Love Story' CEO.

Love Story' CEO.
Bab 132. Fakta.



Happy Reading đź’—đź’—đź’—đź’—đź’—đź’—đź’—


Flashback off.


Nathan dan William tertegun mendengar cerita Bagaskara. Pantas saja Bagaskara terlihat berambisi menjauhkan Kayhan dan Ara, sampai rela melakukan hal gila demi balas dendamnya.


“Jadi Ara bukan putri Ferarer dan Wati?”. Seru Nathan setengah tak percaya.


“Iya. Ara adalah putri dari Hermawan dan Damara”.


“Hermawan?”. Beo William dan Nathan.


Tentu saja mereka tahu siapa Hermawan, pengusaha kaya yang juga terkenal seperti Bagaskara. Namun, Hermawan sudah meninggal 21 tahun yang lalu bersama sang istri. Mengenai putrinya yang hilang pun sempat menjadi perbincangan media kala itu.


Nama Hermawan masih saja terkenal sampai sekarang. Meski orangnya sudah lama meninggal. Namun dia tetap menjadi legend dikalangan masyarakat. Selain pengusaha dia juga memiliki banyak yayasan dan menolong orang-orang miskin serta membangun sekolah-sekolah gratis bagi siswa yang tidak mampu.


“Lalu bagaimana dengan harta kekayaannya? Bukankah Hermawan Group dipimpin oleh Tuan Edwar, apa dia keluarga dari Hermawan?”. Tanya Nathan penasaran juga.


Bagaskara menggeleng “Edwar anak dari Kakak tiri Hermawan. Semua harta dan kekuasaan dikuasai oleh mereka. Setelah membunuhnya kala itu, aku tidak mau mengambil perusahaannya. Hingga diambil oleh Edwar dan Herwanto”. Jelas Bagaskara.


Lagi-lagi Nathan dan William saling melihat. Kenapa rumit sekali masalah keluarga ini? Seperti banyak mengandung misteri yang sulit dipecahkan oleh logika.


“Apa Kak Seem dan Kayhan tahu masalah ini?”. Timpal William


“Tidak. Mereka sama sekali tidak tahu masa lalu Grandfa”. Jawab Bagaskara.


Sejenak mereka terdiam hening sesat. Sibuk dengan pikiran masing-masing. Nathan yang masih belum percaya jika Ara bukan anak dari Ferarer dan Wati. Yang berarti Roger juga bukan Kakak kandung Ara.


“Apa Grandfa tahu siapa Van Derg?”. Tanya Nathan teringat pada nama itu.


Bagaskara mengangguk “Van Derg, adalah ketua Mafia Black Dragon. Namun setelah menikah dia memutuskan keluar dari Mafia dan focus pada anak dan istrinya. Dia sahabat Bagas saat kuliah”.


Lagi-lagi Nathan dan William yang mendengar seakan tak percaya “Jika begitu Uncle Bagas sangat kenal dengan Van Derg?”. Bagaskara mengangguk.


“Aku yakin jika Van Derg yang menyembunyikan keberadaan Ara. Karena dia berkuasa”. Ucap Nathan. Bagaskara mengiyakan “Jika begitu bagaimana jika kita menemui Van Derg?”. Saran Nathan.


Bagaskara menggeleng “Tidak bisa Nathan. Bagaskara orang yang tidak mudah kita ajak bicara tentang hal ini. Apalagi dia tahu penyebab Ara bisa sampai ke Belanda”. Suara Bagaskara terdengar penuh penyesalan.


“Andai saja Grandfa tidak egois semua ini pasti tidak akan terjadi”. Gumam Bagaskara.


Nathan mengelus lengan tua itu “Berhenti menyalahkan diri Grandfa. Semua sudah berlalu dan biarlah berlalu. Focus kita mencari dimana Ara dan bagaimana caranya agar kita bisa menemui Van Derg agar mengatakan dimana Ara”. Ujar Nathan.


“Tidak Nathan. Itu akan percuma. Grandfa sangat mengenal siapa Van Derg. Sebaiknya kita cari saja dengan cara sendiri. Grandfa yakin jika masih ada celah untuk bisa menemukan dimana Ara”. Bantah Bagaskara.


