My Genius Twins Baby and CEO

My Genius Twins Baby and CEO
MGTB And CEO BAB 181- Monica & Darius Bagian Tiga



Cemburu.


Setelah menenangkan hati wanitanya, Darius mengajak Monica untuk keluar dari dalam mobil. Mulai berkemas, berpamitan pada bude Soimah dan segera pulang ke Jakarta.


"Alhamdulillah, jadi kalian rujuk?" tanya Soimah saat melihat Monica dan pria tampan ini mulai masuk ke dalam toko bunga mereka.


Monica tersenyum, malu-malu dan bingung mau menjawab apa. Ia hanya menunduk seraya menyelipkan beberapa anak rambut ke belakang telinga, kikuk.


"Iya Bude, sebenarnya kami belum menikah. Sepulang dari sini kami baru akan menggelar pernikahan dan saat hari itu tiba Bude juga harus datang ke Jakarta." Darius yang menjawab.


Dan Soimah sungguh merasa bahagia untuk keduanya.


Soimah membuatkan minum untuk Darius, sementara Darius membantu berkemas di dalam kamar.


Monica dan Soimah tinggal di toko ini, toko yang menjelma menjadi rumah juga, sebuah Ruko.


"Jadi selama ini kamu tinggal di sini?"


"Tidak," jawab Monica dengan tersenyum.


"Dulu kami tidak di sini, agak jauh dari pasar. Sampai akhirnya ada seseorang yang menjual ruko ini dengan harga murah dan menawarkannya pada kami. Sekarang aku baru tau, itu dulu pasti karena Adam," timpal Monica lagi, masih belum hilang senyum di bibirnya.


Namun entah mengapa, Darius tak suka saat mendengar wanitanya menyebut nama pria lain. Walau bagaimana pun Adam adalah mantan suami Monica, Darius takut jika Monica masih mencintai pria itu. Membuat cintanya bertepuk sebelah tangan.


Darius cemburu.


"Apa kamu masih mencintai Adam?" tanya Darius langsung, pertanyaan yang kini ada di kepalanya.


Pertanyaan yang membuat pergerakan tangan Monica terhenti saat sedang mengemas beberapa bajunya.


Monica lalu menoleh ke arah Darius dan melihat pria ini berdiri dengan wajah yang nampak kesal.


Melihat itu Monica mengulum senyumnya. umur mereka sudah terbilang tua, namun Darius bersikap seperti anak kecil. Seperti seorang remaja yang baru mengenal cinta.


Perlahan Monica meninggalkan kopernya dan menghampiri Darius kembali, lalu berdiri persis di hadapan pria ini.


"Tidak, aku sudah tidak mencintai Adam," jawab Monica jujur, bahkan ia yakin jika selama ini pun ia tidak pernah mencintai Adam dengan tulus. Rasa yang pernah ia rasakan terasa seperti ambisi.


Menikahi pria terpopuler di negara ini.


Saat itu juga Monica tidak mampu menahan tawanya, ia terkekeh bahkan berulang kali memukul lengan Darius.


Dan melihat tawa itu hati Darius berdebar, Monica sangat cantik ketika sedang tertawa lepas seperti itu.


Selamanya, Darius akan membuat tawa Monica itu selalu ada.


Namun belum apa-apa Darius malah membuat tawa itu terhenti. Saat dengan segera ia menarik pinggang Monica dan melabuhkan sebuah ciuman singkat di atas bibir ranum Monica.


Soimah yang hendak masuk pun sampai terbelalak dan menghentikan langkahnya dengan cepat.


Lalu mengendap-ngendap kembali mundur dan segera berlalu.


"Setelah ini kamu ingin memanggilku apa? jangan kamu kamu terus," ucap Darius. Ia masih setia memeluk tubuh sang calon istri.


Monica mencebik, mendadak bingung.


"Katanya mau cepat-cepat kembali ke Jakarta, kalau seperti ini bagaimana bisa aku berkemas?" Monica balik bertanya, mengalihkan pembicaraan. Tangannya memukul pelan tangan Darius yang mendekapnya erat.


Dan Darius langsung menarik hidung wanitanya ini dengan gemas.


"Mengalihkan pembicaraan," ketus Darius, namun ia menuruti sang calon istri dan melepaskan dek apa nya. Ia juga ingin segera kembali ke Jakarta.


"Panggil aku sayang," pinta Darius.


"Panggil Mas saja, Mas Darius."


"Panggil Sayang."


"Mas."


"Sayang!"


"Mas."


"Mas Sayang."


Monica mencebik dan Darius tergelak.