
2 minggu kemudian.
Hari ini Azzam dan Azzura akan pergi ke Jepang untuk mengikuti study tour sekolah. Study Tour selama 2 hari satu malam.
Haura dan Adam hanya mengantar kedua anaknya itu sampai di AIG School. Karena selebihnya untuk keamanan kedua anaknya sudah menjadi tanggung jawab sekolah.
Namun karena Adam tetap merasa cemas, akhirnya ia memerintahkan Luna untuk pergi ke Jepang juga, lalu mengawasi kedua anaknya dari jauh.
Setelah menempuh perjalanan 7 jam 20 menit akhirnya rombongan AIG School sampai di Jepang.
Dari bandara Internasional Soekarno-Hatta ke Tokyo Narita.
Rombongan AIG School terdiri dari 30 siswa dan siswi kelas 1 dan 2 sekolah dasar.
Study Tour ini memenuhi undangan dari Tokyo Internasional School untuk datang di perayaan Hanami yang tengah digelar oleh negara mereka.
Hanami merupakan sebuah tradisi besar yang ditunggu-tunggu oleh Masyarakat Jepang untuk menyambut bunga Sakura yang bersemi, tepat pada bulan ini, April.
Sampai di Tokyo Internasional School.
Azzam, Azzura dan semua teman-temannya langsung disambut dengan hormat oleh sekolah itu.
Bahkan rombongan AIG School langsung diberi pakaian tradisional khas Jepang, Kimono.
Azzura dan Arabella dibantu oleh Haruka saat menggunakan baju itu.
Sementara di ruangan lain, Azzam, Arnold dan Julian dibantu oleh Ryu.
Haruka dan Ryu adalah pemandu kelompok Azzam saat sedang berada disini, mereka berusia sama, 6 tahun.
Sengaja, pemandu-pemandu tiap kelompok dipilih yang sebaya, agar semakin mengeratkan persaudaraan.
“Kalian sangat cantik,” puji Haruka setelah ia selesai membantu Azzura dan Arabella menggunakan baju itu.
Haruka, berbicara menggunakan bahasa inggris yang sangat fasih.
“Haruka, coba ucapkan dengan menggunakan bahasa jepang,” jawab Arabella. Azzura setia mendengarkan, ia tahu arti ucapan Haruka dan Arrabela, namun lidahnya masih kelu untuk berucap menggunakan bahasa asing. Belum terbiasa, meskipun disekolah mereka diwajibkan menggunakan bahasa inggris, namun dalam prakteknya langsung seperti ini, Azzura masih gugup.
Lain halnya dengan sang kakak, yang begitu menyukai bahasa asing. Bahkan kini, Azzam sudah mampu menguasai 4 bahasa, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, Bahasa Jepang dan Bahasa Arab.
“Anata wa totemo utsukushidesu,” balas Haruka dengan senyumnya yang sangat manis.
Azzura dan Arrabela sontak berteriak, sungguh menyukai logat Haruka ketika mengucapkan bahasa jepang. Mengatakan jika, Kalian sangat cantik.
“Yee! Ayo kita keluar,” ajak Arabella pada kedua temannya.
Arrabela terkekeh, sudah sedari tadi ia memaksa sepupunya itu untuk biasa saja dan banyak bicara, namun Azzura ternyata masih saja merasa malu.
“Em, aku, tidak biasa menggunakan bahasa asing,” jujur Azzura, meski begitu ucapan bahasa inggrisnya sungguh fasih.
“Kalau begitu ayo belajar bersama-sama,” ajak Haruka pula.
Hingga membuat Arabella mempunyai ide cemerlang.
“Bagaimana jika kita menggunakan bahasa jepang terus, nanti saat kamu berkunjung ke Indonesia, kita menggunakan bahasa Indonesia terus.”
“Wakata!! (Baiklah!!)” jawab Azzura dan Haruka, kompak.
Keluar dari ruang ganti, rombongan Azzura bertemu dengan rombongan sang kakak.
Azzura dan Arabela lantas berkenalan dengan Ryu, bocah tampan dengan mata sipitnya.
Juga Haruka yang berkenalan pada semua orang di kelompok Azzam.
Siang menjelang sore kala itu. Rombongan AIG School langsung diajak menuju taman luas yang ada dibelakang sekolah TIS (Tokyo Internasional School).
Di sana, bunga sakura bermekaran dengan begitu indahnya. Membuat kaki-kaki kecil anak-anak itu terasa gatal untuk segera berlari dan menikmati indahnya bunga Sakura.
Namun mereka harus kuat-kuat menahan, karena kini para guru sedang menjelaskan filosofi bunga Sakura itu bagi warga jepang.
Akhirnya mereka hanya bisa menunggu, dengan sesekali melirik.
“Sepertinya kalian sudah tidak sabar untuk berlari,” ucap guru pemandu dari TIS.
“YA!!” jawab semua murid kompak. Suara riuh yang membuat siapapun yang mendengarnya akan langsung tersenyum lebar.
“Baiklah, selamat menikmati Sakura!!” balas guru pemandu itu lagi seraya menggerakkan tangannya mempersilahkan anak-anak untuk memasuki taman, dan sebebas mungkin menikmati indahnya bunga sakura itu.
Diujung sana, Luna terus mengambil foto kedua majikan kecilnya dan mengirimkannya kepada sang Nyonya.
“Zura, cepat!” ajak Julian, karena Azzura berlari diurutan paling akhir. Azzura Malik ini malah asik menikmati 1 pohon bunga sakura saja, sementara yang lainnya berburu bunga yang paling lebat.
Tak mendapat jawaban, Julian langsung menarik tangan Azzura, mengajaknya berlari dan menyusul teman-teman.
Azzura tak menolak, dengan riang kedua anak kecil ini berlari seraya bergandengan tangan.
Dibawah pohon Sakura.