Love Story' CEO.

Love Story' CEO.
Bab 94. Dilema.



Takkan ku biarkan kau menangis.


Takkan kubiarkan kau terkikis


Terluka perasaan oleh semua ucapanku


Maafkan lah semua sifat kasarku


Bukan maksud melukaimu


Aku hanyalah orang yang penuh rasa cemburu


Bila kau tak disampingku.


Happy Reading 🌹🌹🌹🌹


Nickho, Jovan, Jolenta, Roger dan Hansel duduk disofa ruang rawat Ara. Tatapan mereka berlima terfokus pada seorang wanita yang terbaring lemah diatas brangkar.


"Katakan padaku Roger apa yang terjadi?". Tanya Nickho. Dia sudah cukup tahu siapa Roger, karena dulu Ara sering menceritakan Roger.


Roger menghela nafas pelan "Ini semua ulah Bagaskara". Sahut Roger.


Nickho langsung menatap Roger "Apa maksudmu?". Tatapan Nickho tangan. Tangannya sudah terkepal.


"Bagaskara yang merencanakan kecelakaan itu, target adalah Ara. Tapi Kay dengan cepat menyelamatkan istrinya. Setelah kecelakaan Kay koma dan kehabisan darah. Pendonor yang memiliki golongan darah yang sama hanya Bagaskara". Roger menjeda ucapannya "Ara terpaksa meminta bantuan pada pria itu, namun Bagaskara mengajukan syarat bahwa Ara harus meninggalkan Kay, jika tidak Bagaskara tidak akan mau menolong Kay". Nickho terdiam rahangnya mengeras.


"Ara tidak punya pilihan, karena nyawa suaminya sedang dipertaruhkan. Ara juga tidak memiliki biaya untuk membayar tagihan rumah sakit dan terpaksa dia menyerahkan Kay pada keluarga Bagaskara".


Roger mengambil ponselnya. Lalu menyerahkannya pada Nickho.


"Lihat ini".


Nickho menatap video yang terdapat dilayar ponsel Roger. Seketika mata Nickho membulat sempurna saat melihat Ara menjilat sepatu Kakek nya. Ara juga ditampar hingga mengeluarkan darah disudut bibirnya. Ara dilempari cek dengan nilai milyaran agar segera meninggalkan suaminya. Yang membuat Nickho merasakan sesak, jari-jari Ara diinjak oleh Bagaskara pakai sepatu yang Ara jilati dan melempar sepatu itu dikening Ara, sehingga kening Ara luka dan mengeluarkan darah.


"Brengsekkkk". Pekik Nickho dengan nafas memburu. Dia tidak tahu jika Kakek nya sejahat itu melakukan kekejaman pada seorang wanita.


"Aku tidak akan pernah memaafkan tua bangka itu". Rahang Nickho sudah mengeras wajahnya juga merah. Andai saja ada Kakek nya disinis sudah pasti Nickho akan menghabisi tua bangka tidak tahu diri itu.


"Lalu kenapa kalian biarkan Ara difitnah?". Tanya Nickho.


Jovan mendelik "Untuk apa kami mengatakan sejujurnya bukankah kalian sudah menuduh Ara pergi bersamaku? Jangan kalian pikir kami tidak tahu jika Bagaskara menyewa seseorang untuk menjadi aku dan Ara". Sindir Jovan menatap Nickho "Dokter Nickho yang terhormat, kami takkan membiarkan Ara kembali lagi di keluarga Bagaskara. Jangan tanya kenapa kami menyembunyikan keberadaan nya, karena kami tahu jika kalian juga mencari nya. Terutama Bagaskara yang ingin melenyapkan Ara". Timpal Jovan menatap Nickho dengan sinis.


Nickho terdiam dalam dilemanya. Dia juga pernah menuduh Ara berselingkuh dan menduakan Kayhan, tapi kenyataannya wanita itu diusir oleh Kakek nya sendiri.


Nickho menyenderkan punggungnya "Aku tidak akan mengatakan pada siapapun". Sahut Nickho "Tapi Kak Seem juga mencari Ara, dia sangat terobsesi pada Ara. Aku takut jika dia menyelidikiku. Seperti nya dia sudah tahu keberadaan Ara".


"Seem?". Beo Jolenta, Jovan dan Roger. Sedangkan Hansel hanya mendengar kan saja. Dia tidak terlalu tahu orang-orang didekat Ara.


