My Secret Wife

My Secret Wife
Rpisode 123



Kayla dan teman - teman nya beserta Adrian sang suami, datang ke panti asuhan Pelitaku untuk memenuhi undangan dari Ibu Tika . Dalam rangka syukuran kecil - kecil sebagai bentuk suka cita mereka atas lulusnya Kayla dari sekolah SMA IDOL.


"Makasih ya semuanya, udah mau datang ke sini." ucap Bu Tika.


"Kita pasti datang kok, bu. Masa nggak sih."seru Sandra.


"Ibu seneng, Kayla membawa teman - teman nya juga kesini. Ayo semua nya jangan sungkan ya.." kata bu Tika, mempersilahkan semuanya untuk memakan hidangan yang telah di sediakan oleh ibu Tika dan anak - anak panti lain nya.


Semuanya tersenyum dan makan den hikma. Anak - anak panti pun sangat senang dengan kedatangan Kayla, mereka benar - benar sangat merindukan kakak nya itu.


"Kak Kay, aku sangat rindu sama kakak.." ucap Sasya memeluk Kayla


"Kakak, juga sangat merindukan kalian. Sini peluk kakak." kata Kayla merentangkan tangan dan dengan senyum di wajahnya menghambur ke pelukan Kayla.


"Kakak..." teriak mereka.


Ravi dan Adrian menatap, Kayla dengan senyuman. Hati mereka sama - sama terenyuh melihat pemandangan itu. Berbeda dengan Sandra dan Adit, mereka sedang saling bertatapan sinis.


"Nggak baik, lihat suami dengan mata besar seperti itu." kata Adit pelan


"Bodoh amat. Siapa bilang, elu itu suami gue. Ingat ya, calon suami." balas Sandra dengan nada kesal.


"Keras kepala.."desis Adit, kemudian kembali fokus ke makanan nya.


~


Setelah selesai dengan acara makan - makan dan teu rindu dengan para anak - anak panti. Kita Kayla dan yang lain sedang duduk santai di teras pantai sambil menikmati cemilan yang di siapkan oleh bu Tika.


"Ehmm.... Jadi, kapan nih. Kalian berdua, mau ngejelaskan semua nya sama gue?" tanya Kayla.


Senua orang terdiam, mereka sudah tau kalau Kayla pasti akan membahas masalah ini cepat atau lambat.


"Sayang, apa tidak sebaiknya . Masalah itu,kita bahas nanti aja?"tanya Adrian


"Kapan, sekarang adalah waktu yang pas. Bukannya, besok kita akan pergi Honeymoon. Aku mau, saat kita liburan nanti pikiran aku tenang."ujar Kayla.


"Hmm... Tapi, elu janji ya nggak marahan lagi sama gue." pinta Sandra.


"Iya, gue janji."


"Jadi gini. Kejadian nya tu saat kita lagi nyari elu di hutan."


"Kita bertiga, merasa nggak percaya dengan hasil pencarian Tim SAR. Yang mengatakan kalau elu hilang dan telah meninggal di makan hewan buas yang ada di hutan itu. Terus kita bertiga memutuskan untuk melakukan pencaharian sendiri dan nekat untuk masuk ke hutan...." kata Sandra menjedah ceritanya.


Kayla dan yang lain hanya diam mendengarkan cerita Sandra.


"Dan malam itu..."


"Malam?"potong Kayla.


Sandra mengangguk. "Iya kita tiga hari tiga malam di dalam hutan. Dan saat malam ketiga, tepat pada pukul 00.30. Saat kita sedang istirahat di tenda masing - masing. Tiba - tiba hujan deras dan angin kencang banget, hingga tenda kita pun ambruk dan juga rusak. Kita pun bergegas mencari tempat berteduh, dan gak tau dari mana asalnya kita lihat ada gubuk kosong gitu... Jadi kita pun bergegas kesana, dan juga tidur di sana sampai pagi..."Sandra berhenti sejenak, dia sebenarnya sangat malas menceritakan di bagian ini.


"Kok, berhenti? Lalu apa yang terjadi selanjutnya.?" tanya Kayla penasaran.


"Biar, gue yang ceritain."seru Adit.


FLASHBACK


Pukul 22.30 waktu setempat, suasana hutan sudah sangat gelap. Ravi, Adit dan Sandra pun sudah sangat lelah.


"Vi, gimana kalau kita istirahat. Kasihan Sandra, di pasti udah capek banget." kata Adit, yang melihat Sandra sudah sangat lelah.


Ravi menoleh kearah Sandra. "Yaudah, yuk kita cari tempat yang pas untuk bangun tenda."balas Ravi.


Mereka pun berjalan dan mencari tempat yang di rasa sangat aman untuk mereka tidur.


"Di sini aja, gimana?"tanya Adit.


