My Secret Wife

My Secret Wife
Episode 146



Sepulang nya dari tempat Adit, Adrian langsung menuju kamar sang istri yang masih di kamar tamu.


Adrian membuka pintu dengan sangat pelan, ia mendekati ranjang di mana tempat istri nya terbaring.


Adrian menatap dalam diam wajah tenang istri nya itu, ia masih nggak menyangka kalau istri nya itu mempunya musuh yang sangat membenci nya. Padahal setau nya, Kayla tidak pernah berbuat salah atau hal - hal yang merugi kan seseorang.


Adrian mengelus dan mencium wajah istri nya, kemudia ia pun berlalu pergi ke kamar mandi.


Saat Adrian masuk kedalam kamar mandi, Kayla pun membuka mata nya dan menatap pintu kamar mandi yang tertutup rapat.


"Kenapa dia terlihat seperti orang yang sangat sedih dan frustasi gitu? Apa yang sebenar nya terjadi?"tanya Kayla dengan suara yang pelan.


~


Setelah seminggu dari malam itu, Firman belum juga memberikan kabar kepada Adrian atau pun Bagas. Hal itu membuat Bagas dan terlebih lagi Adrian tidak merasa nyaman. Bagai mana tidak, penjahat masih berkeliaran di luar sana dan bisa jadi orang itu akan melakukan penyerangan kembali kepada Kayla.


"Pah, apa om firman belum memberikan kabarr?"tanya Adrian menghampiri Bagas yang sedang membaca laporan di ruang kerja nya.


"Belum, papa juga lagi menunggu nya, kamu yang sabar aja nak."kata Bagas.


"Gimana mau tenang pa, aku nggak bisa dong diam aja kaya gini, sementara nyawa istri aku sedang dalam bahaya."ujar Adrian


Bagas terdiam, ia mengerti bagaimana perasaan anak nya itu saat ini. Jika dia yang sedang berada di posisi Adrian saat ini, entah apa yang akan di lakukan nya, mungkin bisa saja dia akan mem - bu - nuh orang yang sudah mencelakai istri nya tersebut.


Bagas bisa melihat jika anak nya yang sekarang bukan lah anak yang dia kenal dulu. Jika Adrian dulu selalu bersikap tak banyak fikir dan emosian. Berbeda dengan yang sekarang, sekarang Adrian sudah bisa mengontrol emosi nya dan Adrian lebih agak tenang dalam menghadapi sebuah masalah.


"Pokok nya kamu tenang aja, papa pastiin dalang utama nya itu pasti akan kita tangkap dalam jangka waktu dekat ini."kata Bagas meyakin kan putra nya itu.


"Aku harap juga gitu pa, aku nggak akan bisa tenang jika orang itu belum ke tangkap."balas Adrian.


"Iya, kamu tenang aja, kamu nggak usah mikirin hal ini dulu, biar semua nya papa yang urus. Lebih baik kamu fokus aja sama kesehatan nya Kayla, dia lebih membutuh kan kamu nak."kata Bagas menepuk bahu anak nya itu.


"Tapi..."


"Udah, kamu percaya kan sama papa?"tanya Baas menatap anak nya itu, Adrian mengangguk.


"Yaudah kalau gitu papa lanjut aja kerja nya lagi, aku mau ke kamar dulu."Kata Adrian pamit keluar dari ruangan itu.


"Iya."balas Bagas.


~


Adrian berjalan manaiki tangga dan masuk ke dalam kamar nya, setiba nya di kamar ia panik karena tak menemukan keberadaan istri nya.


"Sayang, kamu di mana?"panggila Adrian, ia memeriksa kamar mandi dan walkin closet, namun tak juga menemukan Kayla.


"Sayang kamu di mana? Jangan bikin aku takut deh!" seru Adrian, karena tak juga menemukan Kayla, Adrian pun memutuskan untuk mencari Kayla di luar.


Adrian mengecek kamar tamu, kamar yang lumayan sering di gunakan oleh Kayla, taman belakang, ke depan rumah. Adrian sudah mencari keberadaan istri nya itu ke segala sisi rumah, namun hasil nya tetap sama.


"KAYLA!!!"teriak Adrian seperti orang ke setanan.


"Kayla kamu di mana?"gumam nya frustasi.


Mbak Titin datang berlari menghampiri Adrian, Karena pada saat itu Mbak Titin kebetulan lewat setelah mengantar kan makanan untuk satpam.


