My Secret Wife

My Secret Wife
Episode 75



Kayla membuka pintu rumah dan melihat siapa yang datang mencarinya. Saat membuka pintu Kayla melihat seseorang yang sedang berdiri membelakanginya.


"Permisi siapa ya?..." seru Kayla kepada orang itu.


Seketika orang itu pun berbalik menghadap Kayla.


"Hai.." sapanya sambil tersenyum.


"Elu? Ngapain elu ke sini?" tanya kayla


"Ya main lah, ngapain lagi coba." jawab Ravi enteng.


"Huh... Ngapain elu main ke sini, pulang sana. Disini bukan area bermain jadi elu silahkan cari tempat lain buat main - main" usir Kayla


"Garang amat, tawarin masuk dulu kek." ucap Ravi


"Hmm... Sorry ini bukan rumah gue jadi gue gak bisa nawarin elu masuk, oke."kata Kayla.


"Yaudah kita duduk di luar aja yuk..." ajak Ravi menarik tangan Kayla


"Jangan tarik - tarik ntar ada yang salah paham.." kata Kayla menghempaskan tangan Ravi.


"Yaudah ayo kita duduk, gue mau cerita sesuatu sama elu.. " ucap Ravi.


"Mau ngomong apa sih, yaudah yuk, tapi bentaran aja ya." balasnya Kayla.


"Gak di dalam?" tanya Ravi yang melihat Kayla duduk di teras rumah itu.


"Gak di sini aja, cepat gue udah ngantuk ini" ujar Kayla


Dengan Terpaksa Ravi mengikuti Kayla yang duduk di kursi yaang ada di teras.


~


Sementara Adrian di dalam rumah sedang menunggu Kayla di dalam kamar.


"Dia kemana sih, lama amat" gerutu Adrian kesal, dai terus melirik kearah pintu kamar,.


Sekitar tiga puluh menit kemudian Kayla pun kembali masuk ke dalam kamar dengan setoples cemilan di tangannya.


"Apa dia sudah tidur?" Gumam Kayla.


Ia meletak kan toples cemilan yang di pegangnya, kemudian ia berjalan mendekati Adrian.


"Gimana sih ini, katanya lagi sakit. Tapi, tidurnya masih aja brutal gini" ucap Kayla memperbaiki letak selimut Adrian, ia juga tidak lupa untuk mengecek suhu tubuh pria itu.


"Kalau ginikan gue jadi aman belajarnya." kata Kayla pelan, ia berjalan menuju meja belajar dan mulai mengerjakan tugas - tugas yang ada dibuku tersebut.


"Kok tiba - tiba gue jadi ke inget sama ibu ya." gumamnya menghentikan belajarnya sejenak.


"Jam segini, ibu pasti idah tidur. Yaudah besok gue ijin ke panti aja pulang sekolah." gumamnya melirik jam yang ada di atas meja belajarnya.


~


Keesokkan pagi nua Kayla terbangun terlebih dahulu, ia meregangkan otot - otot tubuhnya. Kemudian ia kembali menikmati tidurnya yang sangat terasa nyaman. Rasanya Kayla sangat enggan untuk bangun dari tidurnya.


Tak berapa lama Kayla kembalinmengucek matanya yang mulai berangsur terbuka, saat ia ingin bangun dari tidurnya, Kayla merasakan ada sesuatu yang berat di perutnya dan dengan seketika ia membuka selimut dan melihat tangan seseorang sedang memeluknya.


"Aaaaa...." teriak Kayla menepis tangan Adrian sampai Adrian jadi bangun dari tidurnya.


"Ada apa?..." tanya Adrian melihat kearah Kayla .


"Ngapain elu peluk - peluk gue?..." tanya Kayla sambil menatap pria itu tajam.


"Yaelah cuma karna itu? Gue kira apaan" ucap Adrian santai, kemudian ia kembali memejamkan matanya.


"Huh... Dasar pria mesuuuummm" teriak Kayla kesal


Saking kesalnya Kayla sampai mukul wajah Adrian dengan bantal.


"Aw... sakit.." erang Adrian


"Biarin, rasakan , rasakan.." seru Kayla.


"Stop, STOP.... "teriak Adrian menahan serangan bantal Kayla dan menatap gadis itu tajam.


"Apa?..." tantang Kayla


"Dasar bocah.." ucap Adrian kemudian ia berlalu turun dari ranjang, dan keluar dari kamar Kayla dengan berjalan sambil memegang perutnya.


BLAM...


Adrian dengan sengaja membanting pintu kamar itu dengan keras.


