Love Story' CEO.

Love Story' CEO.
Bab 70. Merindukanmu



Kuingin saat ini engkau ada disini, tertawa bersamaku seperti dulu lagi. walau hanya sebentar Tuhan tolong kabulkan lah, bukannya diri ini tak terima kenyataan hati ini hanya rindu.....


#Admesh


Happy Reading 🌹🌹🌹🌹


Kayhan menatap kearah jendela kamarnya. Dia menikmati salju yang berjatuhan diluar. Menatap dengan nanar setiap butiran salju yang membuatnya merinding kedinginan.


"Dimana dirimu Ra? Kenapa, semakin aku berusaha melupakanmu semakin aku merindukan mu?".


Air mata pria itu jatuh lagi. Hatinya sakit, rindu dan sangat rindu pada istri kecilnya.


"Apa salahku Ra?". Gumam Kayhan lagi.


"Apa karena aku tidak pantas mendapatkan cintamu?".


Kayhan terus saja menuduh Ara dengan pikiran nya yang buntu. Hati dan mulut nya tidak bisa bekerja sama. Jika mulutnya mengatakan membenci Ara. Maka hatinya mengatakan rindu Ara, sangat rindu. Ingin bertemu melepaskan semua rindu yang mengembang dalam dada.


"Son".


Kayhan terdiam saat mendengar suara yang dia kenal memanggil namanya. Dia tak bergeming sama sekali. Tatapannya masih terarah keluar.


"Bagaimana kabarmu?". Tanya suara itu lembut. Namun, Kayhan tak menjawab dia menganggap suara itu angin lalu.


"Maafkan Daddy". Bagas bersujud dikaki putranya yang saat ini sudah bisa berdiri tanpa kursi roda "Maafkan Daddy. Daddy mohon jangan benci Daddy". Ucap Bagas penuh penyesalan.


Seem dan Kayhan benar-benar keluar dari keluarga Bagaskara. Bagas merasa kehilangan dua putranya, pewaris keluarga Bagaskara itu memilih kehidupan nya masing-masing.


"Daddy tahu, Daddy salah. Maafkan Daddy Son".


Kayhan memejamkan matanya. Dia tidak tahu harus jawab apa, dia sedang tidak ingin bertemu Ayah nya atau pun Ibu nya.


"Maafkan Daddy........".


"Saya bukan anak anda lagi. Bukankah Anda sudah memutuskan hubungan darah dengan saya. Kenapa anda masih mengaku sebagai Ayah saya?".


Bagas terkesiap mendengar ucapan putranya. Hatinya hancur berkeping-keping, dia memang sudah memutuskan darah bersama putranya Kayhan. Tapi sungguh Bagas tidak bermaksud melakukan itu, dia hanya mengancam supaya Kayhan tetap memilih nya.


"Tapi Daddy.....".


"Keluar".


"Maafkan Daddy Kay".


"Keluar".


"Kay".


"Keluar kataku". Kayhan membentak Bagas yang masih berlutut dikakinya "Aku tidak memiliki Ayah. Kalian yang menyebabkan aku begini".


"Son".


"Cody, cepat bawa tua bangka tidak tahu diri ini. Jangan biarkan dia muncul dihadapan ku". Perintah Kayhan pada Cody yang sedari tadi berdiri di samping pintu.


"Baik Tuan". Cody membantu Bagas berdiri.


"Son".


"Sekali lagi aku mendengar suaramu. Kupastikan besok kau takkan bisa lagi berbicara". Ancam Kayhan tajam, tidak peduli itu Ayah nya. Bagi Kayhan orangtuanya sudah mati. Kayhan benci semua orang yang menyebabkan penderitaan nya.


Cody menyeret Bagas dengan paksa, meskipun memberontak Cody sudah tak peduli. Dia hanya menjalankan perintah Tuan-nya Kayhan.


"Ada apa ini?". Tanya Erna melihat suaminya diseret oleh Cody "Honey, kenapa apa yang terjadi?". Erna menghampiri suaminya.


"Hiksssssss". Bagas tak mampu berucap. Pria paruh baya itu menangis dan menyesal atas apa yang dia lakukan. Dia pikir putranya takkan membencinya sedalam itu.


"Ada apa honey?". Tanya Erna panik sambil memeluk suaminya.


"Kay".


"Kay kenapa?". Desak Erna.


"Dia membenci ku". Erna terdiam mendengar jawaban suaminya "Dia mengatakan bahwa aku bukan Ayah nya lagi. Ini semua gara-gara gadis mandul itu". Bagas masih saja menyalahkan Ara.


Kayhan keluar dari ruang rawatnya. Kakinya sudah bisa berjalan dengan normal, setelah beberapa kali melakukan terapi.


Langkah Kayhan terhenti saat melihat kedua orangtuanya.


