
"Abang Labih, Abang Nanjan!" pekik Azzura seraya menarik sang kakak untuk mengikuti larinya menuju abang Labih dan abang Nanjan yang duduk disebelah sana.
Teriakan Azzura itupun sampai terdengar oleh sang ibu diatas sana, seketika tatapan Haura pun mengikuti arah lari sang anak.
Dan betapa terkejutnya Haura saat ia melihat pak Ammar, ibu Ririn, Labih dan Nanjan menghadiri pernikahan mereka.
Ia sungguh haru.
Bahkan lagi-lagi, air matanya kembali luruh.
Haura lalu menoleh, menatap sang suami yang juga menatapnya lekat. Haura tahu, jika ini pasti kerjaan suaminya.
"Apa kamu bahagia pak Ammar dan keluarganya datang?" tanya Adam dan Haura langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat.
Sementara kini, Azzura sudah berada dipangkuan Labih setelah memberi salam pada semua orang. Sedangkan Azzam duduk dipangkuan bude Ririn.
Mereka semua melepas rindu, sudah cukup lama tidak bertemu. Meskipun kini mereka sudah sering bertukar kabar melalui telepon, namun tetap saja rasanya kurang.
Acara pernikahan itu terus berlanjut, saat ini para tamu undangan mulai memberikan ucapan selamat pada kedua mempelai.
Dan setelah para tamu undangan mengucapkan selamat pada kedua mempelai itu selesai, keluarga Adam Malik mulai melaksanakan konferensi pers.
Dalam konferensi pers itu, Zahra dan pengacara keluarga mereka yang banyak bicara, Hotman.
Sementara Adam memilih diam dan menggenggam erat tangan sang istri diatas pangkuannya. Menenangkan Haura yang nampak gugup.
Saat itu, Hotman mengatakan jika Haura adalah korban dari kelicikan sang mantan istri Adam Malik, Monica Sarman beserta salah seorang pengusaha berinisial DA.
Hotman tak asal bicara, ia bahkan menunjukkan beberapa barang bukti yang sudah disetujui oleh pihak kepolisian untuk dipublikasikan.
Tak sampai di sana, Hotman pun menceritakan bagaimana Haura bisa bertahan hidup dengan mengandung kedua anaknya Azzam dan Azzura, hidup sendirian di desa asing.
Haura adalah wanita yang tangguh, bahkan sebelum bertemu dengan Adam, Haura sudah menjelma menjadi seorang pebisnis. Haura memiliki perkebunan luas di desa Parupay.
Hingga berhasil menyekolahkan Azzam dan Azzura di sekolah elit di Jakarta, hingga akhirnya mereka semua bisa bertemu.
Seketika penjelasan itu membuat semua orang yang meliput merasa simpati, bahkan warganet mulai memberikan banyak dukungan untuk Haura, untuk kedua anaknya juga untuk pernikahan Adam dan Haura.
Sebaik apapun membuat kebohongan pasti suatu saat nanti pun akan ketahun juga.
Berulang kali pun zahra menjelaskan, jika tidak ada anak haram yang lahir di dunia ini. Bagaimanapun caranya, anak adalah pemberian sang kuasa.
Lagipula, yang terpenting itu adalah saat ini, bukan lagi tentang masa lalu. Kini Adam dan Haura sudah saling mencintai, serta sangat menyayangi kedua anaknya.
Dan jika memang ada yang harus disalahkan, maka orang itu adalah Monica dan seseorang berinisial DA.
Nama Darius Atmajaya sengaja dibuat inisial, karena Adam masih belum cukup banyak mengumpulkan bukti untuk membalas pria bejat itu dengan caranya sendiri.
Namun siapa sangka, jika semua orang sudah bisa menebak. Jika pria berinisial DA itu pastilah Darius Atmajaya. Seseorang yang sudah sejak lama digadang-gadang selalu memusuhi Adam Malik.
Seketika itu juga, baik Darius ataupun perusahaannya langsung jadi bahan pembicaraan semua orang.
Keluarga Sarman pun mulai diperbincangkan pula, terlebih saat ini perusahaan kedua orang tua Monica itu telah banyak mengalami defisit.
Perusahaan itu hanya tinggal menunggu waktu untuk gulung tikar.
Selesai mengungkapkan semua kebenaran, keluarga Malik segera meninggalkan ruang konferensi pers. Hanya tinggal Hotman yang tinggal di sana, menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan oleh para wartawan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dan disinilah kini seluruh keluarga Malik berada, di kamar hotel milik Zahra yang begitu Luas. Mereka semua berkumpul, duduk saling bersanding.
Beristirahat dan bercengkrama hangat.
Susana kekeluargaan begitu kental terasa di sore waktu itu. Bahkan keluarga pak Ammar pun sudah mereka anggap sebagai bagian dari keluarga Malik.
"Berati malam ini, Zura sama Abang bisa tidur bareng ayah dan ibu dong?" tanya Azzura hingga menjadi pusat perhatian semua orang.
Termasuk Adam yang tiba-tiba blank, sejenak ia melupakan tentang kedua anaknya.
Melihat wajah Adam yang pias, gelak tawa langsung memenuhi setiap sisi ruangan itu.