My Genius Twins Baby and CEO

My Genius Twins Baby and CEO
MGTB And CEO BAB 68 - Perlakuan Yang Sama



Perbincangan Haura dan Pandu terhenti, saat mereka berdua melihat seorang wanita yang berdiri tegak dan menatap tajam ke arah mereka.


Bahkan Haura langsung berdiri dari duduknya dan memastikan dengan jelas siapa wanita itu.


Wanita itu adalah Salma, tante Haura sekaligus istri om Jodi.


Kemarin, Salma mendapat berita jika toko bunga sang suami kembali buka. Namun ada yang berbeda, toko bunga itu tidak lagi menggunakan namanya, Salma Florist, melainkan nama sang keponakan, Haura Florist.


Salma meradang, walau bagaimanapun hingga kini ia masihlah istri sah Jodi. Tapi dengan begitu tega, Jodi mencampakkan dirinya, mengganti nama toko milik mereka menggunakan nama Haura.


Padahal Jodi tahu dengan pasti, jika ia begitu membenci Haura. Bahkan perpisahan mereka juga disebabkan oleh Haura.


Haura, Haura, Haura, Salma benar-benar membenci nama itu.


Dan kemarahan Salma makin memuncak, kala tak hanya nama Haura saja yang ia lihat di papan nama toko itu, namun Haura juga ada di sana.


Lengkap dengan tawa riangnya saat berbicara dengan Pandu.


"Tante Salma," gumam Haura, dengan tatapannya yang pias. Masih teringat dengan jelas diingatannya saat dulu Salma memintanya untuk pergi.


Bahkan saat itu, Salma pun menuduh ia menggoda pamannya sendiri.


Dengan langkah tergesa, Salma mulai menghampiri Haura. Ia melayangkan sebuah tamparan keras di pipi sang keponakan. Ingin memberi Haura pelajaran, karena tanpa malu wanita hina ini malah kembali.


Kembali dan merebut suaminya lagi.


Namun dengan cepat, Pandu mencegah tamparan Salma itu, bahkan Pandu menepisnya hingga membuat Salma terhuyung.


"Jangan ikut campur!" pekik Salma pada Pandu, menunjuknya dengan jari telunjuk.


"Anak tidak tahu diri! setelah kembali, lagi-lagi kamu merayu Pandu dan pamanmu sendiri? hah!" pekik Salma lagi tanpa ampun, namun kini pekikannya itu ia tunjukkan pada Haura. Wajah Salma memerah, menandakan amarah yang sudah sampai di ubun-ubun.


6 tahun berlalu, nyatanya tak merubah apapun pada diri Salma. Ia masih memperlakukan Haura dengan buruk, hingga kini.


Dan kembali mendapat perlakuan tak baik dari sang tante, Haura hanya mampu menurunkan pandangannya, menunduk.


Haura bukannya tak bisa melawan, namun ia masih memiliki hormat. Bagaimanapun, Salma adalah tantenya, orang yang sudah ia anggap seperti orang tuanya sendiri.


Ya, itulah Haura.


Mendengar ada keributan diluar sana, Jodi pun menghampiri, lalu tak lama setelahnya, Aminah pun menyusul.


Dan betapa terkejutnya Aminah, ketika ia melihat Haura yang hanya tertunduk, didepan seorang wanita yang sedang menunjuk-nunjuk wajahnya tanpa ampun.


"Salma!" panggil Jodi dengan suaranya yang lantang, menatap tak kalah sengit pada istrinya itu.


Melihat sang suami di sana, Salma berdecih, apalagi saat melihat Jodi yang nampak lebih rapi. Bahkan suaminya ini memotong rambutnya, hingga nampak berbeda.


"Jadi setelah kembali berhasil, kamu tetap saja ingin berhubungan dengan Haura? dia ini lacur Mas_"


Plak!


Tanpa segan, Jodi langsung menampar Salma kuat. Hingga salah satu pipi Salma terasa panas dan kebas.


"Berani kamu tampar aku Mas? aku masih istrimu sampai detik ini!" pekik Salma tidak terima.


Jodi dan Haura nampak hidup dengan baik, sementara ia selama ini hidup serabutan, apalagi setelah uang hasil penjualan toko habis ia hanya lalu lalang tidak jelas. Bahkan ia sering menemani pria hidung belang kencan untuk mendapatkan uang.


Takdir yang tidak bisa diterima oleh Salma.


"Ya kamu memang masih istriku, bahkan aku masih menunggumu untuk kembali," jawab Jodi kemudian, hingga perlahan membuat Salma kembali tersenyum tipis.


Seketika ia seperti menemukan sebuah harapan, untuk kembali hidup dengan nyaman, sebagai pemilik toko bunga ternama.


"Aku menunggumu untuk menjatuhkan talak dengan layak. Aku menceraikanmu," timpal Jodi lagi tanpa ragu.


Ya, dia memang berniat untuk menceraikan sang istri. Ia menunggu Salma kembali hanya untuk menceraikannya.


Dan mendengar ucapan sang suami itu, Salma seperti tersambar petir.


Ia terpaku dengan pikirannya yang gamang.


Tak menyangka, jika Jodi akan menceraikan dirinya.