My Genius Twins Baby and CEO

My Genius Twins Baby and CEO
MGTB And CEO BAB 50 - Tatapan Nanar



Haura menatap lurus dan melihat Adam di sana. Seketika, saat itu juga ketakutannya menghilang entah kemana.


Ia bahkan sedikit tersenyum, seolah menyambut kedatangan Adam.


"Kamu disini?" tanya Adam, yang semakin mendekati Haura, ia mengikis jarak, hingga berada dekat sekali, mungkin sekitar satu langkah.


Malam ini Haura nampak sangat cantik, ditambah dengan senyumnya itu, membuat ia semakin mempesona. Namun keberadaan Shakir di samping Haura benar-benar merusak segalanya.


Haura mengangguk, lalu mengatakan jika ia kemari datang bersama Shakir. Saat itu juga, Shakir dan Adam saling tatap, dengan tatapan yang entah.


Hingga Luna membisikan sesuatu ditelinga Adam, "Tuan, Darius juga berada di jamuan makan malam ini," bisik Luna, lalu kembali mengambil jarak dari sang tuan.


"Aku akan bersama kalian," ucap Adam kemudian, dan Haura mengangguk, ia setuju-setuju saja.


Lain halnya dengan Shakir yang merasa jengah.


Malam itu, Monica juga berada di sana, namun ia datang menggunakan dresscode pelayan, hingga tak ada satu orang pun yang menyadarinya.


Namun Monica dapat melihat dengan jelas, suaminya yang begitu menjaga wanita miskin itu, Haura.


Bahkan Luna pun memperlakukan Haura dengan begitu hormat, sangat berbeda ketika Luna memperlakukan dirinya. Seolah Luna dan Haura memang sudah bersepakat.


Dibalik masker khusus pelayan yang ia gunakan, Monica menyeringai.


Sekali tepuk, dua lalat hina akan mati. Batinnya, sangat yakin. Lalu mengambil langkah untuk meninggalkan ruangan itu.


Selesai makan malam, Edgar yang mengadakan perjamuan ini memberikan sambutan di podium depan sana.


Nama Adam Malik disebut sebagai tamu kehormatan. Seketika semua mata tertuju pada Adam, lalu menatap wanita cantik disebelahnya yang ternyata bukan sang istri, melainkan seorang wanita cantik yang entah siapa.


Semua tamu di sana tahu, jika Haura adalah ibu dari kedua anak Adam Malik. Namun mereka tidak tahu seperti apa rupanya. Karena Adam, menutup rapat informasi tentang Haura ketika Monica membuat video kala itu.


Adam tak ingin, kehidupan pribadi Haura terusik.


Hanya Darius lah yang tahu pasti wajah Haura seperti apa.


Darius yang menatap Adam dan Haura pun menyeringai. Tak habis pikir atas sikap Adam itu.


Haura memang cantik, tapi kenapa harus repot bertanggung jawab, ambil saja anaknya dan lupakan tentang Haura, dasar bodoh. Batin Darius.


Selesai sambutan Edgar itu, ada penampilan artis ternama ibu kota yang menghibur mereka. Alunan musik lembut mulai terdengar jelas diseisi ballroom ini.


Shakir, mengajak Haura untuk pulang saat itu juga. Haura menurut, lalu hendak pamit kepada Adam.


"Mas, aku akan pulang," ucap Haura.


Adam menoleh, dan menatap lekat kedua netra wanita ini. Ingin sekali ia menarik Haura untuk menjauh dari Shakir. Namun Adam tak punya keberanian untuk memaksa Haura.


Menghargai semua keputusan Haura, adalah hal yang bisa ia lakukan saat ini. Akhirnya dengan berat hati, Adam mengangguk.


"Aku akan mengantarmu turun," jawab Adam dengan tatapannya yang dalam.


Shakir bisa melihat dengan jelas, jika tatapan Adam itu penuh dengan cinta. Tak ingin Haura terpengaruh, Shakir langsung memutuskan tatapan keduanya.


"Ayo Haura, sebelum malam semakin larut," ucap Shakir, hingga membuat Haura memutus tatapannya dengan Adam.


Mereka bertiga bangkit dari kursi yang sedari tadi mereka duduki.


Namun saat hendak melangkah, tiba-tiba semua lampu didalam ballroom mati.


Blam!


Semua orang berteriak, dan makin memekik saat ada kembang api yang diletuskan di dalam ballroom itu.


Suaranya begitu keras, bahkan cahaya kembang api memercik hingga mengenai sebagian para tamu undangan.


Suara teriakan memenuhi ballroom kala itu.


Suasana yang gelap, tak bisa membuat mereka berlari. Hanya bisa berebut untuk bersembunyi dibawah meja.


Sementara Haura? melihat kembang api di sana, kenangan malam tahun baru itu makin terukir jelas diingatannya.


Bagaimana ia mengatakan pada Pandu jika ia ingin menjadi kembang api sebelum malam kelam itu terjadi.


Suara teriakan orang-orang bahkan membuatnya merasa jika itu adalah teriakkannya dimalam itu. Sekuat tenaga berteriak meminta tolong, namun tak ada seorang pun yang menolongnya.


Kaki Haura gemetar, keringat dingin mulai muncul disekujur tubuhnya, ia menutup matanya erat. Hingga tanpa sadar Haura memeluk erat tubuh seorang pria disebelahnya untuk mencari tempat perlindungan.


Dan membuat pria lain yang berada didekat Haura, menatapnya dengan tatapan nanar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Aaa 😭😭 tatapan siapa itu 😭😭😭


Azzam : buruan next part dong thor.


Author : Tapi Author semalam ketiduran Zam, ini aja ngetiknya subuh.


Azzura : Yaudah, gimana kalau bab selanjutnya up nanti siang?


Author : Oke deh 😘 tapi jangan lupa vote ya 🙏