My Genius Twins Baby and CEO

My Genius Twins Baby and CEO
MGTB And CEO BAB 178 - Luna & Edgar Bagian Lima



Aku Hamil.


Jam 2 siang, Luna memutuskan untuk pulang dari rumah Haura. Tapi tidak langsung menuju rumah, Luna memilih untuk mengemudikan mobilnya menuju perusahaan sang suami, Edgar.


Luna ingin cepat-cepat mengatakan pada suaminya itu jika kini ia tengah hamil. Mengandung buah cinta mereka.


Tadi sehabis memakan buah kasturi, Haura meminta Luna untuk memeriksakan kandungan menggunakan tespack miliknya. Dan ternyata benar, 2 garis merah yang ditunjukkan dalam testpack itu.


Menandakan jika saat ini Luna benar-benar hamil.


Rasa bahagia yang membuncah langsung memenuhi hati Luna, ia bahkan sampai tak sabar untuk memberi tahu sang suami.


Berita bahagia yang sudah mereka tunggu-tunggu.


Cukup lama berada di perjalanan, akhirnya Luna sampai di perusahaan Edgar.


Para karyawan Suryo Grup langsung menunduk hormat saat melihat kedatangan Luna, istri dari CEO tempat mereka berkerja.


Sementara Luna tetap berjalan lurus, menatap kedepan dengan senyum di bibirnya yang tidak surut-surut.


Hingga akhirnya ia sampai di ruangan sang suami, masuk kesana dan mencuri perhatian sang pemilik ruangan.


Edgar langsung menghentikan semua pekerjaan dan menyambut sang istri dengan senyum curiga.


Kenapa istrinya senyum-senyum begitu?


"Duduk sini," pinta Edgar, menepuk pangkuannya.


Tanpa banyak berdebat, Luna pun duduk di sana, di atas pangkuan sang suami. Ia bahkan menggantungkan kedua tangannya di leher Edgar. Menatap lekat kedua netra sang suami dengan mengulum senyum.


"Mencurigakan," ucap edgar dengan matanya yang menyipit.


Sontak Luna langsung terkekeh, bahkan saking gemasnya ia memukul dada suaminya pelan.


"Aku hamil," desis Luna langsung, tepat di telinga Edgar. Hingga membuat pria tampan nan rupawan ini bergidik merasa geli.


"Apa?" tanya Edgar memastikan.


Dan Luna menangkup wajah sang suami menggunakan kedua tangannya, membuat mereka saling pandang dengan sangat lurus.


Sesaat seolah waktu berhenti berputar, kedua netranya membola merasa tidak percaya, ia akan menjadi seorang ayah.


Luna cemberut melihat suaminya yang tidak bereaksi, ia bahkan langsung mencubit pipi suaminya itu merasa kesal.


"Aduh!" keluh Edgar.


Edgar tersenyum saat melihat istrinya yang merajuk.


"Kamu hamil?" tanya Edgar yang lagi lagi memastikan.


"Hem," jawab Luna ketus, bahkan ia memalingkan wajah dan melipat kedua tangannya di depan dada.


"Aku tidak percaya," jawab Edgar.


Dan Luna langsung menatap suaminya dengan tatapan tajam. Bagaimana mungkin kata-kata itu yang keluar dari mulu suaminya.


Ia hamil dan Edgar malah tidak percaya. Padahal dengan jelas semua benih benih itu masuk ke dalam rahimnya selama 2 bulan ini.


Luna ingin marah, menunjukkan hatinya yang kini merasa sangat kecewa.


Tapi belum sempat mulutnya berucap, tubuhnya sudah lebih dulu melayang.


Luna menjerit kecil saat Edgar menggendongnya seperti pengantin baru. Bahkan reflek Luna pun langsung memegang pundak suaminya agar tidak sampai jatuh.


"Mas!" pekik Luna yang terkejut.


"Aku tidak percaya jika kamu hamil," ucap Edgar lagi membuat Luna semakin meradang.


"Aku akan melihatnya secara langsung, benarkah ada anak kita atau tidak di dalam rahimmu," timpal Edgar dengan senyumnya yang nakal.


Kemarahan Luna langsung mereda, seketika hilang entah kemana. Diganti rasa kesal yang sangat menyebalkan.


"Hih!" kesal Luna, ia memukul dada suaminya kuat-kuat.


Edgar tidak peduli, terus membawa istrinya masuk ke dalam ruang istirahatnya di kantor.


Mengunci pintu rapat-rapat dan menjenguk anaknya secara langsung.