My Genius Twins Baby and CEO

My Genius Twins Baby and CEO
MGTB And CEO BAB 114 - Mulai Bergerak



“Padahal aku selalu menunggumu,” ucap Adam lirih, setelah cukup lama diam mengambil alih kendali diantara mereka.


“Aku tidak tahu itu,” jujur Haura, yang ia tahu kala itu adalah Adam yang menggelar pernikahan besar-besaran dengan Monica.


Lagi, hening tercipta.


Hingga Adam kembali menarik Haura untuk didekapnya erat. Adam bahkan berulang kali menciumi pucuk kepala istrinya itu dengan sayang.


“Jika membicarakan masa lalu, rasanya hanya ada sakit ya. Tapi ketika teringat ada Azzam dan Azzura di sana, seolah sakit itu menghilang,” ucap Adam kemudian.


Haura membalas pelukan sang suami tak kalah eratnya, membenarkan ucapan suaminya itu.


Bagaimanapun sakitnya, nyatanya Adam dan Haura tetap mensyukuri masa lalu itu, karena dengan demikian mereka bisa memiliki Azzam dan Azzura.


“Simpanlah kancing baju ini, kancing ini nanti akan digunakan oleh Azzam saat dia menggantikan aku,” ucap Adam lagi, seraya menggenggam erat tangan sang istri yang sedang memegang kancing itu.


Kancing baju turun temurun keluarga Malik, hanya diperuntukkan untuk pewaris utama dan hanya digunakan saat menghadiri acara-acara penting Malik Kingdom.


“Iya Mas,” jawab Haura patuh, semakin menenggelamkan wajahnya di dada bidang sang suami.


Malam itu, mereka terus berbincang membicarakan banyak hal. Tak hanya membahas masa lalu, mereka pun mulai merencanakan masa depan bersama-sama.


Masa depan, yang akan mereka hadapi bersama-sama.


Tentang keinginan keduanya untuk kembali memiliki anak.


Tentang, Adam yang ingin segera pensiun dan menghabiskan waktunya bersama dengan anak-anak dan istrinya.


Tentang Haura yang ingin membahagiakan nenek Aminah dan juga om Jodi.


Dan masih banyak yang lainnya lagi.


Hingga tengah malam tiba, mereka baru memutuskan untuk masuk ke dalam rumah. Tidur di ranjang sederhana dan bergumulan disana.


Menciptakan kehangatannya sendiri, mengalahkan dinginnya cuaca dingin di pinggir pegunungan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Menggeliat kecil, Haura mulai membuka matanya secara perlahan.


Hal pertama yang ia lihat adalah dada suaminya yang masih polos. Sama polosnya seperti tubuhnya.


Subuh begini, cuaca di desa Parupay semakin dingin. Haura bahkan kembali menutup matanya dan memeluk suaminya erat.


Menyatukan tubuh polos mereka dala pelukan dan menciptakan kehangatan yang begitu nyaman.


"Jam berapa?" tanya Adam dengan suaranya yang parau, khas orang bangun tidur.


"Jam 4 Mas, tidur lagi yuk," ajak Haura. Ia pun masih setia membiarkan matanya tertutup.


"Dingin ya?"


"Hem," jawab Haura, singkat.


Untunglah, ada selimut tebal di rumah itu yang bisa mereka gunakan.


Mereka mengatakan untuk kembali tidur, namun nyatanya mereka hanya saling memeluk dan menutup mata, namun tidak terlelap.


Bahkan sama-sama tersenyum, saat menyadari tidak ada yang kembali tidur.


"Katanya mau tidur?" tanya Adam, dengan mata yang tertutup.


"Mas dulu, nanti aku baru menyusul," balas Haura, dan Adam pun mengulum senyumnya.


Semakin memeluk, istrinya erat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malik Kingdom, Jakarta.


Luna segera mendatangi ruangan Agra Malik.


Pagi sabtu ini, ia dan Agra memiliki sebuah rencana. Mendatangi Atmajaya Grup dan meminta dilakukan audit keuangan pada CEO perusahaan itu, Darius Atmajaya.


Luna mulai bergerak, menuntaskan perintah sang Tuan, Adam. Untuk mulai menghancurkan Darius.


Luna, sudah mengantongi beberapa kecurangan Darius. Dan sebagai salah satu keluarga Malik, Agra diminta oleh Adam untuk menggantikan dirinya.


Memegang surat kuasa sah atas saham 10 persen di perusahaan Atmajaya Group, Agra mendatangi Darius dan meminta laki-laki itu untuk mempertanggung jawabkan semua kesalahannya selama ini.


Mengusik Adam, maka mengusik keluarga Malik. Karena itulah, Agra tak segan untuk turun tangan.


Bersama beberapa pihak kepolisian, Agra dan Luna mendatangi Atmajaya Group.


"Apa-apaan ini!" pekik Darius pada orang-orang Malik Kingdom ini. Ia menatap geram dan penuh kebencian.


"Tuan Adam, ingin keuangan Atmajaya Group di audit. Ia memiliki hak untuk itu, tuan Adam memiliki saham 10 persen, juga saham yang dikuasakan padanya sebanyak 30 persen, 40 % pemegang saham, menginginkan adanya audit," jelas Luna, lantang.


Dan Darius tersentak, ia tahu, ia tak bisa menghindari itu.


Hanya tinggal menunggu waktu, semuanya akan terbongkar dengan perlahan.


Adam! geram Darius di dalam hati.