
Ikutlah aku.
Perlahan Darius mulai melepaskan pagutannya dari bibir ranum Monica dan perlahan Monica pun membuka pula kedua netranya yang sedari tadi tertutup.
Deru napas keduanya memburu dengan dahi yang masih saling menempel.
Jarak yang begitu dekat, bahkan Darius mencium hidung Monica dengan penuh kasih sayang.
"Ikutlah bersamaku, lalu kita menikah," desis Darius.
Ia berucap pelan hingga nafas hangatnya mampu menyapu wajah Monica yang terasa panas.
"Kenapa?" tanya Monica lirih.
Jujur saja, ini semua masih terasa mimpi baginya. 5 tahun hidup dalam kesendirian tanpa ada satu orangpun yang mengisi relung hatinya, lalu tiba-tiba Darius datang, menariknya, memeluknya, menciumnya dalam lalu menawarkan sebuah pernikahan.
Kenapa? adalah pertanyaan yang selalu muncul di kepala Monica.
"Karena aku mencintaimu," jawab Darius jujur dan memang itulah yang ia rasa.
Perasaan cinta untuk Monica yang kini memenuhi seluruh hatinya. Di dalam sana Monica sudah bersemayam menjadi ratu.
Mendengar kata cinta itu, Monica mulai mengambil jarak. Ia mendorong pelan dada Darius, namun pria tetap kukuh untuk tetap berada di posisinya, bahkan makin menarik pinggang Monica untuk mendekat.
"Aku sangat merindukanmu Ca, sangat," lirih Darius.
Sebelum Monica kembali buka suara, Darius lebih dulu menceritakan semua yang terjadi pada dirinya.
Pengasingan selama 5 tahun dan selama 5 tahun itu pula ia selalu teringat akan Monica.
Lalu setelah kembali hanya Monica lah yang ingin ia cari, menemui Adam yang ternyata selama ini selalu memantau Monica dari kejauhan.
Monica awalnya sungguh terkejut saat mendengar cerita itu, namun merasa hidupnya selalu beruntung meski dalam kesusahan membuat ia percaya, bahwa Adam diam-diam selama ini selalu membantunya.
Kedua netra Monica kompak mengeluarkan air mata, bahkan ia menggigit bibir bawahnya agar tangis itu tidak pecah.
Perasaan bersalah kepada Adam dan Haura membuat Monica menangis dalam diam.
Tidak hanya sampai di sana, Darius juga mengatakan jika kini ayah Monica tengah sakit dan sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Mereka sangat menyesal telah mengusir Monica. Hingga disaat usia senja seperti ini tidak ada anak yang mendampingi mereka.
Perihal perusahaan keluarga Monica sudah gulung tikar sejak lama. Bukan karena Adam, tapi karena Aufar Sharman yang melakukan kesalahan.
Mendengar cerita itu, air mata Monica semakin deras mengalir.
Dan Darius kembali menarik wanitanya untuk di dekap erat. Dan kali ini, Monica membalas pelukan itu. Menumpahkan semua rasa yang terpendam di dalam hatinya.
Di dada Darius, Monica menangis hingga menjadi tenang. Menyisahkan sesenggukan yang membuat hatinya merasa lega.
"Aku mohon Ca, ikutlah denganku," pinta Darius lagi, ia masih memeluk erat Monica dengan sesekali menciumi pucuk kepala wanitanya.
Dan seperti sebuah keajaiban, Monica menganggukkan kepalanya.
Lalu mendongak dan berkata.
"Iya, aku akan ikut denganmu," ucap Monica dengan bibirnya yang tersenyum.
Dan tanpa aba-aba, Darius kembali menyesap bibir ranum itu. Menghisaapnya dalam hingga sang empunya ikut tertarik. Kali ini Monica membalas tanpa ada perasaan yang mengganjal, bahkan ia menggantungkan kedua tangannya di leher Darius.
Saling membalas dengan perasaan yang tulus. Hingga debaran itu makin kental terasa di hati.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa mampir di novel yang baru Author ya 💕💕
Azzam & Bella 💕
Ibrahim & Aira 💕