Love Story' CEO.

Love Story' CEO.
Bab 104. Gelisah



Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Kayhan berkali-kali menghembuskan nafasnya berat. Entah kenapa akhir-akhir ini dirinya begitu gelisah, seperti tiba-tiba panik dan khawatir tanpa sebab. Dia berusaha mencari tahu apa sebenarnya yang dia pikirkan namun dia tidak menemukannya.


Saat ini dia sedang berada di jet pribadi miliknya. CEO tampan itu menuju Belanda untuk mencari tahu keberadaan mantan istrinya. Dia akan mencari Ara kemana pun dan dia harus menemukan istrinya itu. Tidak peduli apa yang akan dia lakukan nanti ketika bertemu dengan sang istri, yang dia inginkan hanya menemukan gadis itu dan mengintrogasi nya.


"Bagaimana Cody apa semuanya sudah siap?". Tanyanya.


"Sudah Tuan". Sahut Cody "Saya sudah membeli apartemen untuk anda, selama kita mencari keberadaan Nona Ara". Jelas Cody dengan iPad yang tak lepas dari tangannya. Asisten berkacamata tebal itu selalu setia mendampingi Kayhan.


Kayhan tak lagi merespon. Dia menatap kearah jendela pesawat. Menikmati penerbangan yang cukup memakan waktu itu.


Kayhan rela meninggalkan pekerjaan nya demi berangkat ke Belanda. Entah kenapa hati kecilnya selalu menuntut nya untuk mengunjungi negara itu. Entah bertemu atau tidak dengan mantan istrinya, Kayhan tak peduli dia hanya ingin membuat hatinya puas dengan pergi ke Belanda.


Pesawat berlogo KM itu mendarat di bandara internasional Belanda. Segera Cody mempersiapkan kebutuhan Tuan-nya.


Kayhan dan Cody turun dari pesawat. Kedua pria tampan itu terlihat mencolok dari pada yang lain. Wajahnya yang ke asiaan tentu menjadi ciri khas sendiri bagi setiap orang yang berjumpa dengan mereka.


Mobil yang sudah disiapkan Cody menuju apartemen yang baru saja dibeli oleh Cody. Karena Kayhan yang tidak mau menginap di hotel atau tempat lainnya mengharuskan Cody ekstra sabar untuk memenuhi segala kebutuhan Kayhan.


Sampai di apartemen mewah itu, Kayhan dan Cody langsung masuk. Semua sudah Cody persiapkan. Cody memang assisten andalan yang bekerja kompeten dan membuat Kayhan merasa puas.


Kayhan mendudukkan tubuhnya disofa. Perjalanan yang cukup jauh itu ternyata menguras tenaga.


"Cody, apa sudah kau temukan dimana alamat JRA group?". Tanya Kayhan, tangan nya memijit pelipihnya yang terasa berat dan berdenyut sakit karena terlalu banyak berpikir dan sedikit istirahat.


"Sudah Tuan, besok kita akan langsung mengunjungi nya. Namun menurut sekretaris nya sudah beberapa bulan terakhir Tuan Jovan tidak pernah datang ke perusahaan". Jelas Cody sambil memperbaiki kacamata tebalnya.


"Kenapa? Apa kau sudah mencari tahu alasannya?". Tanya Kayhan menatap sang asisten.


Kayhan menarik nafas pelan, kenapa sulit sekali mencari keberadaan mantan istrinya "Lalu apa kau sudah mendapatkan alamat kediaman Van Derg?". Tanya Kayhan lagi sambil memejamkan matanya bersandar disoffa.


"Belum Tuan". Ucap Cody menghela nafas "Sulit, karena semua akses sengaja diblokir oleh Van Derg. Saya baru mendapat informasi jika Van Derg orang paling berkuasa di negara ini, tidak ada orang yang berani mengusik keluarga nya. Jadi saya rasa akan sulit untuk kita mendapatkan informasi lebih tentang keluarga Van Derg". Jelas Cody menimpali.


Lagi-lagi Kayhan menghela nafas berat. Dia bisa saja mencari cara untuk menemukan alamat Van Derg tapi dia tidak yakin jika cara itu bisa menemukan istrinya. Karena Van Derg pasti akan menyembunyikan Ara agar tidak dia temukan.


"Argggg, Cody kemana lagi kita harus mencarinya?". Keluh Kayhan mengusap wajahnya merasakan frustasi karena tak jua menemukan titik dimana Ara tinggal.


Cody terdiam seakan berpikir. Sebenarnya dia kasihan pada Tuan-nya Kayhan, tapi dia tidak berani karena takut jika Kayhan akan malah membuat Ara semakin menderita. Cody juga tidak mau jika Bagaskara tahu dan menyakiti keluarganya dan Cody sudah berjanji pada Nickho akan menyembunyikan dimana Ara berada.


Cody diam tak bergeming. Dia juga bingung dan tidak tahu harus menjawab apa pertanyaan Kayhan. Dia menatap Kayhan dengan kasihan. Sungguh penampilan Kayhan tak seperti dulu, dia juga semakin kurus karena tak terurus. Bulu-bulu halus tumbuh ditahannya dan matanya juga selalu sembab sejak berpisah dengan Ara.


Kadang Cody tidak mengerti dengan jalan pikiran Bagaskara yang begitu tega memisahkan kebahagiaan cucunya. Apa dia tidak sakit melihat kondisi Kayhan yang seperti ini? Terluka dan berjalan tak tentu arah.


Cody menghela nafas berat. Dia membiarkan Kayhan sibuk dengan pikirannya sendiri. Sementara Cody mengatur semua jadwal Kayhan selama di Belanda. Karena selain mencari keberadaan Ara mereka juga akan membangun beberapa proyek disini yang sudah mereka tanda tangani.


"Maafkan saya Tuan. Saya tidak bermaksud berbohong tapi saya juga tidak mau Tuan menyakiti Nona yang tidak bersalah". Batin Cody "Seandainya Anda tahu penyebab Nona pergi, mungkin anda menyesal karena telah menunduhnya berselingkuh dengan orang lain dan seandainya anda tahu jika anda memiliki bayi kembar empat, apakah anda akan bahagia?". Cody terus berceloteh dihatinya.


Ya semua tentang Ara Cody tahu karena diberitahu oleh Nickho. Nickho dan Cody memang bekerja sama untuk melindungi Ara. Nickho baru tahu jika Cody mengetahui semua penyebab Ara pergi, Nickho sempat geram mendengar penjelasan Cody karena Cody tidak memberitahunya dan membiarkan Ara dibenci oleh suaminya sendiri. Namun saat Cody mengatakan karena keluarga nya diancam Nickho memahami perasaan assisten Kayhan itu.


Bersambung.....


Kayhan ❤️ Kimara


Yuk ikuti kisah mereka ya...


akankah Kayhan menemukan Ara?