My Secret Wife

My Secret Wife
Episode 57



Sekitar jam sembilan pagi, Adrian baru bangun dari tidurnya, itu pun karena suara bising yang berasa dari ponselnya yang sedari tadi tidak berhenti berdering.


"Siapa sih, ganggu orang tidur aja."kesal Adrian. Ia meraih ponselnya yang berada di atas nakas.


"Papa?" ucapnya saat melihat nama papanya tertera di layar ponselnya.


"Ngapain papa nelpon jam segini" gumamnya.


Dengan malas Adrian menerima panggilan dari papanya itu.


^^^"Hallo pa" sapa Adrian^^^


"Kamu dimana?" tanya papa Bagas


^^^"Di rumah, emang dimana lagi..." jawab Adrian dengan suara serak^^^


"Kamu baru bangun tidur?" tanya papa Bagas curiga.


^^^"Iya..." jawab Adrian singkat^^^


"APA? JAM SEGINI KAMU BARU BANGUN?" teriak Bagas tak habis pikir.


^^^"Aaaaiiii... Papa kenapa harus teriak sih, papa mau bikin aku budeg" protes Adrian mengusap telinganya.^^^


"Biarin, biar budeg sekalian. Percuma juga punya kuping tapi tidak berguna sama sekali" tutur papa Bagas.


^^^"Maksud papa apa?" tanya Adrian bingun^^^


"Apa kamu lupa, kalau hari ini kamu mulai mengurus perusahaan?" seru papa Bagas


^^^"Huh... O iya aku lupa pa" ujar Adrin kagetia pun terduduk dari tidurnya. Adrian melirik jam di ponselnya dan betapa kagetnya dia saat melihat jam menunjukkan angka sembilan.^^^


"Udah sadar beneran kan sekarang?" tanya papa Bagas.


^^^"Yaudah, Rian matikan dulu ya. Bye" seru Adrian menutup sambungan telponnya.^^^


Dengan sedikit terburu - buru Adrian pun berlalari menuju kamar mandi.


Sekitar sepuluh menit Adrian keluar dari kamar mandi dengan selembar handuk yang menutupi tubuh bagian bawanya.


Ia pun berjalan ke walk in closet dan memasang baju resmi miliknya.


Adrian berdiri di depan kaca besarnya dan merapikan pakaiannya.


Setelah memastikan semuanya dalam keadaan baik, Adrian pun keluar dari kamar dan pergi menuju dapur.


Adrian duduk di salah satu kursi yang ada di meja itu.


"Mbak....." Adrian memanggil mbak Titin


Tak lama mbak Titin datang dengan sedikit berlari ke hadapan Adrian


"Iya ada apa den? " tanya mbak Titin.


"Sarapannya mana, aku udah laper banget ini?" tanya Adrian


"Tunggu sebentar ya den, mbak panasin dulu sarapannya." jawab mbak Titin


"Iya, tapi cepat ya mbak aku udah telat ini" jawab Adrian.


Mbak Titin pun berlalu pergi meninggalkan Adrian yang masih menunggu


Tak berapa lama mbak Titin pun datang membawa sarapan untuk Adrian, ia menghidangkannya di depannya.


"Selamat menikmati tuan" kata mbak Titin.


"Makasih mbak" balas Adrian.


Adrian pun mulai memakan Sarapannya, di suapan pertama Adrian mengernyitkan dahinya.


"Cewek itu masak lagi?" gumam Adrin dalam hatinya .


Tak butuh waktu lama Adrian menghabiskan sarapannya.


Adrian beranjak dari duduknya dan berlalu pergi ke perusahaan papanya.


~


Bel Istirahat telah berbunyi, kelas yang awalnya sunyi dan tenang pun berubah menjadi riuh.


"Sumpah ngantuk banget gue belajar sama ibu itu" keluh Sandra, ia merenggangkan otot lengannya yang teras sedikit kaku.


Kayla geleng - geleng mendengar keluhan Sandra.


"Kay, kita kekantin yuk..." ajak Sandra.


"Gak usah, gue tadi bawa bekal dan gue juga bawakan buat elu."seru Kayla.


"Asiiik makan enak" ucap Sandra semangat.


"Gimana kalau kita makannya di rooftop aja." saran Kayla.


"Boleh..." balas Sandra.


"Tapi sebelum ke sana kita beli minum dulu" kata Kayla.


"Yaudah ayo, nanti gak sempat lagi makannya." Sandra berdiri dari duduknya


Mereka berdua pun berlalu pergi ke kantin untuk membeli minuman.


"Tunggu di sini, biar gue aja yang beli." kata Sandra.


"Ok." ucap Kayla.


