My Genius Twins Baby and CEO

My Genius Twins Baby and CEO
MGTB And CEO BAB 106 - Senyum Yang Artinya Entah



Rumah Adam.



Menjelang magrib, Adam dan beserta keluarganya sampai di rumah mereka.


Rumah yang akan mereka tempati bersama-sama, setelah menjadi keluarga yang utuh.


Azzam dan Azzura langsung berlari menuju kamarnya masing-masing, sudah rindu untuk tidur di kamar ini. Kamar yang sudah dibuatkan sang ayah untuk mereka sejak lama.


Sementara Haura hanya tersenyum, melihat kepergian kedua anaknya itu. Haura masih berdiri di teras rumah, menunggu sang suami yang masih mengunci mobil. Mengambil beberapa makanan yang diberikan oleh ibu Ririn di bagasi.


"Sini Mas, biar aku yang bawa," ucap Haura, seraya mengulurkan tangannya, ingin menjangkau dua plastik berwarna putih di tangan sang suami.


Tapi Adam malah menggenggam tangan itu, bukan memberikan kantong plastiknya.


Menggenggam erat, lalu menariknya hingga mendekat. Dan terakhir, tangannya berpindah, memeluk pinggang sang istri.


"Selamat datang istriku," ucap Adam, ia tersenyum seraya mulai melangkahkan kakinya. Membimbing sang istri untuk masuk ke dalam rumah.


Haura tersenyum, menggigit bibir bawahnya melihat perlakuan sang suami.


Di dalam sana sudah riuh, suara Azzam dan Azzura yang berlari menaiki anak tangga.


Ya, kamar mereka semua memang berada di lantai 2. Sementara beberapa kamar yang ada dilantai 1, hanya diperuntukkan untuk keluarga yang menginap.


"Buka dan sajikan di meja makan," titah Adam pada salah satu pelayan.


"Baik Tuan," jawab pelayan itu pula, menunduk hormat seraya mengambil 2 kantong plastik yang sudah diulurkan oleh Adam.


"Aku kan bisa membukanya sendiri Mas," ucap Haura setelah pelayan itu menjauh.


Adam tak langsung menjawab, ia malah terus menarik pinggang sang istri agar mengikuti langkahnya.


Adam ingin membawa Haura, segera memasuki kamar mereka.


Kamar yang akan menjadi saksi bisu dimulainya perjalanan pernikahan mereka, hingga maut


memisahkan kelak.


"Abang, Ading, ibu dan ayah akan masuk ke kamar dulu. Kalian bersiap-siaplah, setelah magrib tiba kita akan shalat bersama-sama," ucap Adam pada kedua anaknya, ketika mereka semua sudah sampai di lantai 2.


"Siap Ayah!" jawab Azzam dan azzura kompak, bahkan membuat gerakan hormat pada ayahnya itu, hingga membuat Adam tersenyum lebar.


Setelah memastikan Azzam dan Azzura masuk ke kamarnya masing-masing. Adam, segera membawa istrinya untuk masuk ke dalam kamar mereka.



Kala melihat kamar yang baginya begitu mewah.


Tak hanya diisi ranjang dan lemari pakaian, di kamar itu juga ada sofa dan banyak perabotan. berbeda sekali dengan kamar yang selama ini ia pakai.


"Istriku, ini adalah kamar kita," ucap Adam, seraya memeluk erat tubuh istrinya dari arah belakang.


Bahkan sesekali, Adam menciumi pucuk kepala istrinya itu dengan sayang.


"Kamu suka?" tanya Adam lagi, seraya menunduk menatap kedua netra sang istri.


Dengan tersenyum, Haura pun mengangguk.


"Sangat suka," jawab Haura kemudian.


Dan pelukan Adam, makin erat terasa memeluk tubuhnya.


Sejenak, mereka terus berada di posisi itu. Menikmati sentuhan hangat yang kini menjadi candu bagi keduanya.


Hingga akhirnya Haura pun berbalik dan membalas pelukan sang suami tak kalah eratnya.


"Sayang," panggil Adam, Haura lalu menarik wajahnya dari dada sang suami dan mulai mendongak, menatap kedua netra Adam.


Tak melanjutkan ucapannya, Adam, malah mencium bibir ranum Haura. Memperdalamnya hingga terasa menuntut.


Dan melepas pagutan itu, saat sang istri mulai kehabisan oksigen. Secepat kilat, Haura langsung meraup semua udara.


Napasnya memburu, dengan dada yang naik turun.


Pelan, Adam segera menghapus sisa salivanya dibibir sang istri. Lalu kembali memeluk istrinya itu erat.


"Kapan kita ke hutan?" tanya Adam kemudian, ia bahkan berulang kali mengelus punggung sang istri dengan sayang.


"Bagaimana jika akhir pekan besok, saat Azzam dan Azzura tidur di rumah nenek Zahra," jawab Haura, yang wajahnya sudah kembali bersembunyi di dada bidang sang suami.


"Baiklah," jawab Adam setuju.


Adam bahkan tersenyum, dengan senyum yang artinya entah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Azzura : Ayah mencurigakan!


Ayah Adam : Sssttt!


🤣🤣🤣🤣