"Dasar mesum, gila.." teriak Kayla


"Perasaan semalam gue tidur di sofa semalam?..." ucapnya sambil melihat kearah sofa dan di sana Kayla bisa melihat masih ada bantal dan selimutnya yang teronggok di sana.


"Atau si mesum itu yang udah mindahin gue?..."


"Tapi gak mungkin, dia kan masih sakit." gumamnya lagi.


"Aish... Bodoh, mending gue mandi dan siap - siap." ucapnya dan mulai bergegas.


~


Kayla sedang membantu mbak Titin menyiapkan sarapan di meja makan, tak lama Adrian pun turun dari kamarnya dengan sudah berpakaian rapi.


"Pagi Aden" sapa mbak Titin.


"Pagi"


Adrian melirik Kayla sejenak, kemudian duduk dan mengambil piringnya.


"Pagi sayaaaaannnggg..."


Semua orang menoleh ke sumber suara dan melihay.seorang wanita cantik dan sexy tengah berjalan menghampiri mereka.


"Loly?"


"Iyaaa... lagi mau sarapan ya? Ini aku bawaain bubur ayam kesukaan kamu." kata Loly


"Makasih ya" ucap Adrian


"Iya sama - sama, mbak tolong ambilkan mangkuk ya" suruh Loly kepada mbak Titin.


"Baik Non."


"Kamu kok repot - repot kesini sih pagi - pagi? Kenapa gak nungguin aku jemput aja?" tanya Adrian


"Gak apa - apa kali yang, sekali - kali aku yang nyamperin lagi pula aku cukup khawatir pas tau kamu mulai ke kantor dan kekampus hari ini" seru Loly.


Loly menarik kursi di sampibg Adrian dan duduk di sana.


"Eh, itu sepupu kamu itu ya? Hai siapa namanya aku lupa.?" tanya Loly


"Kayla" Kayla menjawab datar, rasanya begitu malas melihat ke mesraan sepasang kekasih itu. Kayla langsung pergi dari meja makan dan masuk ke dalam kamarnya.


"Gue deket ssma teman cowok gak boleh, tapi dia? Bawa pacar ke rumah biasa aja! Sebenarnya apa sih maunya tu cowok?!" gerutu Kayla sambil mengambil tasnya.


Kemudian Kayla keluar dari kamar dan berangkat sekolah. Adrian melihat kepergian Kayla sekilas tapi tak bisa berbuat apa - apa karena Loky selalu mengalihkan pandangannya.


Saat Kayla membuka pintu, ia begitu kaget ketika melihat Ravi sudah berdiri di depan pintu mobilnya.


"Ravi??"


"Hai.. Good morning" sapa Ravi.


Ravi melohat Kayla dari bawah ke atas dan atas kebawa. Ravi merasa ada yang berbeda dari penampilan gadia itu, tapi ia tidak tau di mana letak perbedaannya.


"Kenapa elu liatin gue kek gitu?" tanya Kayla, mengernyitkan dahinya.


"Gue merasa ada yang berbedah deh dari elu hari ini, tapi apa ya?.." kata Ravi


"Gue jelek ya?" tanya Kayla


"Enggak, malahan elu cantik banget hari ini. Beda dari kemaren - kemaren" puji Ravi.


"Aelah bisa aja elu bambang" Kayla tersipu, mendengar pujian dari Ravi, tak bisa di pungkirinya jantungnya masih berdebar kencang jika berdekatan dengan Ravi, tapi Kayla selalu berusaha untuk menepis akan hal itu, ia sadar kalau dirinya sekarang sudah tidak pantas untuk memperjuangkan seseorang pria mana pun.


"Yaudah yuk," ajak Ravi, membuka kan pintu mobil untuk Kayla.


"Makasih" ucap Kayla ,kemudian masuk kedalam mobil dan di susul oleh Ravi.


Mobil Ravi mulai meninggalkan pekarangan rumah Adrian.


Di sepanjang perjalanan menuju sekolah, Ravi tak henti - hentinya mengajak Kayla untuk bercerita, bahkan tak jarang Ravi juga menggoda Kayla, hingga pipi gadis itu bersemu.


Tak lama mobil yang di kemudiakan oleh Ravi pun memasuki pekarangan pakir sekolah.


"Thanks ya tumpangannya" ucap Kayla


"Iya sama - sama, ntar balik tunggu gue, oke" suruh Ravi.


"Gak janji." jawab Kayla. Kayla keluar dari mobil dan berlalu masuk kedalam gedung sekolah menuju ke kelasnya.


"Hei gembel!!"


~•••~