Kayhan menatap kedua pasangan suami istri itu. Dulu hubungan mereka hangat dan harmonis, tapi sekarang Kayhan sangat membenci kedua orangtuanya. Orangtua yang tega menghancurkan kebahagiaan anaknya sendiri.


"Son". Erna merenggek menatap putranya minta dibelas kasihan.


Kayhan memalingkan wajahnya. Seketika hatinya berdenyut melihat sang Ibu yang menangis meminta belas kasihan padanya. Ibu yang sangat dia hormati dan wanita yang selalu membuatnya nyaman. Kini entah kenapa hatinya membenci wanita itu dan tak ingin melihatnya lagi.


Kayhan menatap kedua orangtuanya "Maaf aku sedang tidak ingin berbicara dengan kalian. Bisakah kalian menyingkir dari hadapan ku untuk beberapa waktu. Aku butuh ruang untuk melupakan apa yang kalian lakukan padaku. Aku juga sedang mencari kekosongan untuk melupakan Ara, jadi kumohon jangan menambah bebanmu lagi".


Sebenarnya Kayhan merasa sakit saat mengatakan hal itu. Bagaimana pun itu kedua orangtuanya. Namun, Kayhan tak bisa mengingkari rasa kecewa dan marahnya, karena kedua orangtuanya merupakan salah satu penyebab Kayhan dan Ara terpisah.


Kayhan melangkah meninggalkan Bagas dan Erna yang sedang mematung ditempat nya.


"Cody, antarkan aku ke Apartement Kak Seem".


"Baik Tuan".


Cody melanjutkan mobilnya menuju Apartement Seem yang berada cukup jauh dari Mansion mereka.


Kayhan tak bergeming. Dia duduk dengan wajah datar tanpa ekspresi. Padahal hatinya berlarian kemana-mana.


"Kenapa sulit sekali melupakan mu Ra?". Batin Kayhan "Aku merindukanmu. Tapi kamu sama sekali tidak rindu aku!!!".


Cody mengintip Kayhan melalui kaca mobil. Cody menghela nafas pelan. Ingin dia mengatakan yang sebenarnya pada Kayhan tapi dia takut orangtuanya akan celaka jika Bagaskara tahu.


"Maafkan saya Tuan. Saya tidak bermaksud menyembunyikan semua ini. Saya berharap Nona Ara segera ditemukan agar Tuan bisa mendengar sendiri kenapa Nona Ara meninggalkan Tuan". Batin Cody.


"Bagaimana pencariannya Cody?".


"Tidak ada jejak yang ditinggalkan Tuan". Sahut Cody.


"Apa benar Ara meninggalkanku karena malu memiliki suami lumpuh?".


Sejenak Cody terdiam "Saya tidak tahu Tuan. Bisa iya dan bisa juga tidak". Jawab Cody asal.


"Kau benar-benar tidak tahu apa yang terjadi saat aku koma?".


"Maaf Tuan. Saat itu saya fokus mengurus perusahaan Tuan". Jawab Cody berbohong padahal dia hampir 24 jam bersama Kayhan.


"Apa aku benar-benar tidak pantas dicintai Cody? Aku sudah mengorbankan segalanya untuk Ara, tapi kenapa dia tega menghianatiku? Dan pergi bersama pria lain. Aku membencinya Cody".


Cody tak bergeming mendengar tuduhan Kayhan pada Ara.


"Apa Tuan percaya jika Nona Ara berkhianat?".


"Bagaimana aku tidak percaya Cody? Semua bukti mengatakan bahwa Ara memang berselingkuh. Sekarang bahkan dia bersembunyi takut jika bertemu denganku".


Cody menghela nafas "Tapi jika anda mencintainya harus nya anda percaya padanya Tuan". Cody berusaha menyakinkan Kayhan


"Tidak Cody!! Aku memang mencintainya. Tapi dia sudah membuat cinta yang kuberikan itu rusak". Sahut Kayhan "Jangan cari lagi tentang dia Cody. Biarkan saja dia pergi dan menghilang. Aku akan melupakannya dan menghapus semua tentang Ara. Wanita ****** sepertinya memang tidak pantas untuk dicintai".


Cody sampai menoleh ke belakang mendengar Kayhan mengatakan Ara ******. Cody tak menyangka jika Kayhan sampai mengatakan hal itu pada wanita yang dia cintai.


"Apa anda sungguh membenci Nona Ara?". Tanya Cody.


"Bukan benci lagi Cody. Aku benar-benar tak ingin mendengar namanya".


"Bagaimana jika suatu saat dia kembali lagi Tuan?". Cody masih tak puas.


Sejenak Kayhan terdiam dan berpikir "Aku akan menolak dan mengusirnya".


Tak ada lagi percakapan diantara mereka berdua. Kayhan masih sibuk dengan pikirannya sendiri. Padahal hatinya sakit saat mengatakan membenci Ara, dia membohongi hatinya.


**Bersambung......


Kayhan ❤️ Kimara**