
Dirasa cukup mengambil buah Kasturi. Adam dan Haura pun melanjutkan perjalanan.
"Minum dulu sayang," ucap Adam, seraya mengulurkan sebotol air mineral pada sang istri.
Haura menerimanya, lalu duduk disalah batu dan mulai minum. Adam mendekat, menghapus peluh sang istri yang mulai membasahi dahi Haura.
"Kamu lelah?" tanya Adam, jika dihitung-hitung, sudah 3 jam mereka berada di dalam hutan ini.
"Tidak Mas, aku baik-baik saja. Mas bagaimana?" tanya Haura pula, lalu memberikan botol minum itu dan meminta suaminya untuk minum pula.
Adam duduk disebelah sang istri, lalu meneguk minumannya.
"Tidak, aku juga baik-baik saja. Tapi apa kamu yakin nanti kita bisa keluar?"
Haura terkekeh, lalu menganggukkan kepalanya dengan yakin.
"Kita makan siang di goa ya?" tawar Haura dan Adam pun menganggukinya, setuju.
Keduanya kembali berjalan, Haura didepan dan Adam di belakang. Bukan hanya karena ingin melindungi istrinya, namun juga karena Adam tidak tahu jalan.
Karena itulah, Haura didepan.
Sepanjang perjalanan itu, Haura mengambil beberapa jamur yang tumbuh dengan subur.
Sepertinya sudah lama, warga desa tidak ada yang masuk ke dalam hutan.
"Itu goa nya," ucap Adam dan Haura mengangguk.
"Iya Mas," jawab Haura kemudian dengan senyum yang sama-sama terukir dibibir keduanya.
Semakin mendekati goa, mereka mulai menginjak bebatuan kecil, kerikil-kerikil, tak ada lagi rumput liar disana.
Mereka duduk di salah satu baru besar, berada di bibir goa itu, tidak sampai masuk ke dalam.
Duduk di batu yang sama, saat dulu kali pertama mereka disini.
Adam lantas melepas tas ranselnya dan mengambil satu kotak bekal milik mereka.
Hanya berisi nasi dengan telur dadar dan sedikit sambal.
Haura membukanya, lalu mulai menyuapi sang suami lalu makan untuk dirinya sendiri pula.
Adam dan Haura terus tersenyum, merasa hari ini begitu indah bagi keduanya.
Dan tak terasa, bekal itu habis tak tersisa.
"Sebaiknya setelah ini kita turun Mas, jangan menunggu sore, aku takut hujan turun," ucap Haura sambil membereskan beberapa barang bawaan mereka.
"Iya sayang," jawab Adam, patuh, meski rasanya ia begitu enggan untuk turun.
"Sayang, apa kamu ingin membuat rumah di dalam hutan ini?" tawar Adam, hingga membuat Haura yang sedang berkemas mendongak, menatap kedua netra sang suami dengan bibir yang mengulum senyum.
"Jangan bercanda."
"Aku tidak bercanda, jika kamu mau, aku akan membuatkannya untukmu," jawab Adam apa adanya, hanya dengan sekali perintah, ia memang bisa mendirikan rumah di dalam hutan ini.
Haura bangkit dari jongkoknya dan berdiri tepat dihadapan Adam.
Adam bahkan langsung menarik pinggang sang istri, agar bisa dipeluknya erat saat ia sedang duduk seperti ini.
"Baiklah, kalau begitu buatkan aku rumah di dalam hutan ini, rumah dari kayu dengan perapian di dalamnya," pinta Haura dengan wajahnya yang serius.
Melihat itu, Adam terkekeh, teringat seorang tokoh pewayangan yang sering menjadi dongeng anak-anak. Roro Jonggrang yang meminta seribu candi pada Bandung Bondowoso sebagai syarat nikah.
"Kamu seperti Roro Jonggrang," ucap Adam hingga membuat Haura ikut terkekeh, tanpa sadar Haura menggantungkan kedua tangannya di leher sang suami.
Kekehan Haura mereda, saat tiba-tiba Adam menatapnya dengan tatapan yang begitu dalam.
Tatapan yang membuat darahnya mengalir lebih deras.
Apalagi saat suaminya itu mulai mengikis jarak dan menjangkau bibirnya dengan begitu lembut.
Haura, selalu tak kuasa untuk menolak. Ia hanya mampu menutup matanya, sedikit membuka bibir dan mulai membalas ciuman sang suami.
Ciuman lembut yang lambat laun begitu menuntut.
Hingga entah dimenit keberapa, Haura sudah berada dibawah kungkungan suaminya diatas batu itu.
Mereka saling memeluk erat, saat benih-benih cinta itu mengalir secara beriringan.
Meninggalkan napas yang terengah dan saling memburu.
"Aku mencintaimu, Haura, istriku," ucap Adam, menatap sang istri yang berada dibawah kendalinya.
Haura tersenyum, dan membelai wajah teduh itu.
"Aku mencintaimu Mas Adam, suamiku," balas Haura kemudian.
Hingga keduanya sama-sama mengukir senyum.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan Lupa Vote 🙆♀️
Salam, adiknya Azzam dan Azzura yang lagi otw 🤣