"Kakak nya Kayhan dan juga Kakak sepupuku. Dia menderita OCD akut, tapi setelah bertemu Ara dia langsung sembuh. Aku yakin jika dia sedang berusaha merebut Ara, apalagi Ara dan Kay sudah sah berpisah". Jelas Nickho.


Mereka tampak berpikir. Ini akan sangat bahaya, jika Seem menemukan keberadaan Ara "Apa sebaiknya kau menatap saja disini?". Saran Jolenta.


Nickho menggeleng "Tidak bisa Jo. Itu akan membuat Kak Seem semakin curiga. Dia selalu mengawasi dengan pengawal bayangannya". Jawab Nickho.


"Lalu apa yang harus kita lakukan untuk melindungi Ara?". Tanya Jolenta yang juga bingung.


Roger menghembuskan nafasnya perlahan, dan sebelum berpikir "Kita akan perketat keamanan. Dokter Nickho, setelah operasi Ara selesai kembali lah ke Australia. Karena jika kau berlama-lama disini akan membuat banyak orang curiga terutama Kayhan". Ucap Roger "Aku tidak mau Ara bertemu dengan pria itu lagi".


Nickho melihat kearah Roger "Kenapa? Bukankah mereka saling mencintai?". Tanya Nickho.


"Jangan berpura-pura tidak tahu Dokter Nickho, kami selalu mengawasi gerak gerik Kayhan. Dia bahkan mengatakan hal yang tidak-tidak tentang Ara dan membenci adikku. Aku tidak mau nanti dia datang hanya ingin merebut anak Ara". Ujar Roger dengan nada dingin.


Nickho langsung kikuk mendengar jawaban Roger. Jika mereka mengawasi Kayhan secara diam-diam berarti mereka juga mengawasi dirinya diam-diam.


"Dia masih mencintai istrinya. Dia hanya kecewa saat melihat video itu. Bukan sepenuhnya salah Kay. Tapi aku yakin jauh didalam lubuk hatinya dia sangat merindukan Ara". Sahut Nickho membela Kayhan, bagaimana pun Kayhan adalah sepupu kandungnya "Dia juga terluka, dan kau tahu bagaimana kondisi nya saat ini? Dia terlihat kacau dan berantakan apalagi saat mengalami Sindrom Couvade". Lanjut Nickho matanya terarah pada Ara yang tenang disana.


"Jika mereka memang berhodoh, mereka akan bertemu suatu hari nanti. Tapi untuk sekarang, apalagi kondisi Ara sedang menurun aku harap dia tidak terlalu banyak berpikir karena suaminya". Sambung Roger menimpali.


"Aku paham".


Nickho dan Hansel mempersiapkan operasi Ara. Kedua dokter hebat itu berkerja sama dengan baik dan siap menghadapi kemungkinan yang akan menimpa Ara. Resiko dari Operasi besar itu juga menjadi pedoman untuk mereka bertindak hati-hati dan mereka akan melakukan segalanya agar Ara dan bayi-bayi nya bisa selamat.


Operasi besar itu tentu saja beresiko yang mempertaruhkan nyawa. Namun, Nickho akan berjuang dengan keras agar wanita itu berhasil melewati semuanya.


Perasaan Nickho pada Ara memang masih ada sampai kapanpun perasaan itu takkan hilang. Namun, saat Ara menikah dengan Kayhan Nickho berusaha untuk tidak egois dan melepas Ara dengan kebahagiaan nya. Apalagi saat Kayhan mengorbankan harta dan jabatan nya agar bisa bersama Ara, membuat Nickho tenang melepas Ara karena dia yakin jika Ara akan aman dan nyaman bersama suaminya, Kayhan.


Namun, apa yang terjadi justru gadis itu dibiarkan menyebrangi lautan. Nickho tidak menyalahkan Kayhan. Hanya saja dia kecewa saat Kayhan menuduh Ara dan mengatakan bahwa wanita itu penghianat. Nyatanya, Ara meninggalkan nya agar Kayhan bisa bertahan hidup meski tak bersama Ara.


Bukankah cinta terbaik adalah ketika mampu melepaskan sesuatu yang terasa ingin dimiliki? Jadi jika kita tak bisa memiliki nya biarkan dia memiliki kebahagiaan ditempat lain.


Bersambung.......


Kayhan ❤️ Kimara