My Genius Twins Baby and CEO

My Genius Twins Baby and CEO
MGTB And CEO BAB 134 - Keluarga Adam Malik



Selama 1 jam, seluruh karyawan Malik Kingdom berada di ruang rapat utama.


Kris yang memimpin jalannya pertemuan itu.


Kris pula yang memperkenalkan secara resmi seluruh anggota keluarga Adam Malik.


Haura Almayra, sebagai istri sang tuan. Juga memperkenalkan kedua anak mereka,  Azzam Malik dan Azzura Malik.


Seluruh karyawan menyambut antusias pertemuan hari ini. Nama Haura dan kedua anaknya sudah tidak asing lagi bagi mereka.


Bahkan mereka sudah sering membaca berita tentang anggota-anggota keluarga Adam Malik itu.


Namun hari ini adalah hari pertama mereka saling bertatap wajah seperti ini. Kekaguman kepada Haura makin menjadi, apalagi saat melihat wajah Haura yang nampak begitu cantik, dengan senyumnya yang begitu hangat.


Sungguh serasi ketika bersanding dengan seorang Adam Malik, yang dikenal begitu dingin.


Belum lagi ketika mereka melihat secara langsung rupa Azzam dan Azzura, sekejap saja, mereka semua langsung mengidolakan generasi pertama Adam Malik itu.


Wajah kedua anak itu seolah terpahat dengan sempurna, tampan , cantik dan juga sangat menggemaskan.


Selesai memperkenalkan diri, Haura bahkan bertegur sapa kepada sebagain para karyawan. Hingga akhirnya suaminya itu mengajaknya untuk naik ke lantai 69. Menuju ruang kerjanya, ruang CEO Malik Kingdom.


Bagi Azzam dan Azzura, ini sudah yang kesekian kalinya mereka ke ruang kerja sang ayah. Namun bagi Haura, ini adalah yang pertama kali.


Jujur saja, Haura sangat terkejut kala masuk kedalam ruangan itu. Tak nampak seperti ruang kerja, dimatanya, ini lebih mirip sebuah hotel mewah, hanya saja, tidak ada ranjang disini.


“Pintu itu, menuju kamarku, ada ranjang dan sebagian baju-bajuku. Jika mendadak ada pertemuan dengan klien, biasanya aku ganti baju di sana.”


Mulut Haura menganga, belum habis kekagumannya pada ruangan ini, suaminya itu kembali memberinya kejutan.


Sementara Azzam dan Azzura sudah duduk di atas sofa dan memainkan beberapa permainan anak-anak yang selalu disiapkan sang ayah ketika mereka datang kesini.


“Dulu, aku bisa bekerja siang dan malam. Tapi sekarang tidak lagi,” jawab Adam, ia berdiri tepat disebelah sang istri.


Haura sedang berdiri tak jauh dari dinding kaca di sana. Menatap keluar, melihat indahnya kota Jakarta dari atas sini.


Kini, Haura sudah tak takut lagi pada ketinggian.


“Kenapa?” tanya Haura, heran. Ia bahkan setengah memutar tubuhnya dan menatap ke arah sang suami.


“Sekarang aku lebih betah di rumah, karena di rumah ada kamu,” balas Adam, seraya tersenyum kecil.


Dan Haura yang mendengar itu hanya mampu mengulum senyumnya. Ia sedikit menunduk, merasa malu.


Tak sanggup menahan gemas, akhirnya Adam pun menarik pinggang sang istri dan memeluknya erat. Adam bahkan berulang kali menciumi pucuk kepala istrinya itu.


Dan tak lama setelahnya, mereka berdua menghampiri Azzam dan Azzura dan duduk di sofa.


Adam, bercerita pada kedua anaknya itu tentang berdirinya perusahaan Malik Kingdom ini. Perusahaan ini, bukanlah milik ia seorang. Namun seluruh keluarga Malik memiliki hak di perusahaan ini.


Saat itu ia juga menyebutkan tentang Arrabella, dan juga saudara-saudaranya yang lain. Termasuk, tante Aida dan juga om Yuda.


Kebetulan, Adam adalah anak dari anak tertua kakek buyut mereka. Karena itulah, ia yang mendapat tugas untuk memimpin.


Dan kelak, kepemimpinan ini akan dilanjutkan oleh keturunan Adam pula. Yaitu, Azzam.