
**Membelamu adalah tugasku. Mau bagaimana pun pendapat orang tentangmu. Bagiku, kau tetap benar karena aku yang mengenalmu sangat dekat, sedangkan mereka hanya kenal melalui cerita.........
#Seem
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹**
Seem duduk diruang keluarga, dengan tangan terlipat didada dan kaki kanan menumpu kaki kirinya.
Dia menatap dua pasangan suami istri yang tengah duduk dengan tenang tanpa dosa.
Ada Nickho dan Nathan juga yang duduk disamping Seem. Kedua sahabat Kayhan itu kebetulan menjengguk sahabatnya. Nickho memang bertugas menjadi Dokter pribadi Kayhan saat ini.
"Apa yang ingin kau bicarakan Son?". Tanya Erna pada putranya.
"Katakan saja Son". Sambung Bagas ramah, menatap kearah Kayhan yang duduk tanpa ekspresi.
"Apa yang kalian lakukan pada Ara?". Tanya Seem wajahnya tak menunjukkan persahabatan sama sekali.
Nickho dan Nathan hanya menyimak. Mereka dipanggil Seem untuk ikut mendengarkan apa pengakuan orangtuanya.
"Apa maksudmu?". Tanya Bagaskara berpura-pura tak mengerti. Padahal hatinya gelisah bukan main.
"Aku tidak suka mengulang pertanyaan". Jawab Seem.
"Kami tidak mengerti apa yang kau maksud Nak?". Timpal Wena, Grandma Seem.
"Kalian hanya berpura-pura tidak mengerti, bukan tidak mengerti". Kali ini Seem menatap tajam kearah Kakek dan Nenek nya "Katakan padaku bahwa berita yang kalian sebarkan ke media itu salah?". Desak Seem, mata elangnya seperti siap menerkam mangsanya.
"Apa yang mau kami katakan? Ara memang benar meninggalkan Kay. Karena dia tidak mau punya suami lumpuh, dan selama ini dia hanya mengincar harta Kay. Selama di usir dari sini, dia menjalin hubungan dengan pria kaya". Tuduh Bagaskara menjelaskan kepada cucunya agar tidak curiga.
Seem tertawa sinis "Cih, kalian pikir aku tidak tahu". Sindir Seem.
"Kenapa kau menunuduh kami melakukan yang tidak baik pada Ara? Kau tahu kan bahwa Ara itu bukan gadis yang baik untuk adikmu".
Brakkkkkkkkkkk
Seem memukul meja "Berhenti mengatakan Ara-ku wanita tidak baik". Seem menunjuk wajah Erna "Apapun bersangkutan dengan Ara, bersangkutan juga denganku. Jika sampai aku mendapat kan bukti bahwa kalian dibalik semua ini, aku tidak segan menghabisi kalian". Ancam Seem "Kau". Dia menujuk wajah Bagaskara "Tua bangka tidak tahu diri, sudah bau tanah masih suka berbuat jahat. Kau yang sudah menghancurkan percintaan ku, jangan kau pikir aku tidak tahu apa yang ada dipikiran tuamu itu. Mungkin kemarin aku diam, tapi kali ini kalian menyakiti gadis yang kucintai dan aku tidak akan pernah membiarkan hal itu. Aku akan hancurkan kalian. Aku akan buat perusahaan yang kalian banggakan itu bangkrut dalam sekejap. Aku akan membuat kalian merasakan apa yang Ara rasakan". Ancam Seem tajam.
Bagaskara, Bagas, Wena dan Erna terdiam mematung mendengar ucapan Seem. Seem adalah pria kejam tak mengenal belas kasihan, tak ada yang bisa menghentikan keinginan pria itu.
Nickho dan Nathan shock saat mendengar Seem mengatakan bahwa Ara adalah wanita yang dia cinta. Bagaimana mungkin Seem mencintai adik iparnya sendiri?.
"Apa yang kau katakan Nak? Bukankah kau sudah menyelidiki nya bahwa bukan kami yang mengusir Ara. Tapi dia sendiri yang pergi meninggalkan Kay". Bagaskara masih berkilah.
Cody dan John hanya terdiam mendengar kan. Cody tahu semua rencana Bagaskara tapi dia tidak berani membocorkan nya, sebab orangtua dan adik Cody yang akan menjadi sasaran jika dia sampai mengatakan yang sebenarnya.
