
Kayla mengecek keadaan Adrian, ia melakukan tugasnya sebagai seorang istri dengan sangat baik, bahkah Kayla terlihat sangat teliti dalam merawat pria itu.
"Tadi kata mbak dia udah sadar, tapi ini kenapa baju nya nggak di ganti?" kata Kayla, yang melihat baju yang di gunakan oleh pria itu masih baju yang sama dengan yang digunakan pria itu tadi malam.
"Baiklah mari kita ganti..." ucap Kayla semangat.
"Eh eh tapi dia kan udah sadar, mending gue coba bangunin aja." imbuhnya.
"Adrian... Hey...bangun bentar ganti bajunya dulu..."Kayla menggoyang - goyangkan bahu pria itu pelan
"Ihhh kok nggak bangun - bangun sih, atau dia pingsan lagi." ujarnya.
"Adriaan... Hey bangun ganti baju dulu, ntar luka nya infeksi." Kayla kembali menggoyangkan bahu Adrian pelan.
Namun, pria itu tak juga bergeming, melihat hal itu Kayla jadi sedikit kesal tapi Kayla mencoba untuk sabar, akhirnya dia memutuskan untuk mengganti baju Adrian sendiri.
"Bener - bener dah ni cowok.." kata Kayla.
Kayla berjalan ke arah lemarinya dan mengambil baju Adrian yang sengaja diambil dan di simpannya di sana untuk jaga - jaga.
"Hufft... Aduhh ini buka bajunya susah banget lagi, perasaan tadi malam nggak seberat ini" gumamnya.
Dengan sedikit bersusah payah Kayla akhirnya menyelesaikan proses mengganti baju Adrian. Setelah mengganti baju, Kayla oun merapikan letak selimut di tubuh pria itu.
Saat Kayla hendak pergi, tiba - tiba tangannya di tarik oleh Adrian, hingga tubuhnya terjatuh dan menimpa tubuh pria itu.
"Aw..." ringis Adrian
"Aduhhh... Ih elu apaan sih main tarik - tarik, ini lukanya nanti ke buka lagi gimana" omel Kayla, ia berusaha untuk bangkit dari posisinya.
"Mau kemana?..." tanya Adrian menahan tangan Kayla.
"Mau keluar, ngap gue dalam mulu." balas Kayla.
"Sini aja, gue bosan disini sendirian...." ucap Adrian.
"Itu urusan elu, nggak ada hubungannya sama gue"balas Kayla.
"Yaudah pergilah! pergilah sana gue juga gak butuh istri kayak elu, yang suka kelayapan nggak tau suami sakit di rumah." ujar Adrian menghempaskan tangan Kayla.
"Itu urusan gue bukan urusan elu, lagian gue kira elu gak butuh gue buat ngerawat elu, mana pacar elu yang itu?" balas Kayla.
"Jelas urusan gue, karena elu itu ist..."
"Ingat hanya di atas kertas dan kayanya elu lupa deh sama surat perjanjian yang elu bikin sendiri itu" potong Kayla.
Adrian terdiam, bagaimana dia bisa melupakan akan hal itu, dan yang membuatnya tak habis pikir, entah kenapa dia kalau melihat Kayla seakan matanya tak ingin beralih untuk lepas memandang gadis itu.
Belum lagi emosinya yang terkadang mudah naik turun karna gadis itu.
"Gue ingat dan gak mungkin gue lupa akan hal itu." katanya
"Terus kenapa, elu selalu bersikap di luar batas bambang?...." tanya Kayla.
"Gue cuma nguji elu aja, lagian disini bukan cuma gue yang melakukan pelanggaran, elu juga." balas Adrian
"Kapan? Kapan gue melanggar? Dan peraturan yang mana yang gue langgar?" tanya Kayla menatap Adrian sengit.
"Itu tadi elu usap - usap badan gue, apa? Bukan kah itu juga pelanggaran" kata Adrian
"Ha... Ha... Bengek gue lama - lama ngadepin elu." seru Kayla
"Itu gue lakuin juga demi kebaikan elu dan tolong di ganti bahasanya. .Apaan usap - usap? Ntar di dengar sama orang budeg bisa salah paham."sanggah Kayla.