"Hmm... Boleh juga, yaudah yuk kita bangun tenda nya."kata Ravi memerintah.


Ravi dan Adit pun mulai memasang tenda untuk tempat mereka tidur.


"Elu tidur di tenda tengah, apa tepi?" tanya Ravi kepada Sandra.


"Gue ,tengah lah. Yaudah, gue langsung masuk. Udah pegel banget ini badan."ujar Sandra, masuk kedalam tendanya.


"Yuk, kita juga masuk."ajak Ravi. Mereka pun masuk kedalam tenda dan mulai beristirahat.


Bruk


"Agrrrrrrr..." Teriak Sandra saat tenda nya roboh.


"Ravi, Adit tolong gue..." Ravi dan Adit pun dengan segera keluar dari tendanya dan kaget saat melihat keadaan tenda Sandra yang ambruk.


Dengan cepat Adit dan Ravi menolong Sandra."Elo, nggak apa - apa kan?"tanya Adit khawatir.


"Iya, gue oke." balas Sandra.


Bruk


Sreekk


Mereka kaget saat melihat tendanya yang rusak, temda Adit juga ambruk. Sementara tenda Ravi robek karena terkena gesekan kayu.


"Ayo cepat kita, pergi ke pemukiman. mana tau di sana ada tempat untuk berteduh malam ini. "ujar Ravi.


Kedua teman nya pun mengangguk dan dengan bergegas mereka pun turun ke bawah, ke pemungkiman warga.


Tidak jauh dari tempat mereka, Ravi melihat ada sebuah gubuk tua. Dia pun memilih untuk mengajak teman - temannya beristirahat di sana.


"Kita, berteduh di sana aja." tunjuk Ravi.


"Tapi, di sana kelihatannya horor deh Vi..."ucap Sandra sedikit taku.


"Udah, nggak ada pilihan lain lagi."kata Ravi menarik tangan Sandra.


Mereka bertiga pun masuk kedalam gubuk itu, tidak lupa juga Ravi mengucapkan izin dan salam sebelum masuk ke dalam gubuk tersebut.


"Mending kita disini dulu, paling enggak kita nggak kehujanan."ujar Ravi meletakkan tas ranselnya.


Adit pun mulai menerangin gubuk itu dengan senter yang di miliki oleh mereka.


"Yuk, tidur. Besok pagi - pagi kita akan mulai mencari Kayla kembali." ujar Ravi.


"Gue di tengah.."


"Tapi..."


"Bodo, gue takut..."Sandra memotong ucapan Adit dan mulai meringkuk di antara Adit dan Ravi. Adit, sangat kaget dengan Sandra, dia menatap kearah Ravi.


Seakan mengerti."Udah biarin aja, yang penting jangan macam - macam."Kata Ravi, mulai membaringkan tubuhnya di samping Sandra. Awalnya Adit sangat Ragu, tapi karena dia pikir semua akan baik - baik saja. Lagi pula mereka juga bertiga, jadi nggak akan ada yang salah.


Ke esokan hari nya


Ravi terbangun lebih dulu, dia melihat ke sekeliling nya. awal nya Ravi menatapa aneh, kemudian dia baru ingat kalau mereka sedang menginap di sebuah gubuk. Ravi menoleh ke samping, dia melihat kalau kedua temannya masih tidur pulas.


"Mumpung mereka lagi tidur, mending gue pergi cari makanan untuk sarapan." gumam Ravi. Dia pun berlalu meninggalkan kedua teman nya itu.


Selang berapa menit setelah kepergian Ravi, tiba - tiba masuklah 3 orang bapak - bapak kedalam gubuk itu. Mereka sangat kaget saat melihat sepang pria dan wanita sedang tidur di gubuk kosong dalam keadaan berpelukan.



Brak


"APA - APAAN INI?" teriak salah seorang pria itu.


Sandra dan Adit sangat kaget saat mendengar teriakan sang bapak. Belum lagi, mereka yang kaget akan posisi tidur mereka.


"Gini pak, saya bisa jelaskan." kata Adit


"Apa lagi yang perlu di jelaskan, kita udah lihat senuanya dengan mata kepala kami sendiri."kata bapak itu tegas.


"Ini tak seperti yang bapak - bapak fikirkan. Kita nggak ngapa - ngapain kok pak, kita ini teman. Saya berani bersumpah pak." kata Adit.


"Kamu pikir, kami akan percaya. Sudah ayo kita bawa aja mereka ke aula, biar mereka di nikahkan di sana. Lama kelamaan disini, bisa - bisa kampungkin kena sial karena mereka."seru bapak tadi.


Bapak - bapak itu pun menyeret tubuh Sandra dan Adit keliar dari gubuk. Saat sampai di luar, mereka bertemu dengan Ravi


"Viii....Tolongin kita "cicit Adit menatap Ravi.


~•••~