"Aden? Aden kenapa, kok teriak - teriak seperti itu?"tanya mbak Titin


"Mabak Kayla hilang,Kayla nggak ada di rumah ini lagi."kata ADrian.


"Aden serius? Tapi barusan mbak lihat Non Kayla dan dia sehat - sehat aja."ucap mbak Titin.


"Apa? Mbak melihat Kayla, dimana?" tanya Adrian cepat.


"Itu di dapur, Non Kayla lagi masak bareng nyonya."kata Mbak Titin.


Tanpa membalas ucapan mbak Titin, berlalu gitu aja.


~


"Sayang, nanti kamu tinggal masukkan adonan nya kedalam loyang ya!"suruh Anita yang masih asik menghias kue yang yang baru saja mateng.


"Iya ma, siapp.."balas Kayla.


Hap


Saat Kayla sedang memasukan Adonan ke dalam loyang, seperti yang di suruh oleh Anita tadi, tiba tiba ia merasakan ada sebuah tangan yang memeluk bahu nya dari belakang.


Tanpa bertanya pun, Kayla sudah tahu siapa yang berani memeluknya.


"Kak, lepaskan. Ada mama."kata Kayla, mencoba untuk melepaskan tangan itu, namun usaha nya sia - sia. Karena tangan itu akan kembali memeluk nya dengan tambah erat.


"Terus kalau ada mama kenapa memang nya?" tanya Adrian


"Ihhh,, segan lah, ayo lepas kan!!"perintah Kayla.


"Nggak mau, bodoh amat. Lagi pula aku kan suami kamu jadi wajar lah kau main peluk - peluk."ujar Adrian.


"Huft..."Kayla pasra dengan sedikit ke sulitan ia memasuk kan adonan itu ke dalam loyang nya.


"Kamu tau, kamu saat ini sedang berhutang banyak kepada ku."kata Adrian mencium bahu Kayla.


Kayla mengerutkan dahi nya , tanda ia tak mengerti dengan yang di maksud oleh suami nya itu.


"Kamu tau aku tadi mencari mu ke mana - mana, sampai - sampai aku harus mengelilingi rumah ini. "kata Adrian dengan nada bete.


"Kalau iya kakak sudah mengelilingi rumah ini, lalu kenapa kaka nggak bisa menemukan ku, padahal aku hanya di sini?!"kata Kayla cemberut.


"Jangan cemberut gitu, atau kamu kakak tarik ke kamar."Kata Adrian yang gemes.


"Dasar mesum."ucap Kayla, berjalan memasukkan kue nya ke dalam oven.


"Lagian, ngapain kakak nyariin aku, sampai keliling rumah?"tanya Kayla


"Nggak ada, aku kaget aja. Tadi pas kembali dari ruangan papa, aku sudah nggak menemukan kamu di mana pun, kakak kira kamu udah di culik atau yang lain nya."Kata Adrian


Kayla dapat melihat ke khawatiran dari mata suami nya itu, dengan spontan Kayla pun memutar tubuh nya, menghadap suami nya dan dia langsung memeluk erat tubuh kekar itu.


"Kakak tenang aja, aku nggak akan kemana - mana. Aku akan selalu di samping kakak."Kata Kayla.


"Ehehm!!" suara seseorang.


"Enak ya, mesra - mesraan di dapur."Seru orang itu.


Adrian dan Kayla menoleh kebelakanv dan melihat ke arah sumber suara itu, dan dengan cepat Kayla mendorong tubuh Adrian hingga pria itu terjungkal ke belakang.


"AW"pekik Adrian.


"Eh.. Maaf - maaf.."ucap Kayla membantu Adrian untuk berdiri.


"Apaan sih kamu main dorong aja, bokong aku jadi sakit ini."Kata Adrian menggosok bokong nya.


" Ya maaf, namanya juga orang kaget."pembelaan Kayla.


"Lagian mama juga sih, kenapa ngagetin sih." protes Adrian kepada mama nya.


"Lah kok jadi nyalahin mama sih," kata Anita tak terima


"Ya kalau bukan mama siapa lagi, kan yang datang tiba - tiba mama."Balas Adrian.


"Enak aja nyalahin mama, Kalian tuh yang mesra - mesra nya nggak lihat tempat."kata Anita.


Kayla hanya bisa diam dan menunduk, dia sangat malu di pergokin sama mertua nya itu.


~•••~