My Genius Twins Baby and CEO

My Genius Twins Baby and CEO
MGTB And CEO BAB 183 - Monica & Darius Bagian Lima



Menikah.


3 hari setelah Aufar manyampaikan keinginannya agar Monica segera menikah, Darius langsung mempersunting Monica.


Pernikahan itu hanya sederhana, bahkan dilaksanakan di rumah sakit, di ruangan Aufar di rawat.


Suasana haru tentu memenuhi ruangan ini, Aufar makin merasa bahagia saat Adam dan Haura pun menghadiri pernikahan anaknya.


Pria paruh baya yang sudah renta inipun sampai meneteskan air matanya.


Beruntung sebelum ajal menjemput ia bisa melihat kehidupan sang anak membaik, bahkan kini telah mendapatkan kebahagiaan sejatinya. Menikah dengan orang yang mencintainya tulus dan Monica pun mencintai Darius pula.


Selesai ijab kabul, Aufar memeluk anak dan menantunya sekaligus. Di akhir pelukannya lagi-lagi Aufar berucap terima kasih, terima kasih karena Monica sudah sudi kembali dan membuat hatinya tenang lagi.


Sementara Monica langsung meminta maaf, karena terlalu lama pergi.


Marina menengahi, mengatakan jika hari ini adalah hari bahagia, maka jangan biarkan kesedihan akan masa lalu mengambil alih.


Semuanya mengangguk setuju.


Dan kini, Monica dan Haura duduk di sofa ruangan itu, sementara Adam dan Darius mengantar kepergian pak penghulu.


Kata maaf sudah banyak Monica ucapkan pada Haura saat pertama kali bertemu kemarin. Dan hari ini Monica banyak mengucapkan kata terima kasih pada Haura karena kebaikan hati wanita berhijab ini.


Haura bukan hanya memaafkan, namun bersedia menjadikannya teman.


Bahkan pelukan hangat selalu Haura berikan sebagai bentuk jawaban yang tulus.


"Ingat kata tante Marina, hari ini tidak usah membahas masa lalu, hari ini adalah hari bahagia mu," ucap Haura, kedua wanita ini masih saja saling memeluk erat.


"Terima kasih Haura, terima kasih," balas Monica.


Wanita yang dulu begitu dibenci Monica nyatanya kini menjadi teman satu-satunya diusia tua. Menerima dia apa adanya bahkan melupakan semua masa lalunya yang kelam.


Sama halnya dengan Monica dan Haura, Darius dan Adam pun kini menjelma menjadi seorang teman.


Jika dimasa lalu mereka selalu berselisih, maka kini tidak lagi. Keduanya saling merangkul dan membantu.


Seolah perdebatan mereka di masa lalu malah semakin mengeratkan hubungan mereka saat ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi tadi keadaan Aufar sudah membaik, namun saat sore tiba kondisinya malah menurun drastis.


Bahkan dokter sudah mengatakan pada pihak keluarga untuk mengikhlaskan Aufar agar mempermudah jalannya.


Air mata Monica kembali jatuh. Namun tidak ada yang ia sesali sedikitpun. Kenangan manisnya bersama sang ayah meski hanya sebentar sudah membuatnya bersyukur.


Meski susah payah, Monica pun coba mengikhlaskan. Terlebih saat Marina berkata bahwa papa Aufar sudah lama berjuang, maka kini mereka harus ikhlas melepaskan papa pergi, mengakhiri rasa sakitnya yang terus menyiksa.


Di samping anak, istri dan menantunya, Aufar menghembuskan napas terakhir.


Jalan Aufar memang sudah berakhir namun itu menjadi langkah awal Monica untuk memulai kehidupan yang baru.


Menjadi seorang istri dan satu tahun kemudian menjadi seorang ibu pula.


Dan hari ini senyum monica makin mengembang saat melihat sang suami tengah berjemur dengan bayi mereka di teras rumah.


Sama-sama bertelanjang dada keduanya melawan mentari pagi.


Pemandangan lucu dan terindah seumur hidup Monica.


"Apa aku perlu buka baju juga lalu berjemur bersama kalian?" ledek Monica, ia menghampiri suami dan anak laki-lakinya. Ikut duduk disalah satu kursi.


"Hem, mana boleh seperti itu, mama buka bajunya di kamar saja, nanti malam," jawab Darius seraya mengedipkan sebelah matanya, genit.


Dan Monica terkekeh seraya menggelengkan kepalanya berulang.


Mesum.


...TAMAT...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bonchap terakhir, sampai bertemu di cerita ku yang lain ya..