
Adrian selesai mandi dan ia juga sudah mengenakan pakaiannya. Sambil menggosok rambutnya yang basa dengan handuk kecil.
"Geva udah selesai apa belum ya?" ucapnya.
"Gue coba vc kali ya" ucapnya lagi. Ia pun berjalan kearah ranjang dan melempar handuk kecilnya ke sembarangan arah.
Adrian meraih ponselnya yang terletak di atas meja kemudian ia membaringkan tubun nya di atas ranjang.
"Geva... Geva... Nah ini dia" ujarnya saat menemukan nama kontak WA Geva
Tuuuuuutttt..... Tuuuuuutttt....
"Kok gak di angkat sih" gumam Adrian menatap layar ponsel nya.
Tuuuuutttt.... Tuuuuuuttttt.....
"Hais... Gak di angkat lagi" Adrian melempar ponselnya ke sisi ranjang yang kosong.
"Besok aja gue urus, mending gue tidur aja" ujarnya. menarik selimut.
Saat hendak menutup mata Adrian jadi teringat dengan pesan dari Kayla.
"O iya pesan cewek bar - bar itu belum gue balas." gumamnya.
Kemudian Adrian mengambil kembali ponselnya dan mengetikan beberapa kata lalu di kirim nya kepada Kayla. Lalu iya meletakkan kembali ponselnya.
~
Pagi harinya seperti biasa sebelum ke sekolah Kayla terlebih dahulu mengantarkan kue - kue ke warung sekitar dulu.
Setelah selesai mengantarkan semuanya baru lah Kayla berangkat ke sekolah.
"What... Telat lagi" pekiknya kaget saat melihat jam tangannya.
Kayla berlari menuju sekolahnya dan ke beruntungan masih memihak kepadanya. Kali ini Kayla tidak bertemu dengan pak toyo dan juga si osis jedag jedug itu.
Kayla berlari menuju ke kelas dengan buru - buru, sesampainya di kelas, dengan nafas yang masih ngos - ngosan, dia segera duduk sambil menyenderkan kepalanya di kursi, Sandra menatap kearah Kayla dengan tatapan heran.
"Kay.." panggilnya.
"Tunggu bentar, nyawa gue belum terkumpul semua." saut Kayla yang masih berusaha mengontrol nafasnya.
"Kay elu kenapa ngos - ngosan gitu?" tanya Sandra yang melihat Kayla sudah agak mendingan
Kayla tidak menjawab pertanyaan sahabatnya itu, ia masih sibuk mengatur nafasnya yang masih terasa sesak.
"Kay, kok diem aja sih, jawab napa?" seru Sandra.
"Akhhh berisik tau gak San, gue atur nafas dulu, " jawab Kayla sedikit membentak Sandra, ia masih berusaha mendinginkan tubuhnya yang terasa panas akibat dia berlari tadi.
"Iya deh maaf" balas Sandra.
"Sorry" ucap Kayla saat melihat Sandra yang tampak murung mungkin karena ucapannya barusan.
"San, sorry gue gak bermaksud membentak elu" seru Kayla.
Sandra menoleh kearah Kayla. " Iya gak apa - apa, lagian gue juga salah kok" balasnya.
"Elu belum jawab pertanyaan gue, kenapa elu ngos - ngosan?" Sandra mengulang pertanyaannya.
"Niat banget pengen nanya, pake di ulang segala tu pertanyaan" sungut Kayla.
"Kan penasaran" balas Sandra.
"Gue tadi telat bangun lagi, makanya jadi telat juga ke sekolah"
"Terus kue - kue elu siapa yang ngantar?" Tanya Sandra.
"Ya guelah markonah, siapa lagi" jawab Kayla.
"Ya pantesanlah elu telat" seru Sandra.
"Tapi untungnya gue gak ketemu sama anggota osis pagi ini.." seru Kayla
"Kenapa emangnya?" tanya Sandra.
"Makanya jangan telat" ucap Sandra.
"Ah resek elu, kalau gak telat bangun gue juga gak bakalan telat. Gak tau kenapa akhir - akhir ini gue jadi susah banget buat tidur" keluh Kayla.
