My Secret Wife

My Secret Wife
Episode 52



"Adrian dengerin kata - kata papa.." seru Anita saat melihat anaknya itu seperti tidak menghiraukan ucapan suaminya itu.


"Aku dengerin kok," balas Adrian.


"Huft.. Terserah, kalau kalian mau mndengarkan papa atau tidak, yang jelas apa yang seharusnya papa sampaikan udah papa sampaikan sama kalian berdua." ucap Bagas.


"Iya pa, makasih atas nasehatnya. Kay akan selalu mengingat semua ucapan papa." balas Kayla.


Bagas tersenyum mendengar ucapan menantu nya itu.


"O iya, ada satu lagi yang mau papa sampaikan.." seru Bagas.


"Banyak amat mas.." ujar Anita


"Iya dan ini sangat penting." balas Bagas


Mereka bertiga pun menatap kearah Bagas, terlihat dari ekspresi Bagas kalau ia sangat berat untuk menyampaikan perihal tersebut.


Anita mengernyitkan dahinya saat melihat kebimbangan suaminya itu.


"Apa sih mas, kok kamu kaya ragu gitu untuk mengatakannya?" tanya Anita.


"Hmmm.... Aku harus pergi ke Belanda untuk beberapa bulan dan..." kata Bagas


"Huh... Kok mendadak gini.." serga Anita, saat mendengar kata pindah.


"Aku baru dapat kabar kalau cabang yang disana mengalami krisis.." balas Bagas.


"Terus mama bagaimana?" tanya Adrian


"Mama harus ikut papa, karna papa sangat membutuhkan mama di sana" jawab Bagas.


"Tapi..."


"Apa kamu tidak ingin menemaniku selama di sana?" tanya Bagas memotong ucapan Anita.


Bagas tahu kalau Anita sangat berat untuk meninggalkan rumah, apa lagi sekarang sudah memiliki menantu yang teramat di sayangnya.


"Aku tentu saja mau, memangnya kapan aku tidak bersamamu." sungut Anita.


"Aku kira kamu gak akan ikut." ucap Bagas menatap istrinya itu.


"Kapan mama sama papa perginya?" tanya Kayla.


"Nanti siang, semuanya sudah di urus sama sekretaris papa." jawab Bagas.


"Secepata itu..." ujar Kayla dan Anita serempak.


"Tidak bisa kah kita berangkatnya lusa saja, biar aku belanja dulu dengan Kayla.


"Tidak sempat, belanjanya kapan - kapan aja." sanggah Bagas.


"Pa, terus perusahaan disini gimana?" tanya Adrian


"Perusahaan disini, papa serahkan ke kamu, selama papa pergi kamu yabg akan mengurus perusahaan" tutur Bagas.


"Adrian kan kuliah pa, jadi gak bisa deh .." tolak Adrian.


"Kamu bisa ke sana setelah kuliah, belajarlah untuk memikulnya mulai sekarang nak. Kalau bukan kamu siapa lagi ya g akan mengurus nya" ujar Bagas.


Adrian masih kahet saat mendengat ucapan papanya.


"Kalau tau gini, mending tadi gue diam aja." gumam Adrian kesal dalam hatinya


"Nak, kamu coba lah dulu, baru menyerah. Lagi pula kamu gak bakalan sendirian di sana. Kamu akan di bantu sama Evan sekretaris papa" ucap Bagas.


Adrian terdiam, dia benar - benar enggan untuk menerima tanggung jawab itu, karna ia tidak ingin terlalu cepat terjun dan berkecimpung dengan perusahaan.


"Hmm... Iya akan aku pikirkan." jawab Adrian


"Kalau gitu mama dan papa mau packing dulu ya..." kata Anita beranjak berdiri.


"Apa mau Kay bantu ma?" tawar Kayla


"Tidak usah Kay, mama gak banyak bawa barang. Kamu istirahat aja ya." balas Anita.


Anita dan Bagas pun berlalu pergi meninggal kan Kayla dan Adrian di ruang keluarga.


"Apa lihat - lihat?" tanya Kayla saat mendapati Adrian sedang menatapnya.


"Apaa? siapa juga yang lihat elu, PD banget jadi orang" balas Adrian.


Kayla beranjak berdiri dn hendak berlalu meninggalkan Adrian.


"Mau kemana?" tanya Adrian


"Bukan urusan elu.." jawab Kayla dan berlalu pergi.


"Iiihhh... Dasar cewek aneh" ujar Adrian


Kayla berjalan kembali ke kamar yang di tempatinya semalam.


Setibanya di kamar Kayla berjalan kearah meja belajar Adrian, ia mengambil buku pelajaran yang di simpannya di sana.


"Dari pada ngelamun gak jelas mending gue belajar." gumam Kayla.


"Belajar di mana ya?.." ucapnya pelan


Kayla mengedarkan pandangannya ke seluruh kamar Adrian, dan matanya terhenti saat melihat pintu balkon kamar itu.


