
Pagi hari nya....
Adit dan Sandra masih bergelung di balik selimut tebal yang menutupi tubuh polos mereka, kendati matahari sudah mulai tinggi.
Sandra yang bangun lebih dulu mulai membuka mata nya, ia terkesima mendapati wajah Adit yang berada tepat di hadapanya.
Di tatap nya seraut wajah tampan itu dengan tatapan kagum. Perlahan jemari Sandra mulai menyusuri wajah Adit. Dimulai dengan sepasang alis yang hitam dan tebal, hidung yang mancung dan bibir yang tipis.
Sandra tersenyum ketika mengingat semalam bibir tipis itu sudah mengobrak abrik tubuh nya tanpa merasa jijik dan terlewatkan. Itu adalah hal yang tergila yang pernah di lakukan oleh Sandra, tak pernah terpikirkan oleh nya, bahwa dia akan mengalami malam yang begitu panjang dengan pria yang awalnya adalah rival nya.
"Jodoh itu memang dari tuhan, dan gue nggak nyangka kalau elo adalah jodoh yang di persiapkan tuhan buat gue."ucap Sandra pelan.
Merasa ada yang menyentuh wajah nya, Adit pun membuka kedua mata nya.
"Good morning, istriku." sapa nya dengan suara serak khas bangun tidur.
"Morning too"balas Sandra tersenyum.
"morning kiss nya mana?"tanya Adit.
"Tc."Decak sandra, dan ia pun memajukan mulutnya hendak mengecup sekilas bibir suami nya itu.
Namun, ketika Sandra hendak melepaskannya, tiba - tiba Adit memegang tengkuknya dan tidak mau melepaskan nya , pria itu malah semakin memperdalam ciumannya.
Berawal dari sebuah ciuman selamat pagi dan akhirnya Sandra hanya bisa pasrah saat tangan Adit diam - diam sudah berada di dada nya yang membusung padat.
Sepertinya Adit mulai menyukai kedua benda itu yang menurutnya menggemaskan untuk di remas seperti squisi.
"Sayang, gelii ih. Kamu kaya bayi yang sedang menyusui aja."Protes Sandra saat tangan Adit yang bermain di bukitnya.
"Biarin, sebelum kita punya bayi, biarkan aku puas - puasin dulu." Jawab Adit sambil memindahkan mulutnya ke dada satu lagi.
Dan akhirnya mereka pun, mulai mengulangi kegiatan yang mereka lakukan tadi malam.
Pergumulan mereka di akhiri dengan berendam bersama di dalam bathtub. Disana pun Sempat - sempat nya Adit meminta jatah nya sebagai hidangan penutup. Sandra hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Adit dan Sandra kelaur dari kamar mandi dengan rambut yang basah. Kedua nya baru memikirkan isi perut setelah lelah menikmati aktifitas yang baru mereka rasakan.
"Adit, ini aku sakit" bisik Sandra sambil menunjuk bagian bawah tubuh nya.
"Sakit banget?"tanya Adit khawatir, dan Sandra mengangguk
"Kamu sih pake minta lagi, lagi dan lagi terus." dengus Sandra.
"Maaf, tapi aku lihat kamu juga menikmati nya dan kaya nya kamu juga suka."ledek Adit yang langsung di hadiahi sebuah cubitan di perutnya.
"AUww, Sakit sayang. Selesai makan kamu istirahat saja di kamar ya."Ucap Adit dengan nada Khawatir dan Sandra pun mengangguk.
Setelah selesai makan, Adit membawa Sandra kembali ke kamar dan menyuruh istri nya itu untuk istirahat.
Adit mengusap - usaop punggung istri nya hingga wanita itu benar - benar tertidur. Semalam Adit memang tidak dapat mengendalikan diri nya, ia nyaris tidak membiarkan sandra untuk beristirahat. Jadi, wajar saja jika Sandra merasa ke sakitan dan itu juga adalah pengalaman pertama bagi wanita itu.
~
"Sayaaaaaaanggg"Panggil Kayla yang sedang rebahan di sofa ruang keluarga dengan cemilan yang ada di tangan nya.
"Iya sayang ada apa?"tanya Adrian datang menghampiri nya dengan segelas jus.