Sambari menunggu Sandra, Kayla mngeluarkan ponselnya dan dia membuka akun sosmednya. Karna terlalu gokus dengan ponselnya Kayla pun tidak menyadari kehadiran Ravi di belakangnya.


Tanpa banyak bicara, Ravi tiba - tiba merebut ponsel Kayla. Kayla mendongakkan kepalanya, melihat siapa yang telah merebut ponselnya.


"Eloo... Kembaliin ponsel gue!!" seru Kayla.


"Gak akan, sebelum elu menyelesaikan urusan elu dengan osis, maka jangan harap ponsel ini kembali." ujar Ravi


"Apaan sih?, sini in gak.." pinta Kayla yang berusaha merebut ponselnya dari tangan Ravi.


"Ikut gue!!" perintah Ravi dan berlalu begitu saja.


"Aish... Kok bisa ketemu dia sih, Sandra mana lagi?" ucap Kayla kesal.


"San..." panggil Kayla, berdiri di belakang Sandra.


"Eh Kay, elu kenapa masuk?"tanya Sandra heran.


"Ini elu makan lah duluan gue ada urusan dadakan" ujar Kayla.


"Urusan apa?" tanya Sandra.


"Udah nanti gue ceritain, yang jelas ponsel gue di tahan sama si ketua osis kurang kerjaan itu."tambahnya.


"Ya gak jadi dong kita makan di rooftop nya" seru Sandra.


"Mau bagaimana lagi, udah gue harus cepat."Kata Kayla berlalu pergi meninggalkan Sandra yang sedang cemberut.


Tok... Tok...


Kayla mengetuk pintu ruangan itu, ketika dia baru sampai di depan pintu itu.


"Masuk..." Saut seseorang dari dalam


Ceklek


Kayla membuka pintu dan mulai melangkah masuk kedam ruangan itu.


"Siniin ponsel gue!!" pinta Kayla saat ia sudah berdiri di hadapan Ravi.


"Duduk dulu!!" suruh Ravi.


"Jangan berbelit gue lagi gak mood ini" ujar Kayla.


Ravi menyerahkan selembar kertas kepada Kayla.


"Tanda tangani!!" suruh Ravi


"Apa ini?" tanya Kayla bingung.


"Baca lah!"kata Ravi


Kayla meraih kertas itu dan mulai membaca isi dari kertas tersebut.


"Apa - apaan ini, kalau bikin peraturun tu jangan seenaknya dong!" protes Kayla.


"Oo jadi elu menolaknya, baik silahkan bayar denda pelanggaran " ujar Ravi enteng.


Kayla kembali isi kertas itu dan melihat berapa denda yang di maksud Ravi itu.


Isi kertas:


...Surat perjanjian...




Pelanggar (Kayla) telah melakukan pelanggaran peraturan sekolah dan tidak mematuhi peraturan yang di buat oleh OSIS,




Langgaran yang di lakukan adalah


a. keterlambatan datang kesekolah dan,


b. Lari dari anggota OSIS saat akan di beri sanksi




Berdasarkan hukuman yang ada pelanggar harus bersedia menuruti semua perintah dari ketua OSIS.




Jika pelanggar tidak bersedia melakukan hal yang di atas maka pelanggar akan di kenakan denda sebesar satu juta rupiah.




"APA SATU JUTA"teriak Kayla Kaget, Ravi tersenyum mendengar teriakan Kayla


"Kalau bikin denda jangan sesuka nya gini dong, elo kira uang sebanyak itu mudah di cari." ujar Kayla menatap Ravi tajam.


"Sangat mudah, satu juta doang" balas Ravi sombong, Kayla terdiam dia lupa kalau disini semua murid berasal dari keluarga yang berada.


"Bagaimana elu pilih yang mana?..." tanya Ravi


"Aish.... Ini cuma seharikan, gue ngikutin perintahnya elu?...." tanya Kayla


"Selama seminggu" jawab Ravi.


"Lama banget, tiga hari ajalah ya ya" tawar Kayla


"Elu kira ini di pasar bisa di tawar." balas Ravi.


"Cepatlah gue belum makan ini!" desaknya


"Iya, iya dasar sok memerintah.." seru Kayla meraih pena yang ada di dekatnya dan dengan terpaksa Kayla pun menanda tangani surat perjanjian itu.


"Nah puas lo sekarang, kembalikan ponsel gue!" seru Kayla, ia merebut ponselnya yang sedang di pegang oleh Ravi.


Setelah mendapatkan ponselnya kembali, Kayla pun keluar dari ruangan itu.


"Akhirnya gue punya alasan buat selalu dekat denganya" gumam Ravi tersenyum meliha tanda tangan Kayla yang ada di kertas itu.


"Dekat dengan siapa?"tanya seseorang


~•••~


Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.


Terima kasih💜