
Hari ini adalah hari kelulusan dan berbarengan dengan dilakukan nya acara perpisahan sekolah. Kayla sangat kaget, saat menunggu detik - detik pengumuman kelulusab nya ini.
"Sayang, kamu kok gelisah gitu sih. Tenang aja, kamu pasti lulus kok." kata Adrian mencoba menenangkan Kayla. Adrian meraih tangan istri nya dan menggenggam nya.
"Aku sangat gugup kak, aku takut membuat kalian kecewa dengan hasilnya." kata Kayla menatap Adrian.
"Hey, nggak akan ada yang kecewa. Kita semua akan bangga dan bahagia apa pun itu hasil nya nanti." jelas Adrian
Kayla, menyandarkan kepalanta di bahu Adrian
"Ehem" dehem seseorang, dari belakang mereka. Kayla dan Adrian menoleh kebelakang. Melihat siapa yang bersuara tadi.
"Sandra?"
"Dasar, pengantin baru. Mesraan mulu, nggak peka banget sih kalian kalau di sini itu masih ada jomblo yang akan iri." seru Sandra cemberut.
Kayla dan Adrian pun tertawa mendengar celetuk Sandra.
"Eh, San. Bukan nya elo itu sebentar lagi bakal nikah sama Adit?" tanya Adrian. Sandra membesarkan matanya kaget, saat mendengar pertanyaan Adrian.
"Husst... Kakak bisa diam nggak? Ember banget tu mulut." ujar Sandra
"Maksudnya, menikah dengan Adit apa? Sandraaaa.." Kayla menatap Sandra penuh tanda tanya.
"Hais... Ribetkan jadinya."seru Sandra
"Gini, Kay. Ntar gue jelasin ya." jawab Sandra
"Tega banget elu main rahasia - rahasia sama gue.."kata Kayla berbalik menghadap kedepan, dia begitu kesal saat tau kalau sahabat nya sendiri nggak mau terbuka dengan nya.
"Kay, Kayla gue minta maaf.." cicit Sandra.
"Tu kan, kak Adrian. Elo sihh.." Sandra menatap Adrian kesal.
"Ya mana gue tau, gue kira elu udah cerita sama Kayla."ujar Adrian tersenyum tanpa dosa.
Sandra berdiri dari duduknya dan berpindah duduk di samping Kayla.
"Kayla, Kay..." panggil Sandra.
Kayla membuang muka, dia sangat kesal dengan sahabatnya itu.
"Please jangan ngambek dong Kay. Gue nggak maksud buat nggak cerita sama elu, tapi..."
"Baiklah kita masuk ke acara selanjutnya, yaitu pengumuman kelulusan peserta didik SMA IDOL."ucap MC memotong ucapan Sandra.
"Kay, setelah ini gue akan jelasin semuanya sama elo ya." kata Sandra, berharap Kayla menatapnya. dan Sandra pun kembali ke tempat duduknya semula.
"Kamu marah sama Sandra?" tanya Adrian berbisik di telinga Kayla.
"Nggak marah, tapi kesal aja."balas Kayla.
"Dengerin penjelasan dia dulu, dia ada alasan untuk semuanya."seru Adrian masih dengan berbisik.
"Itu kita bahas nanti aja, sekarang kita fokus ke depan aja." kata Kayla, menatap ke depan.
Adrian menatap Kayla dan menoleh ke depan, melihat kearah Sandra.
"Pokoknya, kakak harus tanggung jawab buat bantu jelasin ke Kayla."rengek Sandra , dengan suara pelan.
"Iya, elu tenang aja. Ntar gue bantu."kata Adrian kemudian menoleh ke depan memperhatikan MC sedang mengumumkan nilai - nilai siswa yang berprestasi.
"Baiklah, saya akan membacakan siswa - siswa yang berprestasi di kelas Ipa 1. Kelas Ipa 1 tolong dengarkan ya, dan untuk anak Ips yang di sudut sana. Mohon suaranya, kita gantian ya bicaranya.." kata MC sambil menegur anak - anak kelas IPS yang sedang asyik ngobrol dan tertawa keras.
Kayla menggenggam tangannya sendiri, dia sangat gugup saat detik - detik seperti ini. Adrian yang melihatnya pun mengambil tangan Kayla dan menggenggamnya.
"Untuk mempersingkat waktu, saya akan langsung saja. Siswa yang menduduki peringkat ke tiga, adalah AMEL SUCI KURNIA dengan nilai 9,03. Kepada Amel di persilahkan untuk maju ke depan." kata MC.
