My Secret Wife

My Secret Wife
Episode 81



Malam hari nya.


Sekitar pukul sepuluh malam Adrian baru pulang ke rumah, ia yang awalnya hendak langsung pergi menemui Kayla, mengurungkan niatnya terlebih dahulu. Ia memutuskan untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu, setelahnya barulah ia akan berbicara dengan Kayla.


Sekitar sepuluh menit, Adrian terlihat kembali turun dan pergi ke kamar Kayla.


Tok! Tok! Tok!


Tak ada sautan dari dalam, Adrian kembali mengetuk.


Tok! Tok! Tok!


"Apa dia sudah tidur?" tebaknya.


Adrian mencoba membuka pintu kamar itu, yang ternyata tidak di kunci sama sekali. Adrian masuk ke dalam kamar Kayla dan menghampiri ranjang Kayla.


Melihat Kayla yang tertidur pulas, Adrian tersenyum. Dia menyelimuti tubuh Kayla sampai dadanya lalu dia pun ikut membaringkan tubuhnya di sebelah gadis itu. Dia jadi teringat ucapan mamanya kemaren malam saat di telpon.


Adrian, kamu harus memperlakukan Kayla dengan baik, dia istrimu sekarang, dia juga tanggung jawabmu. kalau Kayla kenapa-kenapa pasti kamu orang pertama yang minta pertanggung jawaban. Mama tahu kalau kalian belum saling mencintai, Tapi belajarlah untuk saling mencintai satu sama lain, terutama kamu. Mama juga tahu kamu punya pacar, tolong tinggalkan dia demi mama, bukannya di awal perjodohan mama sudah menyuruh mu membawa pacarmu, tapi lihatlah ke mana pacarmu pada saat itu, apa yang dia lakukan? jangan pertahankan orang yang seperti itu di sisimu nak! kamu mau kan mendengarkan kata kata mama, jangan sakiti kayla buatlah dia bahagia!.


Perkataan itulah yang masih terngiang - ngiang di otak Adrian. Tapi dia bingung, alasan apa jika mau memutuskan kekasihnya yang sepertinya sangat mencintainya itu.


Berbeda dengan Adrian, dia tidak begitu mencintai Loly, karena sebenarnya dia memacari Loly hanya ingin mendapatkan kan hiburan semata saja.


Sebelum menikah sebenarnya Adrian memiliki beberapa orang kekasih, tapi dia memutuskannya saat mereka tidak mau diajak nya untuk menemui mamanya.


"Ternyata dia cantik juga kalau di perhatikan," gumam Adrian saat memperhatikan Kayla.


"Mikir apa sih, lo Adrian"ucapnya menggeleng kepala setelah menyadari ucapannya tadi. Lalu ia membalikkan tubuhnya hingga membelakangi Kayla, hanya ini posisi tidur yang aman menurut Adrian saat ini. Ya awalnya Adrian meniat tidur sambil memeluk Istri kecilnya itu,tapi tidak jadi karena dia takut tidak bisa mengontrol dirinya.


~


Pagi hari nya, Kayla terbangun saat mendengar alarm di ponselnya. Dia mengerjapkan matanya, merasakan tubuhnya sesak seperti ada beban berat berat yang menindihnya, dan benar saja dia melihat ada tangan dan kaki seseorang yang berada di atas tubuhnya, Tak lain adalah tangan dan kaki Adrian yang sedang memeluknya seperti bantal guling saja pikirnya. Lalu Kayla memindahkan kaki dan tangan tersebut dengan amat pelan sekali, takut membangunkan Adrian.


Semalam Adrian sampai larut malam tidak bisa memejamkan matanya, dan dia memutuskan untuk memeluk tubuh Kayla dari belakang, dia merasa nyaman dan akhirnya sampai pagi.


"Kenapa dia tidur di sini?" gumam Kayla melihat Adrian.


Kayla turun dari ranjang dan bergegas masuk kedalam kamar mandi. Setelah selesai dari kamar mandi Kayla melirik kearah ranjang dan melihat Adrian masih terlelap di sana.


Kayla memutuskan untuk ke dapur dan menyiapkan makanan.


~


Pukul sembilan pagi Adrian mulai membuka matanya, ia beberapa kali mengedip - ngedipkan matanya untuk membiasakan pencahayaan.


