My Genius Twins Baby and CEO

My Genius Twins Baby and CEO
MGTB And CEO BAB 78 - Merelakannya



Siang harinya.


Selesai shalat zuhur, Haura bersiap.


Sebentar lagi, pasti Adam akan menjemput. Tak seperti biasanya, kali ini Haura sedikit menghias wajahnya. Seolah kali ini, ia dan Adam akan pergi kencan. Padahal hanya berkunjung ke rumah Adam, bersama dengan kedua anaknya pula.


Ting tong!


Ting tong!


Bell rumahnya berbunyi, seketika senyum Haura terbit. Dengan langkah tergesa, ia keluar dari dalam kamar dan bergegas ke pintu utama rumah ini.


Membukanya dan melihat seorang pria berdiri di sana. Melihat pria itu, senyum Haura perlahan menyurut.


"Abang Shakir," panggil Haura kemudian.


Shakir yang tadi melihat senyum antusias Haura lalu berubah jadi senyum tipis merasakan denyut dihatinya.


Merasa, jika dia bukanlah orang yang diharapkan oleh Haura untuk datang.


Apalagi saat melihat Haura yang nampak begitu cantik, seolah Haura akan segera pergi.


Lalu pandangan keduanya teralihkan, pada satu mobil yang masuk ke halaman rumah Haura, mobil Adam.


Dan makin berdenyutlah hati Shakir dibuatnya.


"Kamu mau pergi?" tanya Shakir dan Haura hanya bisa menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Hingga akhirnya, Adam ikut berdiri di samping mereka.


"Tuan Shakir," sapa Adam mencoba ramah, meskipun hatinya begitu gusar. Adam sangat tahu, jika Shakir menaruh hati pada calon istrinya itu.


"Tuan Adam," balas Shakir pula, seraya menyambut uluran tangah Adam yang menyapa.


Jujur saja, Haura merasa tak enak hati pada Shakir. Ia belum bercerita pada sahabatnya itu perihal hubungannya dengan Adam yang semakin membaik, bahkan telah merencanakan sebuah pernikahan.


"Ayo kita langsung pergi, anak-anak pasti sudah menunggu," ajak Adam, yang tak ingin berlama-lama bersama Shakir.


Namun kali ini Haura menolak, ia menggeleng pelan.


"Mas, boleh aku meminta waktu untuk bicara dengan Bang Shakir sebentar?" pamit Haura dengan suaranya yang lembut, tak ingin Adam sampai marah akan permintaannya itu.


Namun sekuat tenaga Adam meredam emosi. Ia menganggukkan kepala dan memberi waktu Haura dan Shakir untuk bicara.


Sedangkan Adam, kembali masuk ke dalam mobilnya dan menunggu di sana. Dengan terus memperhatikan Haura dan Shakir yang masih berdiri di teras rumah.


"Apa kamu akan kembali bersama dengan pria itu?" tanya Shakir dengan suaranya yang bergetar. Rasanya Shakir begitu tak terima jika Haura harus kembali bersama Adam.


Rasanya Shakir hanya akan ihklas melepas Haura, jika laki-laki itu bukanlah Adam.


Haura tak langsung menjawab, ia menatap kedua netra Shakir yang mulai berembun. Haura sadar, akan sulit bagi Shakir untuk menerima ini. Terlebih, sudah berulang kali pula Shakir mengutarakan cintanya pada Haura.


"Iya Bang," jawab Haura kemudian, ia sedikit menurunkan pandangannya, tak kuasa untuk menatap mata sendu Shakir. Pria yang sudah ia anggap seperti kakak sendiri. Shakirlah, pria yang membantunya untuk bangkit.


"Kenapa? apa karena Azzam dan Azzura?"


Hening, mendengar pertanyaan itu, Haura pun bertanya-tanya pada hatinya. Tentang ia yang memutuskan untuk menerima Adam.


Hingga akhirnya, Haura menemukan jawaban itu. Haura menggeleng pelan.


"Bukan Bang, bukan hanya demi Azzam dan Azzura, tapi juga perasaanku padanya," jawab Haura jujur.


Sejak pertama kali bertemu dengan Adam, pria itu selalu membuatnya merasa nyaman dan terlindungi. Sikap tulus yang Adam tunjukkan bahkan dapat ia rasakan dengan begitu jelas.


Dan tak tau kapan pastinya, tapi di hati Haura cinta untuk Adam telah tumbuh.


Mendengar jawaban Haura itu Shakir tersenyum, ia bahkan mengelus pucuk kepala Haura sejenak.


"Alhamdulilah, Abang lega dengarnya," jawab Shakir kemudian. lengkap dengan setetes air mata yang jatuh di pelupuk matanya.


Namun dengan cepat pula, Shakir menghapus itu.


Shakir sadar, perihal cinta memang tak ada yang bisa memaksa.


Jika Haura sudah mencintai pria itu, Shakir akan merelakannya, meski dengan hati yang terluka. Namun lagi-lagi Shakir mencoba yakin, jika suatu saat nanti, luka itupun akan mengering dengan sendirinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bonus up hari minggu 💕


Peluk Abang Shakir 😭