
Ucapan Kris tadi pagi terus terngiang dibenak Adam, hingga siang datang.
Adam tengah bersiap untuk menjemput anak-anaknya pulang sekolah.
Pergerakannya terhenti saat ia mendengar suara pintunya di ketuk, lalu terdengar Kris yang meminta izin untuk masuk.
"Masuklah Kris!" jawab Adam, saat pintu itu masih tertutup.
Kris masuk dan berdiri tegap di hadapan sang Tuan.
"Maaf Tuan, Luna baru saja menghubungi saya, dia mengatakan jika ia dan Nyonya Haura yang akan menjemput tuan muda Azzam dan nona muda Azzura," jelas Kris, dalam laporannya.
Mendengar itu, Adam hanya mengangguk kecil.
"Kalau begitu, katakan pada tuan Darsa aku bersedia menemuinya," jawab Adam, sekaligus memberi perintah.
Tadi pagi setelah kepergian Darius, Darsa segera menghubungi sekretaris Adam. Meminta untuk dibuatkan jadwal temu dengan sang CEO Malik Kingdom, Adam Malik.
Awalnya Adam menolak, karena ingin menjemput kedua anaknya. Namun ternyata sang istri sudah lebih dulu kesana.
Dan akhirnya, Adan merestui keinginan Darsa untuk menemui dirinya.
Darsa, sungguh ingin meminta maaf atas semua kesalahan yang sudah diperbuat oleh sang anak, Darius.
Darsa tidak ingin, karena kesalahan Darius itu, hubungan diantara mereka jadi renggang ataupun malah menjadi musuh.
Darsa ingin, keluarga Malik dan keluarga Atmajaya tetap memiliki hubungan yang baik.
"Baik Tuan," jawab Kris patuh, ia lalu mengundurkan diri dari ruangan itu dan menghubungi pihak Darsa.
Dan setelah Kris pergi, Adam segera menghubungi sang istri.
Tak butuh waktu lama, panggilan itu dijawab oleh Haura. Haura menjawabnya dengan mengucapkan salam yang terdengar begitu lembut, sepatah kata saja yang keluar namun mampu menenangkan siapapun yang mendengarnya, termasuk Adam.
"Walaikumsalam," jawab Adam dengan bibirnya yang mengukir senyum.
"Sayang jemput Azzam dan Azzura?" tanya Adam kemudian. Dan diseberang sana Haura menganggukkan kepalanya, seolah Adam bisa melihat itu.
"Iya Mas," jawab Haura akhirnya.
"Luna juga ingin mengajakku untuk bertemu dengan penulis Anna. Kata Luna, akan lebih nyaman jika bertemu diluar. Apalagi ini pertemuan pertama kami," timpal Haura lagi, menjelaskan.
Mendengar itu, Adam tersenyum.
Ia makin bahagia, ketika tahu Haura mulai terbiasa dengan statusnya yang baru. Istri dari salah satu keluarga Malik.
Mau tidak mau, Haura pun mulai dikenal publik. Lalu kelak, juga akan mengurus beberapa yayasan milik Malik Kingdom.
Mendengar itu, Haura tersenyum.
"Iya Mas," jawab Haura kemudian.
Dan tak lama setelahnya, panggilan itu terputus.
Disaat Haura sudah menjemput kedua anaknya. Disaat itu juga, Adam sudah bertemu dengan Darsa Atmajaya.
"Tuan Adam," sapa Darsa, ketika ia sudah masuk ke dalam ruangan CEO Malik Kingdom itu.
Adam bangkit dari duduknya dan menyambut Darsa dengan ramah. Meminta pria paruh baya ini untuk duduk si sofa ruangan itu.
"Tuan Darsa, ada perlu apa Anda menemui saya?" tanya Adam setelah keduanya duduk dengan sempurna.
Kris, juga ada di dalam ruangan itu, berdiri persis disebelah sang tuan, Adam.
"Tuan Adam, saya datang kesini untuk memohon maaf atas apa yang telah dilakukan oleh Darius kepada Anda. Saya mohon Tuan, maafkanlah kami," ucap Darsa, memohon.
Dan mendengar itu, Adam malah sangat terkejut.
Dengan cepat ia menggeleng, tak sepantasnya orang tua seperti Darsa sampai memohon ampun padanya seperti ini.
"Tuan Darsa, anda tidak bersalah, tidak perlu Anda meminta maaf kepada saya," balas Adam langsung.
"Dan perlu anda tahu, saya sudah memaafkan Darius. Jika saya terus membenci dia, itu artinya saya juga membenci kedua anak saya saat ini," timpal Adam lagi dengan sungguh-sungguh. Memang seperti itulah yang ia rasa dan ada dibenaknya.
Setelah perbincangannya dengan Kris tadi pagi, Adam terus mencoba ikhlas untuk semuanya. Melepas kebenciannya pada Monica dan Darius sekaligus.
Dan setelah itu, hati Adam perlahan mulai merasa lebih lega. Terlebih saat teringat, kini ia memiliki Haura dan kedua anaknya, Azzam dan Azzura.
Itu semua, tak terlepas dari Darius dan Monica.
Tak sampai di sana, saat itu juga Adam mengatakan jika ia akan mengembalikan saham 10 persen yang ia punya di Atmajaya Group.
"Terima kasih Tuan, terima kasih," balas Darsa, dengan kedua netranya yang mulai berkaca-kaca. Ia sungguh lega mendengar Adam yang sudah memaafkan sang anak. Apalagi saat mendengar, Adam yang akan mengembalikan saham 10 persen itu.
Darsa, sampai tak bisa mengucapkan kata apa-apa lagi, selain terima kasih.
"Tapi maaf Tuan Darsa, meskipun saya sudah memaafkan Darius, tapi saya tidak bisa memintanya untuk kembali sekarang. Dia tetap harus menjalankan tugasnya yang baru dengan baik."
Mendengar itu, Darsa pun menganggukkan kepalanya dengan antusias, setuju.
Darius, memang butuh banyak pembelajaran.