
Setelah menemukan kunci motornya, Adrian bergegas keluar dari kamarnya. Saat melewati ruang keluarga Adrian menghampiri mamanya untuk berpamit
"Ma aku pergi dulu ya..." ucapnya sambil mencium pipi Anita.
"Mau kemana?" tanya Anita.
"Ke cafe Nino.." jawab Adria.
"Aku pergi ya bye..."pamit Adrian berlalu pergi.
"Kamu lihat kan Kay, bagaimana dia. Mama sama papa sudah pusing menghadapinya" keluh Anita.
"Yang sabar ya ma, dan tetap strong.." Kata Kayla.
"Pasti dong sayang, dan mama harap dengan adanya kamu sikap Adrian bisa berubah jadi lebih baik.." tutur Anita sembari memegang tangan Kayla.
"Amin, semoga aja ya ma" balas Kayla
"Iya semoga, semoga jadi tambah parah..." gumam Kayla dalam hati.
Setelah kepergian Adrian, Kayla merasa gerah ingin mandi, tapi dia tidak tahu di mana kamarnya dan juga tas pakaiannya yabg tadi di bawa oleh mbak Titin. Kayla pun memutuskan untuk bertanya kepada mama mertuannya, dimana letak kamar dan juga barang - barangnya berada.
"Ma, barang - barang yang Kay bawa tadi dimana ya?" tanya Kayla kepada Anita yang sedang menonton tv.
"Ooo itu barang - barangnya udah di taruh sama mbak ke kamar Adrian." jawab Anita mengalihkan pandangannya ke Kayla.
"Kay gerah banget ma, jadi mau bersih - bersih" kata Kayla.
"Kenapa Emangnya?" tanya Anita.
"Yauda, ayo kalau gitu mama antar." ucap Anita, beranjak berdiri dan mulai berjaan menuju kamar Adrin. Kayla hanya bisa mengekor Anita dari belakang.
Setelah manaiki anak tangga, sampailah mereka di depan pintu sebuah kamar. Anita pun menyuruh Kayla masuk kedalam kamar itu, lalu dia pergi meninggalkan Kayla , setelah Kayla masuk kedalam kamar.
Kayla mengedarkan pandangannya ke seisi kamar luas nan elit itu. Menakjubkan, warna lantai dan kusennya senada, merah bata di padukan dengan gorden warna hold, elegant. Kulit Kayla meremang saat merasakan sapuan sejuk angin yang keluar dari AC. Gadia itu berjalan mengelilingikamar dan melihat - lihat sisi dinding, sofa serta menyentuh gorden yang menjuntai indah.
Setelah puas mengelilingi kamar yang luas, Kayla melempar tubuhnya ke atas tempat tidur yang sangat empuk itu. Tangannya mengelus sprei yang wangi dan halus sembari memejamkan kedua matanya.
"Beginikah rasanya jadi orang kaya.." gumam Kayla.
"Kasurnya nyaman banget, beda dengan kasurku"gumamnya lagi.
Karena terlalu nyaman menikmati suasana di kamar Adrian , tanpa sadar Kayla tertidur diatas tempat tidur Adrian.
Sementara di tempat lain terlihat Adrian baru saja sampai di Cafe Nino dan sedang memakirkan motornya di samping motor - motor temannya yabg lain.
Adrian berjalan memasuki Cafe tanpa melohat kiri dan kanan Adrian terus saja berjalan masuk ke ruangan Nino.
"Ada apa?" tanya Adrian saat dirinya masuk keruangan Nino dan mendapati semua teman - temannya sedang bermain game.
"Dri elu udah nyampe, semua sini ngumpul!!" seru Nino.
"Tunggu bentar gue lagi tanggung.." kata Geva yang sedang main bola di playstation.
Nino berdiri dari duduknya dan tanpa ba bi bu be bo Nino langsung saja mencabut colokan tv dan juga playstationnya, kemudian ia kembali duduk ke tempatnya.
"Ya elah, rese banget sih elu.." sungut Geva, dengan kesal ia berjalan mendekati ketiga temannya yang lain.
"Makanya kalau di panggil itu langsung nyahut, kan bapaknya jadi marah.." ledek Adrian
"Padahal gue sedikit lagi menang.." keluh Geva.