"Emang bener kenyataannya begitu, elu ambil kesempatan dalam ketidak berdayaan gue." seru Adrian.
"Huh... Serah elu deh, gue capek dan malas debat ama elu." balas Kayla berjak berdiri dan berlalu pergi meninggalkan Adrian di dalam kamar sendirian
"Gue selalu lose control kalau dekat dia.." ucap Adrian menatap langit - langit kamarnya.
Sementara Kayla ia pergi ke ruang tamu dan mendudukkan tubuhnya di sofa dekat telpon rumah.
"Tas gue, di bawa gak ya sama Sandra?" gumam Kayla
Drrrrtttt....
"Hallo, ini siapa?" tanya Sandra
^^^"Hallo San, ini gue Kay.." jawab Kayla^^^
"Kayla, Kay elu kemana aja?" tanya Sandra berteriak.
^^^"Aishh.... Suaranya.." keluh Kayla menjauhkan ganggang telepon itu dari telinganya^^^
"Sorry.." ucap Sandra
"Tapi elu kemana aja Kay, elu tau gak sih gue khawatir banget sama elu yang tiba - tiba ngilang gitu aja" kata Sandra, Kayla Tersenyum mendengar ucapan sahabatnya itu.
^^^"Sorry gue udah bikin elu khawatir, tadi ada yang ngurung gue di toilet." ujar Kayla pelan ia takut kalau Adrian mendengarnya.^^^
"APAAAAA?..." pekik Sandra
"Aish.. Hobi banget sih teriak - teriak ..." protes Kayla
"Elu serius, siapa yang udah ngelakuin ini ke elu?" tanya Sandra.
^^^"Gue juga nggak tau, tadi pas gue masuk ke toilet pintunya baik - baik aja, tapi pas gue mau keluar lagi pintunya udah gak bisa lagi di buka "jelas Kayla^^^
"Trus gimana keadaan elu sekarang? Elu nggak kenapa - kenapa kan?" tanya Sandra
^^^"Gue udah baikan kok, untung ada Ravi yang nyelamatin gue, kalau nggak ada dia mungkin gue udah tinggal nama deh sekarang." ujar Kayla^^^
"Ravi?"
^^^"Iya, dia yang nyelamatin gue dan katanya, dia mencari gue ke seluruh sudut sekolah berulang kali hingga ia mendengar suara gue minta tolong" ujar Kayla^^^
"Cieee yang di selamatin sama ayang" goda Sandra
^^^"Apaan sih. O iya tas gue sama elu?" tanya Kayla^^^
"Iya tas elu sama gue, tadi mau gue antar ke rumah elu tapi gue nggak tau alamat elu di mana." Kata Sandra.
^^^"Yaudah elu tolong bawain besok ya, gue tutup dulu teleponnya,bye" ucap Kayla.^^^
"Cepat banget kita kan belum selesai ceritanya.." protes Sandra.
"Gue capek banget, pengen tidur cepat, uda ya bye"ucap Kayla menutup panggilan mereka.
"Bisa gawat kalau gue lanjutkan cerita sama Sandra,ntar ni mulut gak bisadi ajak kopromi" kata Kayla memukul ringan mulutnya.
Kayla berlalu dari ruang tamu dan pergi ke dapur untuk mengambil makanan ringan untuk di bawanya ke dalam kamar.
Kayla yang sedang asik menyusun beberpa toples snack ke atas nampan pun di kagetkan dengan ke datangan mbak Titin.
"Non..." panggil mbak Titin Tiba - tiba.
"Eh iya mbak ada apa? Aduh kaget lo aku." Kata Kayla mengusap dadanya.
"Itu di depan ada yang nyariin"
"Siapa?" tanya Kayla.
"Nggak tau non, tapi katanya dia lagi nyari non." jawab mbak Titin.
"Hmm... Baiklah makasih ya mbak."Ucap Kayla
Kayla meninggalkan snacknya dan berjalan kedepan ke pintu utama
Ceklek
Kayla membuka pintu rumah dan melihat siapa yang datang mencarinya. Saat membuka pintu Kayla melihat seseorang yang sedang berdiri membelakanginya.
"permisi siapa ya?..." seru Kayla kepada orang itu.