"Minum lah."ujar Adrian sambil menyodorkan segelas jus kepada Kayla.
"Aku tidak mau minum sendiri."kata Kayla yang masih memegang cemilan nya.
"Lalu?Apa mau aku suapi?" tanya Adrian mengernyitkan dahi nya. memang sejak hamil Kayla menjadi manja dan cengeng. Biasa nya dia menantang kalau Adrian memarahinya. Namun, sekarang dia lebih mudah menangis.
Usia kandungan yang sudah memasuki usia 7 bulan membuat nya lebih susah untuk bergerak.
Karena nya, Adrian yang merasa sedikit kerepotan, apalagi saat Kayla menginginkan sesuatu. saat ini Kayla sedang sangat doyan makan, itu membuat seisi kulkas hanya berisi makanan saja.
Kayla mengangguk
"Tidak, tidak aku tidak mau."Adrian meletakkan gelas jus itu di atas meja. Talk lama kemudian terdengar isak tangis dari samping nya. Adrian menoleh dan dia menarik nafas lalu mengeluarkan nya secara perlahan.
Adrian mengambil jus itu lalu mengarahkan sedotan nya ke bibir Kayla. Kayla langsung meminum nya, itulah lucu nya istri nya itu, kalau sedang ngambek dia akan cepat baikkan.
Adrian menghapus air mata Kayla lalu memeluk nya." Maafkan aku ya sayang, hanya saja kamu lebih manja dari biasa nya dan aku harus menyesuaikan itu."kata Adrian sambil mengelus kepala Kayla.
"Ini bukan keinginan ku, kak."ucap Kayla
"Aku tahu ini bawaan bayi, aku berharap ada bidadari kecil di dalam sini."Adrian mengelus perut buncit Kayla
"Kenapa tidak laki - laki? Dia akan menjadi penerus kelaurga Malik" tanya Kayla
"Aku sangat ingin anak perempuan yang cantik dan baik seperti dirimu. Anak laki - laki nya besok aja, anak kedua."jawab Adrian mengecup kening Kayla lembut.
"Kenapa waktu USG kakak, nggak tanyain aja jenis kelamin nya?"tanya Kayla lagi.
"Untuk apa, aku sudah tau kalau dia perempuan. Dialah yang membuatmu sangat manja dan cengeng. Sama kaya mama hamil alm Putri dulu, Papa bilang mama sangat cengeng dan manja. "kata Adrian mengusap rambut Kayla.
"Hehe,, gitu ya. Tapi maaf, aku jadi terus bikin kaka kesal dan susah kerja. Pasti tugas kantor kakak berantankan ya,,,"ujar Kayla penuh penyesalan dan air mata nya mulai melinang di pelupuk matanya.
"Hust, hust.. Nggak kok, kerjaan aku aman semua di kantor kan ada Adam yang bisa aku andelin jadi semua nya akan baik - baik aja. Kamu jangan nangis ya."
"Aku juga jadi merasa bersalah sama kak Adam, pasti dia capek melakukan semua kerjaan kakak."ucap kayla yang memulai drama tangisnya.
Adrian menghela napas nya, dia sudah tau akan begini akhir dari istrinya ini.
"Sayang, dari pada kamu menangis nggak jelas kaya gini, mending kita Sholat yuk. Ini sudah waktu nya shola dzuhur . Setelah itu kamu bisa menemani ku bekerja di ruang kerja ku, kamu bisa menonton drama membosankan itu,, eh maksudku drama kesukaanmu di sana."ujar Adrian
"Baiklah."Kayla mengangguk lalu melangkah menuju ke kamar bersama Adrian. Mereka pun melakukan shola berjamaah di dalam kama.
Semenjak Kayla mengandung dan semenjak beberapa peristiwa yang terjadi di dalam kehidupan keluarganya, hal itu membuat Adrian sadar bahwa selama ini dia sudah melupakan sang penciptanya dan dia terlalu sibuk memikirkan hiruk pikuk dunia ini tanpa ada nya pembekalan untuk nanti.
Kayla dan semua keluarga sanagt senang dengan perubahan Adrian. kayla sangat bahagia, karena tanpa di sadarinya ia telah mendapatkan imam yang sangat baik.
~•••~