"Nah disana aja tu.." ujarnya semangat


Kayla berjalan kearah balkon dan meletakan semua buku - buku yang dibawanya.


Sementara di bawa Adrian terlihat sibuk dengan ponselnya, dia sedang membalas pesan grup dari para sahabatnya.


^^^Kalian tenang saja kita pasti menang kok melawan mereka, percaya sama gue.. ~ Adrian^^^


Elu taukan Dri, kalau mereka itu gak pernah main bersih ~ Nino


^^^Gak bisa, kalian tau kan gimana mereka kalau kita mengalah gitu aja, nantinya mereka akan semena - mena sama kita ~ Adrian^^^


^^^Emang elu pada mau jadi kacung mereka? ~ Adrian^^^


Mending jadi kacung Dri, dari pada tukar gelar ~ Geva


^^^Yaudah elu aja sono jadi kacung mereka, kalau gue ma ogah. ~ Adrian^^^


Gue juga ogah ~ Nino


Sama, udah sono elu Va jadi kacung mereka. Nggak usah deket - deket kita lagi, bisa alergi kita deket kacung kaya elu ~ Rangga


Kampret elu pada, kok jadi nyudutin gue sih ~ Geva


^^^Hahaha ~ Adrian^^^


Hahaha ~ Nino


Muka elu cocok banget jadi kacung Va ~ ledek Nino


Hahaha ~ Rangga.


Jadi, ini gimana maju atau kagak? ~ Rangga


^^^Ya majulah, ya kali mundur ~ Adrian^^^


Tapi Dri, nyokap elu gimana? ~ Nino


^^^Tenang, orang tua gue bakalan pindah ke luar negeri ~ Adrian^^^


Seriusan ? ~ Nino


^^^Iya, kapan gue bohong dan mereka berangkat siang ini juga ~ Adrian^^^


Jadi elu dirumah, bedua doang dong sama bini elu? ~ Rangga


Cieeee, yang bisa selalu berdua... ~ goda Geva


^^^Apaan sih ~ Adrian^^^


Btw Dri, istri elo itu siapa sih? Kenalin ke kita - kita napa ~ Nino


Iya kenalin dia sama kami ~ Geva


^^^Gak usah, kalian pasti nyesel kalau bertemu dengan nya. ~ Adrian^^^


Lah kenapa? ~ Rangga


Iya kenapa Dri? ~ Geva


^^^Karna dia itu jelek, gendut, jerawatan dan pemarah lagi ~ Adrian.^^^


Kok seram amat Dri ~ Geva.


^^^Yaudah gue off dulu, masih ngantuk pengen tidur lagi ~ Adrian^^^


Bobok sama istri ya Dri ? ~ goda Nino


Ciee yang boboknya udah gak sendirian lagi ~ Rangga


Hahaha ~ Geva


Yang udah punya Ayang, pengen nempel mulu tu.. ~ Geva


Begitula sebagian dari isi pesan grub Adrian, ia hanya bisa geleng - geleng membaca isi pesan dari ketiga sahabatnya itu.


~


Semua orang sedang berdiri di luar ruamh untuk mengantarkan keberangkatan Anita dan Bagas.


"Serius gak Rian aja yabg antar?" tanya Adrian.


"Gak usah, nanti mama tambah berat untuk meninggalkan Kalian, kalau di rumah mama masih bisa menahannya." tutur Anita


"Mama, baik - baik ya di sana dan jaga kesehatan juga" kata Kayla.


Anita memeluk menantunya itu. " Iya sayang, mama titip Adrian ya." bisik Anita.


Kayla pun mengangguk mengiyakan, lalu ia menguraikan pelukannya dari Anita dan beralih kepada Bagas.


"Hati - hati ya pa.." ucap Kayla


"Papa titip rumah dan Adrian ya Kay" seru Bagas.


"Seharusnya kata - kata itu untuk aku bukan dia"sungut Adrian cemberut.


"Anak mama, baik - baik ya di sini. Tolong jaga diri dan jaga menantu mama ini" ucap Anita memeluk anak semata wayangnya.


"Iya.." jawab Adrian singkat


"Yaudah kalau gitu mama papa berangkat dulu ya." pamit Bagas dan berlalu masuk kedalam mobil.


"Baik - baik dirumah ya nak" ucap Anita sebelum menyusul suaminya.


"Bye ma, pa, hati - hati di jalan" seru Kayla dan melambaikan tangannya.


Mobil pun berlalu pergi meninggalkan pekarangan rumah. Setelah melihat mobil oran tuanya sudah keluar dari pagar rumah, Adrian dan Kayla pun masuk kedalam rumah.


Mereka berjalan menaiki tangga dan hendak masuk kedalam kamar.


"Tunggu!!!..." cegah Adrian saat melihat Kayla hendak membuka pintu kamar


~•••~


Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.


Terima kasih💜