ya gue kira elo, nanya kaya gitu karena gue belum mandi."kata Rangga.


~


Leni memeriksa bagaimana keadaan Kayla, ia mnengecek nya secara menyeluruh.


"Kenapa dia belum sadar juga?" tanya Leni dalam hati.


Ia mengecek bekas Operasi di perut Kayla, di sana terdapat sedikit Darah di duga ini mungkin akibat tangan Adrian yang nggak sengaja memeluk nya.


Setelah selesai mengganti perban luka nya, Leni pun hendak menyuntikan sesuatu ke dalam infus Kayla, namun hal itu terhenti ketika terdengar suara Sandra mencegah nya.


"Hei tunggu!"cegah Sandra.


Leni menoleh ke arah pintu di mana Sandra berdiri.


"Obat apa itu?"tanya Sandra, mendekati Leni.


"Ha ... I - ini, ini hanya vitamin, biar tubuh nona Kayla cepat pulih."Kata Leni


"Ooo... Gue kira apaan."ucap Sandra meletakkan rantang yang di bawa nya tadi.


"Mbak tolong di hidang kan dalan mangkok ya!"seru Sandra.


"Baik Non, tapi tunggu Den Adrian datang dulu"balas mbak Titin.


"Lah kenapa harus nunggu dia?"tanya Sandra heran.


"Mbak juga nggak tau non, mbak cuma jalan kan tugas."kata mbak Titin.


"Yaudah biar aku aja yang hidangkan."Kata Sandra, membawa rantang nya ke dapur.


Leni menatap tak suka kepada Sandra yang berlalu menghilang di balik pintu.


"Suster ini, kok gerak gerik nya mencuriga kan banget ya."batin mbak Titin. terus mengawasi sang suster.


~


Sandra berjalan ke dapur dan mengambil wadah untuk makanan nya.


"Elo lagi ngapain?" tegur Adrian, yang masuk ke dapur.


Sandra menoleh ke arah Adrian, "Ini gue bawain makanan kesukaan Kayla, siapa tau dengan mencium aromah ini, dia bisa cepat sadar."kata Sandra.


Adrian mencomot isi piring yang ada di depan Sandra.


"Ih jorok amat sih kak, pake sendok napa."Ujar Sandra tak suka.


"Gue habis mandi, jadi masih bersih. Lagian ini kan makanan buat istri gue juga, dia udah biasa kali makan sisa makanan gue."balas Adrian.


"Tapi ini enak banget, elo yang masak?"tanya Adrian.


"Enak kan, ya pasti bukan gue lah. Ya kali gue masak di rumah."kata Sandra.


"Kenapa? Nyokap masih di rumah?"tanya Adrian. Sandra pun menganggukkan kepala nya.


"Tumben dia lama di rumah, biasa nya nyokap elu cuma pulang tukar koper doang?"tanya Adrian menatap Sandra.


"Nggak tau juga, kata nya sih pengen ngurusin semua keperluan pernikahan gue."jawab Sandra


"Tumben peduli?"tanya Adrian lagi.


"Udah lah kak, nggak usah bahas mama lagi. Jangan kan kakak, gue aja sebagai anak nya juga heran."balas Sandra


"Oiya kak, itu suster nya Kayla apa sebaik nya kita tukar aja?"kata Sandra.


"Kenapa memang nya? "tanya Adrian.


"Ntalah, tapi gue rada nggak suka aja lihat dia."


"Apa dia, melakukan hal yang aneh?"tanya Adrian cemas.


"Iya, tadi dia seperti nya menyuntikan obat ke infus nya Kayla, dan saat di tanya katanya itu hanya lah vitamin."Jawab Sandra.


"Apa?"Adrian langsung berlalu pergi meninggalkan Sandra yang masih dia mematung.


"Dia kenapa?"gumam Sandra bingung.


~•••~