"Kemana dia?" tanya nya saat tidak mendapati Kayla di sampingnya.


"Huaaa... Jam berapa?" tanyanya menggaruk - garuk kepalanya.


Adrian beranjak keluar dari kamar untuk mencari Kayla, saat berjalan ke dapur Adrian berpapasan dengan mbak Titin.


"Mbak lihat Kayla nggak? "tanya Adrian.


"Non, Kayla kata nya pergi kerja Den" jawab Mbak Titin


"Kerja? Di hari minggu?" tanya Adrian lagi.


"Iya katanya, non Kayla sudah terlalu lama libur jadi dia harus masuk setiap hari kalau tidak bosnya akan memecatnya." jawab mbak Titin menjelaskan.


"Oh makasih mbak" kata Adrian.


"Kurang ajar sih Nino, tega banget nyuruh istri gue kerja hari minggu" gerutu Adrian sambil berjalan ke kamarnya.


Setibanya di kamar Adrian merebahkan tubuhnya di ranjang miliknya. Ia meraih ponselnya yang ada di saku celananya


Dia melihat ada beberapa panggilan tak terjawab dan sebuah chat yang masuk ke dalam WA nya.


Sayang, kita kencan yuk, pokoknya jam sepuluh aku tunggu di tempat biasa!! ~ Loly


"Malas banget keluar.." keluhnya.


"Tapi ngapain juga gue di rumah sendirian.." kata Adrian, dengan cepat ia membalas pesan itu dan segera bersiap.


~


Adrian dan Loly baru saja selesai menonton film di bioskop, mereka tidak hanya berdua tapi bertiga, karena saat mereka akan ke bioskop tanpa sengaja Adrian bertemu dengan anak klien perusahannya. Jadi mau, tidak mau Adrian terpaksa membawa pria itu, memang akhir - akhir ini dia cukup dekat dengan Tio, ya itulah nama anak kliennya Adrian itu.


Saat Adrian pergi ke toilet, Loly mengambil kesempatan itu untuk meminta nomot pria itu. Dia sepertinya sangat tertarik dengan Tio, sepanjang menonton tadi, Loly juga tidak pernah lepas mencuri pandang pada pria itu, yang jelas tanpa sepengetahuan Adrian tentunya.


Adrian mengeluarkan ponselnya yang ada di saku celananya...


"Loh Kayla nelfon, ada apa yah tumben..." batinnya.


Adrian akan membuka pesan, namun Loly memanggilnya.


"Yang , pulang yuk.." ajaknya


"Oh ok," Adrian memasukkan kembali ponselnya kembali kedalam saku celana, dan beranjak meninggalkan mall itu.


"Kita balik dulu ya Tio.." kata Adrian


"Iya hati - hati kak, thanks waktu nya." balas Tio.


~


Di dalam mobil nampak Loly mengajak ngobrol Adrian tanpa henti.


"Yang, kita mampir ke supermarket bentar ya, stok cemilan aku udah kosong."


"Iya sayangggg... Apa sih yang gak buat kamu.." kata Adrian.


Adrian dan Loly mampir ke supermarket untuk membeli keperluan Loly. Setelah puas berbelanja mereka mampir ke restourant untuk makan malam bersama kemudian mereka pulang ke apartemant Loly


"Aku anter ke dalam ya.." tawar Adrian.


"Ehh gak usah sayang, biar aku aja yang bawa. Ini kan udah malam, gak enak dilihat tetangga." tolak Loly halus.


"Kamu nggak papa bawa segini banyak?" tanya Adrian, melirik barabg belanjaan kekasinya itu.


"Tenang, ada pak Yoyo, nanti biar dia aja yang bantu." ucap Loly.


"Ohh ya udah kalau gitu, aku puang ya.." kata Adrian


"Iya, hati - hati yaa." Loly melambaikan tangannya.


"Iyaaahhh." Adrian Kembali masuk kedalam mobil dan meninggalkan apartement Loly.


Setelah kepergian Adrian, muncul lah Tio, anak klien Adrian tadi yang di temuinya di bioskop.


"Baru pulang ya?"tanya Tio


"Iya, udah lama nunggu ya?"


"Nggak juga sih, sini aku bantu." kata Tio, meraih barang bawaaan Loly.


"Boleh"


Loly dan Tio masuk kedalam lift menuju apartement Loly.


~•••~