My Secret Wife

My Secret Wife
Episode 61



Prok... Prok...


"Hebat... Hebat..." ucap Adrian berjalan menghampiri Kayla.


Kayla dengan berani membalokkan badannya mengadap kearah Adrian, ia menundukkan kepalanya. Ia tahu dirinya sangat bersalah akan hal ini.


"Dari mana?" tanya Adrian.


"Kenapa jam segini baru pulang?" tanya nya lagi.


Kayla masih diam, ia tak sanggup untuk melihat wajah Adrian, karena dari nada suaranya saja Kayla sudah tahu kalau Adrian sedang sangat marah.


"Kenapa diam, kalau orang bertanya itu di jawab!" bentak Adrian.


Seketika air mata Kayla keluar, saat mendengar suara bentakan dari Adrian.


Adrian mengangkat wajah Kayla hingga gadis itu menatap wajahnya.


"Siapa yang ngantar elu barusan?" tanya Adrian menatap Kayla tajam


"T-teman" jawab Kayla.


"Teman? Cewek atau cowok?" tanya Adrian


"C-cowok."


"Apa dia pacar elu?" tanya Adrian


"B-bukan"


"Buukan? Dia bukan pacar elu, tapi elu udah tidur dengannya...."


Plak


Belum sempat Adrian menyelesaikan ucapannya, Kayla sudah melayangkan tamparan di pipinya.


"Kalau ngomong pakai otak sedikit!! Elu kira gue cewek apaan, elu kira gue semurahan itu. Gue bukan elu yang berani nyosor cewek yang belum halal." kata Kayla emosi, Adrian membelalakkan matanya saat mendengar ucapan Kayla


"Dia itu Ravi teman gue, dan dia itu cuma ngatar gue karna tadi gak ada bis pas gue pulang...."imbuhnya


"Terus kenapa gak langsung pulang, kenapa harus pake tidur berdua di mobil segala, huh. Itu namanya elu beda sama gue?" balas Adrian menyudutkan Kayla.


"Dari mana dia tau kalau kita tidur di mobil? " tanya Kayla dalam hati, ia memundurkan langkahnya saat Adrian melangkah Maju.


"Tadi pas sampai di halte, gue ketiduran dan dia gak mau bangunin gue, karena katanya tidur gue terlalu nyenyak" jawab kayla


"Alasan.." seru Adrian.


"Lagian kalau elu gak ada bis atau kendaraan saat pulang kenapa elu gak hubungi gue aja, kenapa harus minta bantu sama cowok lain?" tanya Adrian.


"Huft... Emang elu kira gue bego apa, gak mungkin gue minta jemput sama orang yang gak pernah anggap gue ada dan lagi pula kalau gue minta jemput sama elu, apa elu mau melakukannya?" tanya Kayla balik.


"Ya , setidaknya gue bisa suruh supir buat jemput elu." seru Adrian


"Gue gak biasa akan itu, gue bukan orang yang biasa diantar jemput pake mobil mewah." jawab Kayla.


"Pelankan suara elu, elu kira gue budeg apa pake teriak - teriak gitu." protes Kayla yang merasa risi karna Adrian selalu berteriak di dekatnya.


"Kalau iya kenapa, apa gue salah kalau berdekatan dengan pria lain? Emang elu aja yang boleh berdekatan dengan wanita mana pun" tantang Kayla, menatap Adrian nyalang, entah kemana rasa takutnya tadi.


"Gu.e ini cowok, gak masalah kalau dekat dengan cewek mana pun, dan kalau gue dia apa apain juga gak akan ada bekas sama gue. Beda sama elu!!"balas Adrian.


"Ravi itu bukan orang jahat seperti yang elu tuduhkan itu! Dia gak pernah nyakitin gue dan malahan dia selalu jagain gue" seru Kayla sengaja membaik - baikin nama Ravi di depan Adrian.


"Sepertinya, kenal banget ya sama dia, atau jangan - jangan kalian punya hubungan yang lebih dari sekedar teman!" entah kenapa Adrian merasa tidak terima ketika Kayla membela pria laim di hadapannya.