"Berikutnya, peringkat kedua di duduki oleh SANDRA PUTRI ADMAJA , dengan nilai 9,23. Kepada Sandra di persilahkan maju kedepan."
Kayla tersenyum senang, melihat Sandra yang begitu bahagia. Akhirnya sahabatnya itu sukses membuktikan kepada kedua orang tuanya, bahwa dia tidaklah terlalu bodoh - bodoh amat dan juga bisa di bangga kan. Ya meski pun, ini semua tidak terlepas dari bantuan Kayla mengajarnya.
Kayla semakin menggenggam tangan Adrian, karena tinggal satu posisi lagi yang tersisa. Akan kah tempat itu masih menjadi miliknya seperti tahun - tahun sebelumnya.
"Dan inilah saat - saat yang kita tunggu, siswa yang menduduki posisi satu adalah......"MC dengan sengaja diam sejenak dan memberi jedah.
"Hais... Kenapa dia malah diam?"gerutu Kayla menatap MC dengan kesal.
"Haha... Baiklah, mungkin semuanya sudah sangat penasaran ya. Tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Siswa yang menduduki peringkt satu dengan nilai sebesar 9,80 . Wow, ini bisa di katakan. Hampir sempurna ya." kaget MC saat membacakan nilai itu.
"Siswa yang mendapatkan nilai tersebut adalah... MIKAYLA ANGRAINI PUTRI. kepada Kayla di persilahkan maju ke depan" pangil MC.
"Yes.... Yes... Yes..." Kayla dengan refleks memeluk Adrian, dia sangat kaget saat mendengar nama nya di panggil.
"Selamat ya, sayang." bisik Adrian.
"Sudah, sana ke depan."suruh Adrian melepaskan pelukannya.
Kayla mengangguk dan melangkah dengan haru kedepan dan berdiri di samping Sandra.
"Kaylaaa.... Selamat." sambut Sandra, girang sambil memeluk Kayla.
Mereka berdua nggak menyangka kalau mereka berdua akan berdiri bersama di depan orang banyak hari ini seperti ini.
~
Setelah semua acara perpisahan di sekolahnya selesai, Kayla pun mengajak Adrian untuk pulang.
"Kenapa cepat sekali? Apa kamu nggak mau gitu ngumpul bentar dengan teman - teman mu yang lainnya untuk berpoto dan meninggalkan kenangan bersama."seru Adrian
"Nggak tadi kan ,aku udah foto sama teman - teman dan sahabat aku. Yuk, pulang. Ibu dan yang lain pasti udah nungguin kita."ajak Kayla.
"Yaudah yuk."
"Hmm... Tapi, kak. Tadi aku ngundang Sandran, Adit dan Ravi boleh ya,kak?"tanya Kayla sedikit takut.
"Kali ini boleh, karena kamu udah buat aku bangga." jawab Adrian.
Mereka pun mulai meninggal kan perkarangan sekolah dengan di ikuti Sandra,Adit dan Ravi dari Belakang dengan menggunakan mobil Ravi.
Sandra sangat resah di dalam mobil, dia sedari tadi duduk di bangku belakang dengan gusar.
"Elu, kenapa sih San? Dari tadi gelisah gitu."tanya Adit, menoleh kebelakang dan Ravi melihatnya dari kaca mobil.
"Kayla sudah tau kalau kita akan menikah." seru Sandra.
"Bukan akan, tapi sudah menikah."saut Ravi.
"Yang kemaren gue anggap belum sah, pokoknya harus di ulang dan di saksikan oleh keluarga gue."balas Sandra tak terima.
"Tapi, tetap aja. Kalian itu udah suami istri yang sah."tambah Ravi, tersenyum mengejek.
"Ini, semua gara - gara elo tau nggak. Kalau aja, waktu itu elu nggak ninggalin kita berdua." kesal Sandra.
"Sudah - sudah, kalian berdua bisa diam nggak, berantem mulu."sela Adit menatap Ravi dan Sandra bergantian.
"Dan, buat elu. Saran gue, mending elu ceritain semuanya tanpa ada yang di sembunyiin sedikit pun dari kayla, dari pada ntar ribet urusannya ."seru Adit serius.
"Tapi..."
"Elu, bisa nggak sekali - kali dengerin omongan gue!!"seru Adit tegas.
"Ehemm... Cie yang di marahin sama suami."ledek Ravi
"Elu juga!!" Ravi pun terdiam dan menahan tawa nya. Sementara Sandra menekuk kan wajahnya, belum apa - apa dia sudah di marahin sama suami dadakan nya itu.
~•••~