Seem berdiri dan melangkah "Nickho persiapkan semua peralatan medis untuk Kay. Dan Nathan handle perusahaan Kay dan atur semuanya. Cody, ubah kembali akta perusahaan, pindahkan atas nama Kayhan pastikan pengacara kita tidak makan sebelah. John, keluarkan namaku dan Kayhan dari kartu keluarga Bagaskara. Buat kartu keluarga baru dan pastikan tidak ada nama Bagaskara dibelakang nya".
"Baik Kak".
Meskipun mereka semua tercenggang mendengar perintah Seem namun tetap mengikuti juga.
"Seem, Grandfa mohon jangan bawa Kay pergi dari keluar dari sini". Bagaskara bersujud sambil memegang kaki Seem.
"Lepaskan". Sentak Seem. Bagaskara langsung tersungkur kelantai.
"Nak hikssss". Wena ikut bersujud dikaki Seem.
"Nickho cepat persiapkan". Bentak Seem saat melihat Nickho hanya terdiam.
Nickho benar-benar tak tega melihat Kakek dan Nenek nya yang bersujud dikaki Kakak sepupunya. Namun, Nickho tak bisa berbuat banyak mereka memang pantas mendapatkan semua itu.
"Baik Kak". Segera Nickho melengang ke kamar Kayhan untuk mempersiapkan keberangkatan mereka.
Nathan sudah kembali keperusahaan. Cody juga melakukan tugasnya dan John segera pergi kekantor catatan sipil.
Kini tinggal Seem dan kedua pasangan suami istri itu.
"Sudah kubilang jangan pernah bermain-main denganku. Silahkan nikmati harta benda kalian itu. Tapi yang menjadi milik Kay, akan aku rebut kembali". Seem menatap tajam kearah mereka yang berlutut.
"Son, maafkan Mommy. Maafkan Mommy Son, hiks". Erna sampai menangis dikaki Seem.
Seem tak bergeming "Kalian adalah manusia-manusia tidak tahu diri. Kalian orang tua paling jahat yang pernah kutemui didunia ini, orangtua yang tega menghancurkan kebahagiaan anaknya sendiri. Mungkin aku belum mendapatkan bukti jika ini ulah kalian, tapi jika sampai terbukti kalian yang melakukan nya jangan harap bisa bernafas dengan tenang.". Ancaman Seem membuat sendi-sendi merasa terasa nyilu. Seem tak pernah bermain-main dengan ucapannya.
Seem berjongkok menyamakan tingginya dengan yang Kakek. Tatapan nya mampu menembus Indra penglihatan Bagaskara.
"Kalian boleh saja menghancurkan ku dulu dan aku tidak membalas karena masih berpikir kalian orangtuaku. Namun, kali ini kalian sudah melewati batas, apalagi kalian menyakiti wanita yang paling aku cintai. Maka takkan ada lagi kata maaf atau ampun". Setelah berbicara seperti itu Seem melenggang pergi, meninggalkan orangtua nya yang masih bersujud dilantai.
Bagaskara menatap dengan tajam. Tangannya terkepal kembali. Sampai kapan pun dia tidak akan pernah menerima Ara kembali. Apapun akan dia lakukan agar cucunya terpisah dari wanita mandul itu.
"Apa yang harus kita lakukan Dad?". Tanya Bagas membantu Bagaskara berdiri.
"Biarkan saja! Seem takkan mampu bertindak lebih, bagaimana pun kita adalah orangtuanya. Kita lihat sampai dimana dia mampu melawan. Dan pastikan orang suruhan kita mengamankan semua informasi tentang wanita mandul itu, terutama media". Tegas Bagaskara.
"Baik Dad".
Mereka masih tak jera-jera nya. Entah apa kesalahan Ara pada mereka, jika sebab Ara tidak bisa memberi keturunan bukankah masih bisa angkat anak, atau bisa melakukan proses bayi tabung?
Bagaskara takkan membiarkan siapapun menemukan Ara. Meski dia sendiri tidak tahu kemana Ara pergi. Mantan istri cucunya itu menghilang bak ditelan bumi. Tak ada satu jejak pun yang tertinggal. Bagaskara sudah membayar detektif mahal, namun sampai hari ini keberadaan Ara tidak juga ditemukan.
Bagaskara cukup terkejut mendengar pengakuan Seem yang mencintai Ara. Pantas saja saat pertama Ara datang kerumah ini rona bahagia terpancar diwajah Seem? Tapi Bagaskara takkan membiarkan Ara ditemukan oleh Seem atau pun Kayhan. Kedua cucunya ini memang pria tampan dan berpengaruh di Negaranya tentu saja apa saja yang mereka inginkan harus mereka dapatkan.
**Bersambung......
Kayhan ❤️ Kimara**