"Bisa serius, ini penting!!" tegur Nino.
"Ada apa?" tanya Rangga
"Iya ada apa sih No, jangan sok - sok misterius gitu deh.." seru Geva
"Ini mengenai geng Shawol.." ucap Nino, ketiga temannya pun terdiam dan menatap Nino serius.
"Mereka gak terima dengan kemenangan kita kemaren." kata Nino.
"Itu urusan mereka, terima gaknya gak ada sangkut pautnya dengan kita. Yang jelas kita menang denga. cara yang bersih.." saut Adrian
"Mereka menuduh kita bermain gak sehat kemaren..."
"Jadi mereka mau nya apa?" tanya Adrian.
"Mereka nantangin kita buat balapan ulang.." jawab Nino
"Yaudah, kita terima tantangan mereka. Tapi tolong bilang sama mereka kalau ini merupanan balapan terakhir, malas banget gue ngulang - ngulang gini." ujar Adrian.
"Tapi Dri elu yakin pengen ngulang?" tanya Geva khawatir.
"Kenapa emang?" tanya Adrian.
"Gak, gue khawatir aja. secara elu kan tau gimana anak shawol itu" jawabnya.
"udah tenang aja, kita pasti menang kok." Kata Adrian yakin.
Ketiga sahabatnya pun saling pandang, sebenarnya mereka sangat ragu akan balapan kali ini, karena geng motor Shawol itu terkenal akan ke curangan dn kelicikannya
~
Pukul tujuh malam Adrian baru sampai di rumah, begitu sampai di rumah ia langsung menuju kamarnya.
Saat memasuki kamarnya, Adrian di buat terkejut dengan seseorang yang berdiri di hadapannya.
Seorang gadis yang berdiri di depan sebuah tas yang ada di atas tempat tidurnya hanya memakai handuk yang menutupi tubuhnya.
"Aaaa.... Kenapa elu masuk kesini!" sontak gadis itu pun berteriak, lalu karena kaget dia lari kedalam kamar mandi.
Adrian hanya mengernyitkan dahinya, heran melihat tingkah gadis itu yang tak lain adalah Kayla. Adrian mendekati walk in closet dan mengambil baju gantinya.
Sedangkan Kayla di dalam kamar mandi bingung harus berbuat apa, karena dia belum sempat mengambil pakaian gantinya, yang ia bawa hanya pakaian dalamnya saja, karena tadi dia asal mengambil pakaian tanpa melihat apa yang di ambil. Kayla tak biasa memperlihatkan tubuhnya seperti ini di deoan seorang pria ysng baru di kenalnya.
Dia sangat malu saat Adrian masuk dan melihatnya hanya menggunakan handuk selutut saja.
"Haa.... Apa dia melihat dada gue?" gumamnya
"Hais kenapa gue bego banget sih, udah jelas ini kamar seorang cowok, eh mala gak bawa baju ganti" sesalnya.
"Apa cowok itu masih ada di dalam kamar?" tanya nya.
Tok... Tok...
Kayla sangat kaget saat mendengar ketukkan pintu.
"Cewek aneh, apa elu mau tidur du kamar mandi?" tanya Adrian.
Tok.... Tok...
"Iya tunggu bentar..." saut Kayla
"Cepat gue mau mandi!!" seru Adrian
"Iya, tapi elu bisa keluar dulu gak?" tanya Kayla
"Enggak, cepatan keluar!!" teriak Adrian
"Gimana gue keluar kalau elu masih ada di dalam kamar..." balas Kayla
"Itu urusan elu bukan gue.." seru Adrian, ia mencoba membuka paksa pintu kamar mandi namun Kayla menahannya dengan sekuat tenaga.
"Jangan di tarik bego..." protes Kayla.
"Makanya cepat keluar!" ujar Adrian.
"Bentar - bentar...." Kayla mengambil handuk kecil yang ia lihat ada di kamar mandi.
Kayla membuka pintu kamar mandi dan dengan ceoat Kayla menutup wajah Adrian dengan handuk kecil yang diambilnya tadi.
Saat wajah Adrian tertutup dengan cepat - cepat Kayla mendorong tubuh Adrian untuk masuk kedalam kamar mandi dan menutup pintu dengan cepat.
~•••~