
Jakarta, Atmajaya Group.
Minggu siang hari, tak peduli meski hari ini tanggal merah, perusahaan Atmajaya Group mengadakan rapat umum besar-besaran, setelah dilakukan audit keuangan, nampak jelas jika aliran dana di perusahaan itu tidak berjalan seperti semestinya, karena nyatanya, lebih banyak uang masuk ke rekening sang CEO daripada untuk biaya produksi.
Semua uang itu Darius gunakan untuk mendukung gaya hidup mewahnya dan kegemaran bermain judi di Singapura, casino di hotel Marina Bay Sands.
Saat itu juga, para pemegang saham dan petinggi perusahaan geram bukan main, tanpa pikir panjang mereka semua membuat keputusan untuk memberhentikan Darius sebagai CEO Atmajaya Group, lalu memilih adam Malik untuk menggantikannya.
Bukan tanpa sebab, kenapa nama Adam Malik dipilih sebagai pengganti Darius, selain memiliki saham 10 persen Atmajaya Group, Adam Malik juga memegang kepercayaan semua pemegang saham di perusahaan AG.
Mendengar keputusan itu, Agra dan Luna langsung tersenyum penuh kemenangan, sementara Darius hanya mampu mengepalkan tangannya kuat diatas meja. Ia tak bisa berkilah apapun karena semua bukti terpampang jelas di depan sana.
“Maaf sebelumnya ... “ ucap Agra, mengambil alih jalannya rapat umum perusahaan Atmajaya Group siang itu. Semua mata langsung tertuju kearahnya.
“Saya sebagai perwakilan Adam, tidak menerima usulan itu,” jelas Agra, hingga membuat semua orang menatapnya lekat.
“Adam, tidak ingin menjabat CEO di 2 perusahaan sekaligus, apalagi jika perusahaan itu bukan milik keluarganya sendiri.,” jelas Agra lagi, dan semua orang bergeming. Menunggu apa yang akan Agra sampaikan selanjutnya.
“Luna sudah mengirimkan hasil Audit ini pada Adam, dan Adam juga sudah menyampaikan keputusannya kepada saya.”
Mendengar itu, mendadak Darius merasa ketar ketir sendiri, merasa jika nasibnya kini berada ditangan keputusan Adam itu. Ia terus mengumpat di dalam hati, terus mengutuk Adam jika pria sombong itu sampai berniat mempenjarakannya.
Darius, sungguh tak sudi mendekam di tempat hina itu.
“Adam, ingin Darius tetap menjadi CEO di Atmajaya Group, dengan satu syarat. Selama 5 tahun, dia harus menjadi karyawan biasa di bagian survey produk. Selama itu, Darius harus berkeliling keseluruh penjuru negeri untuk melakukan survey tentang kualitas produk, harga dipasaran dan juga kepuasan konsumen pada produk rokok Atmajaya Group. Adam rasa, itu adalah hukuman yang tepat. Karena bagaimanpun, selama ini sebenarnya Darius sudah memimpin AG dengan sangat baik,” jelas Agra, persis seperti yang diinginkan oleh Adam, mempermainkan hidup Darius selama 5 tahun.
Mendengar itu, Darius ingin sekali menghajar Agra sekarang juga,. Memukul wajah yang mirip dengan Adam itu hingga babak belur.
Bukannya takut, Agra malah tersenyum miring.
“Semua keputusan juga ada di tanganmu Darius, jika kamu tidak ingin menuruti keinginan Adam, kamu bisa mengundurkan diri secara langsung sebagai CEO Atmajaya Group dan setelah itu, korupsi mu akan kita bawa ke meja hijau. Menurutmu, jika kasus ini sampai diperkarakan, kira-kira siapa yang menang?” jawab Agra, balik bertanya.
Sumpah demi apapun, mendengar itu Darius sangat murka.
Ia hendak berlari dan memukul keras wajah Agra. Namun sang ayah yang duduk disampingnya langsung menahan lengan Darius dengan sangat kuat. Darsa Atmajaya, juga menghadiri rapat umum itu.
“Jadilah berguna, satu kali ini saja!” desis Darsa dengan tatapannya yang tajam.
Wajah Darius memerah, menahan amarah. Yang bisa ia lakukan saat itu hanyalah satu, menggebrak meja rapat dengan begitu kuat.
Namun setelahnya, Darsa yang menampar wajahnya tanpa ampun.
“Darius, akan menerima usulan Adam,” ucap Darsa, saat anaknya itu sudah tersungkur diatas lantai.
Ketegangan yang sempat terjadi itu, tak menyurutkan untuk melanjutkan rapat kali ini.
Selain menjadi karyawan biasa, Darius juga harus mengganti semua kerugian yang telah ia perbuat. Darsa sebagai sang ayah pun menyanggupi.
Daripada harus kehilangan perusahaanya, Darsa lebih baik membuat anaknya hidup menderita.
Agra dan Luna tersenyum penuh kemenangan. , mulai senin besok, Darius harus sudah mulai bekerja menjadi karyawan biasa. Perjalannya akan dimulai dari negeri seberang nan jauh di sana, Nanggroe Aceh Darussalam.