Bukan apa dia tidak mau lagi berhubungan dengan Van Derg. Bagaskara masih mengingat bagaimana kelompok Black Dragon menyerangnya lima tahun yang lalu saat dia dan Bagas mencoba mencari dimana Ara. Mereka diberi peringatan oleh kelompok Mafia itu untuk tidak lagi menganggu ketenangan keluarga Van Derg. Hal itu membuat Bagaskara sedikit trauma. Dia takut jika Van Derg akan mencelakai anak dan cucu-cucu nya.


Tanpa mereka sadari sedari tadi dua bocah tengah mengintip dibalik pintu. Kedua bocah itu mendengar apa saja yang dibahas oleh ketiga orang dewasa didalam.


“Ed, ayo”.


Keduanya mellengang pergi dari sana. Mereka menuju taman belakang Mansion mewah itu. Pria kecil yang selalu menampilkan wajah sulit ditebak itu seperti sedang merencanakan sesuatu.


“Menghubungi Uncle Seem”. Sahut Leon.


“Apa Uncle Seem akan percaya?”. Tanya Edgar.


“Aku sudah merekam semuanya”. Leon menujukkan ponselnya dimana terdapat rekaman percakapan antara Daddy dan Granndfa nya.


Kedua bocah seusia itu masih asyik dengan ponselnya. Entah apa yang mereka lakukan. Kedua nya tidak ahli IT, namun terlihat seperti orang yang sudah memahami dunia IT.


“Hallo Uncle”. Sapa Leon


“Ada apa Leon?”. Suara baritone diseberang sana.


“Kami sudah menemukan dimana keberadaan Aunty Ara”.


“Benarkah?”. Terdengar suara tak percaya diseberang sana.


“Aku akan mengirimkan buktinya Uncle”.


Leon mematikan sambungannya lalu mengirim rekaman itu pada Seem yang ada disana. Leon dan Edgar memang mata-mata yang ditugaskan oleh Seem mengawasi Kakeknya. Leon dan Edgar sudah seperti detektif yang sedang mencari masalah rumit. Seem membekali kedua keponakkan nya itu dengan banyak kemampuan termasuk dalam hal beracting.


Tidak ada yang tahu jika Leon dan Edgar adalah mata-mata Seem. Seem sudah menyewa beberapa akses untuk kedua keponakkannya itu agar selalu memberi informasi padanya.


Di London, Ingrris.


Seem tengah mendengarkan suara diponselnya. Rekaman yang baru saja dikirim oleh Leon, putra sulung Nathan dan Naira.


Tangan Seem terkepal ketiga mendengar semua isi percakapan itu. Sungguh Seem tak menyangka jika Kakeknya tega melakukan hal-hal jahat seperti itu. Seem tak habis pikir apa yang ada di pikiran pria tua seperti Bagaskara, apakah hanya balas dendam.


Nafas Seem memburu. Dia berusaha menahan emosinay. Meski sudah berjanji untuk melupakan Ara, namun tetap dia tak bisa berhenti begitu saja mencari dimana Ara hanya untuk memastikan apakah gadis pujaan hatinya itu baik-baik saja.


“John”.


“Iya Tuan”.


John mendekat kearah Seem, dan siap melaksanakan perinatah Tuan-nya.


“Cari informasi tentang Van Derg. Pastikan kau mendapatkan informasi detail tentang mereka termasuk anggota keluarganya”.


“Baik Tuan”.


“Persiapkan keberangkatan kita ke Indonesia. Aku ingin kesana beberapa waktu”.


“Baik Tuan”.


Seem menatap kearah jendela ruang kerjanya. Sejak lima tahun berlalu Seem vakum dalam dunia lukis. Dia memutuskan berhenti dan menutup semua galeri lukisannya. Seem ingin melupakan semuanya tentang Ara. Namun saat mendengar rekaman yang dikirim Leon, membuat Seem menyesal karena sudah menuduh Ara yang tidak-tidak.


Bersambung......


Kayhan ❤️ Kimara