"Kenapa? Apa ada sesuatu hal yang mengganggu fikiran elu?" tanya Sandra.
"Gak tau juga" Kayla menggelengkan kepalanya.
"Udah ah jangan tanya - tanya mulu, itu pak Wahid udah dateng dan gue gak mau di hukum" bisik Kayla kepada Sandra.
Sandra menoleh ke depan dan ternyata benar guru galak itu sudah duduk di mejanya dan sedang mempersiapkan bahan ajarannya.
"Selamat pagi anak - anak..." sapa pak Wahid kepada murid - muridnya.
"Pagi pak...." jawab mereka kompak.
"Kumpulkan tugas kalian kemarin, dan bagi yang tidak mengerjakan silahkan tinggalkan jam pelajaran saya sekarang!!...." ucap pak wahid tegas.
"Shitt..." umpat Kayla kesal, karena dia belum mengerjakan tugas yang di berikan pak Wahid kemaren.
"Kenapa?" tanya Sandra yang mendengar umpatan Kayla.
"Gue lupa ngerjainnya, semalam saat elu pulang gue langsung tidur pas masuk kamar" jawab Kayla.
"Elu gimana uda ngerjain?" tanya Kayla balik. Sandra diam tampak seperti sedang berfikir, kemudian ia pun menggeleng sembari tersenyum.
"Ha seriusan elu belum ngerjainnya? Tumben?" tanya Kayla kaget, karna tak biasanya Sandra tidak mengerjakan tugas.
"Gue sama kaya elu, lupa" jawab Sandra tersenyum kepada Kayla
"Astaga... Gue kira elu udah ternyata belum juga" seru Kayla geleng - geleng.
"Kayla dan Sandra, tugas kalian mana?" tanya pak Wahid. Kayla dan Sandra pun saling pandang.
"Kaliaaan keluaaaarrrr...." tegas pak Wahid, membuat sisi kelas menoleh ke arah mereka berdua dan juga kepada guru galaknya itu secara bergantian.
"Kita pak?..." tanya Sandra memastikan.
"Iya kalian...! Dari tadi bapak perhatikan kalian ngobrol terus dan bapak yakin kalian pasti tidak mengerjakan tugas yang bapak berikan. Sekarang kalian keluaarrr!!..." tegs pak wahid sekali lagi.
Mau tidak mau mereka akhirnya keluar, Kayla membawa semua buku pelajarannya itu. Dia beniat akan mengerjakannya di perpustakaan, ya meskipun tidak di nilai tapi Kayla tidak ingin melupakan tanggung jawabnya sebagai siswa begitu saja.
"Yuk Kay" seru Sandra.
"Iya yuk"
"Bye teman - teman" ucap Sandra sembari melambaikan tangannya kearah teman - teman sekelasnya.
"Dasar murid aneh, di suruh keluar kok malah terkesan bahagia ." gumam pak Wahid.
"Ayo siapa lagi yang tidak mengejakan tugas?!!" tanya pak wahid. Semua siswa hanya diam menanggapi pertanyaan gurunya itu.
"Bagus, kalian jangan mencontoh mereka berdua." ucap guru itu lagi.
" Tapi tumbenan Kayla gak ngerjain tugas, biasanya dia yang selalu paling awal mengumpulkan tugasnya" gumam Wahid dalam hati.
Awalnya mereka memutuskan untuk ke perpus mengerjakan tugasnya, tapi karena suara cacing perut Kayla yang meronta minta di isi. Jadi mereka. Memutuskan untuk pergi ke kantin, sambil menunggu bel istirahat dan jam pelajaran pak Wahid selesai.
Setelah sampai di kantin, Sandra dan Kayla memesan makanan favorit mereka kalau makan di kantin sekolah. Ya kedua sahabat itu sangat menyukai makan bakso dengan minum es jeruk.
"Kita duduk di pojok sana aja." seru Kayla saat mereka selesai memesan makanan.
"yuk" mereka pun mulai berjalan kearah meja yang di maksud oleh Kayla.
"BTW gimana itu kabar perjodohan elu sama anak tante Anita itu?" tanya Sandra sembari menyeruput es jeruknya.
~•••~
Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.
Terima kasih💜