"Kami tidam seperti itu! Lagi pula kenapa elu harus marah kalau gue dekat dengan Ravi? Itu kan bukan urusan elu!" teriak Kayla kesal karena Adrian semakin mendesakkannya ke pintu.


Adrian membungkukan mensejajarkan tingginya dengan gadis itu dan mengatakan dengan tatapan menusuk.


"Sepertinya elu lupa akan posisi elu sekarang. Kalau begitu biar gue ingatkan kembali..." Adrian sengaja menjedah ucapannya


"Dan tadi elu bilang kalau gue suka nyosor sembarangan cewek yang belum halal bagi gue kan, kalau gitu gue mau nyoba gimana rasanya punya yang udah halal" ucap Adrian tepat di depan wajah Kayla. Kemudian menarik pergelelangan gadis itu dengan kasar memasuki kamar Kayla tanpa memperdulikan Kayla yang meronta - ronta minta di lepaskan.


"Adrian lepasin.... Lepasin!!!" Kayla terus meronta sekuat tenaga, tetapi Adrian seolah tuli dan tak menghiraukan teriakan gadis itu.


Adrian membuka pintu kamar dengan tidak sabaran, setelah mereka masuk ke dalam di bantingnya pintu itu dengan kencangnya hingga membuat Kayla berjengit kaget karena bunyi dentuman hebat itu mengakibatkan getaran di dinding serta jendela.


"Awhh.... Adrian tolong lepaskan tangan gue sakit!" Kayla sudah hampir terisak karena pergelangan tangannya semakin terasa sakit serta berdenyut karena Adrian mencengkram dan menariknya tanpa ampun.


Di hempaskannya tubuh Kayla ke atas ranjang yang di susul olehnya, tubuh kokohnya mengungkung di atas tubuh mungil itu dan mengunci pergerakannya.


"Adrian, elu mau apa!" teriak Kayla takut.


"Kita bisa bicarakan semuanya baik - baik, bukan dengan cara seperti ini!" pekik Kayla. Ia sungguh sangat ketakutan melihat sorot mata Adrian yang tajam terasa seperti hendak mengobrak - abrik jiwanya.


Bahkan sekarang wajah mereka hanya berjarak satu jengkal saja, membuat keduanya bisa merasakan embusan hangat napas masing - masing.


"Tidak, tidak gue mohon jangan lakukan itu!" ucap Kayla menggelengkan kepalanya.


"Kenapa? Takut?" tanya Adrian,


"Gue mohon,.. Ingat perjanjian yang elu bikin kemaren!" Pekik Kayla saat Adrian semakin mendekatkan wajahnya.


"Gue gak peduli akan itu, yang jelas sekarang gue harus mengingatkan elu akan posisi elu!" ujar Adrian tegas dei depan bibir Kayla.


Tanpa basa basi lagi fi pagutnya bibir ran yang sedikit terbuka itu tanpa memberi kesempatan kepada Kayla untuk menolak ataupun menerima, Adrian mendesakkan dirinya dan mencium Kayla meluapkan segala rasa cemburu yang menyiksanya.


Kayla berusaha memalingkan wajahnya kekiri dan ke kanan, tetapi pria itu mengunci pergerakannya. Tangan Adrian mencekal kedua tangan Kayla di atas kepalanya, sementara tangan yang satu lagi mencengkeram rahang gadis itu agar tidak bisa memalingkan wajahnya saat Adrian melahap bibirnya tanpa ampun, sedangkan kedua kakinya terkunci oleh kungkungan tubuh kokoh tersebut.


Awalnya, ciuman itu bermaksud untuk memperingatkan Kayla sehingga pagutan kasar Adrian penuh kemarahan serta kecemburuan, tetapi lama - kelamaan, kelembutan dan kemanisan bibir Kayla malah memabukkan dirinya.


Ciumannya berubah menjadi lebih lembut dan hasratnya mulai sedikit demi sedikit membakar dirinya.


~•••~


Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.


Terima kasih💜