
Aku akan buktikan bahwa aku bisa berdiri diatas kakiku sendiri. Dengan ada atau tidaknya kamu, bukan menjadi penghalang untukku terus melangkah maju.
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Kayhan melakukan terapi rutin, dengan alat medis yang lengkap dan Dokter terbaik dunia.
Seem dengan sabar menemani adiknya. Meskipun pria dingin itu tak tersentuh dan kesal pada Kayhan, tapi dia tetap memperlakukan adiknya dengan baik. Yang membuat Seem kesal pada Kayhan karena tidak percaya pada Ara. Padahal cinta tapi meragukan dan justru menunduh dengan bukti yang belum tentu sesuai kenyataan.
Nickho yang juga ikut andil merawat sepupunya itu. Nickho merupakan Dokter terbaik yang sudah bersertifikat dan diakui oleh Negara, melakukan berbagai cara agar sepupunya itu bisa berjalan dengan normal.
Aira juga tak henti-hentinya menyemangati Kayhan. Aira mengajak kedua anaknya yang berusia empat tahun dan dua tahun, agar lebih semangat untuk sembuh.
"Gerakkan pelan-pelan Kay". Suruh Nickho sambil membantu Kay dengan alat bantu yang melatih Kayhan berjalan.
"Arghhhhhhhhh". Kayhan merintih kesakitan saat merasakan kakinya sakit, dia sampai terduduk.
"Ayo Kay, pasti bisa". Desak Nickho.
Kayhan menggeleng "Ini sangat sakit Nick". Rintih Kayhan "Apa tidak ada cara lain?". Kayhan menawar, karena merasakan sakit dikakinya benar-benar luar biasa.
Seem maju, dia menarik paksa Kayhan untuk berdiri.
"Kak". Pekik Kayhan, Nickho dan Aira bersamaan.
"Kau seorang pria, bukan wanita. Jadi kuatlah sedikit, aku tidak suka berlama-lama disini hanya untuk mengurusmu yang lemah ini". Ucap Seem dingin, dia menaruh tangan Kayhan pada tiang alat yang menjadi penopang untuk membantu Kayhan berjalan.
"Arghhh". Kayhan kesakitan tapi Seem tidak peduli.
"Kak".
"Kalian diam". Bentak Seem pada Nickho dan Aira. Kedua orang itu langsung terdiam apalagi saat melihat ekspresi wajah Seem yang seram dan tajam.
"Jika kau tak ingin sembuh karena tidak ada Ara. Setidaknya sembuh lah untuk membalas dendam padanya. Jangan menjadi laki-laki pengecut hanya karena patah hati. Kau bukan wanita, yang bisa merenggek manja untuk dikasihani". Timpal Seem "Aku tidak suka pada orang-orang yang lemah seperti mu. Jadikan rasa benci itu sebagai alasan untuk kau sembuh. Aku bukan malaikat yang sabar menunggumu disini. Aku mau membantumu, karena aku ingin kau sendiri mencari tahu tentang kebenaran nya. Aku bisa saja mencari nya sendiri, tapi aku tidak ingin kau tahu semuanya dariku karena itu hanya membuatmu merasa bersalah sementara, tapi jika kau mengetahui nya sendiri maka kau akan menyesal seumur hidup". Sambung Kayhan dingin.
"Satu hal lagi, jangan menyesal jika nanti Ara kembali menjadi orang lain. Aku akan pastikan bahwa dia tidak mengenalmu". Seem menunjuk wajah adiknya yang terdiam mematung.
"Jangan bantu dia, dia bukan anak kecil".
Seem mellengang pergi dari sana. Sedangkan Kayhan, Nickho dan Aira terdiam membeku mendengar ucapan Kakaknya. Seem terlihat sangat menyeramkan dari biasanya. Pria yang menginap OCD itu, terdengar tak main-main dengan ucapannya.
Kayhan bagai tersambar petir saat Seem menunjuk wajahnya. Yang membuat hatinya membeku saat Seem mengatakan jika nanti Ara kembali menjadi orang lain. Apa artinya Seem benar-benar berniat memiliki Ara-nya?
Kayhan mengepalkan tangannya. Kayhan takkan membiarkan siapapun memiliki Ara. Gadis itu tak boleh jatuh pada pelukkan siapapun. Gadis penghianat yang sudah meninggalkannya takkan pantas dengan bahagia dengan siapapun.
Kayhan adalah tipe pria pendendam. Dia tidak peduli siapa yang menyakitinya. Jika berani membuatnya terluka berarti berani jugala menjadi munsuh dalam hidupnya. Terbukti, Ayah nya sendiri Bagas, yang memutuskan hubungan darah dengan Kayhan tak mendapat ampun sedikit pun. Kayhan memandang Ayah nya seperti binatang yang tak berharga.
"Ayo Kak, coba lagi". Perintah Aira lembut, setelah beberapa saat terdiam menatap kepergian Seem.
"Pelan-pelan saja Kay". Nickho dan Aira membantu Kayhan dengan pelan dan lembut.
"Aku harus sembuh untuk mencari tahu dimana Ara. Benar kata Kak Seem, jika aku sembuh aku bisa cari tahu apa alasan Ara meninggalkanku. Apa benar dia pergi bersama laki-laki lain? Atau ada alasan lain yang tidak aku tahu?". Batin Kayhan.
Kayhan memaksa kakinya untuk terus berjalan. Meski harus menahan sakit, tapi Kayhan yakin jika dia bisa berjalan sendiri. Dia harus sembuh, apapun caranya dia harus sembuh. Untuk balas dendam pada Ara, Kayhan harus bisa berjalan. Hal itu yang membuat Kayhan semangat untuk bisa kembali berjalan.
Nickho juga setia menemani Kayhan. Dia menyakini Kayhan bahwa dia bisa sembuh dan kembali berjalan normal seperti semula.
"Ayo Kay".
"Ayo Kak semangat".
Nickho dan Aira bekerja sama dan tampak kompak memberikan semangat yang tak putus-putusnya untuk Kayhan.
"Sedikit lagi Kak". Aira memberi semangat dengan antusias.
"Ayo Kay, ayo pasti bisa".
Teriakkan semangat dari dua orang berbeda jenis kelamin itu terus terdengar menggebu-gebu ditelinga Kayhan.
Sedangkan Seem, dia memantau dari CCTV yang sengaja dipasang diruang rawat Kayhan. Seem duduk santai, tatapan matanya tak berkedip melihat kearah laptop. Dia seperti mafia yang sedang menyaksikan anak buahnya mengeksekusi munsuh.
"Kau pengecut Kay. Takkan kubiarkan kau balas dendam pada Ara. Sekarang Ara akan jadi milikku, dan kau akan menjadi orang yang terlupakan olehnya. Aku akan memegang perkataanmu yang membenci Ara, maka jika dia kembali aku adalah orang yang akan merebutnya paksa dari pelukkan mu". Seem tersenyum smirk. Sebenarnya dia tak ingin jahat pada adiknya. Namun, saat Kayhan terus menyalahkan Ara membuat jiwanya panas dan berapi-api.
Namun, jika Ara tak bisa menerima dirinya. Seem takkan memaksa. Bagi Seem bisa menemukan Ara saja sudah lebih dari syukur. Bukankah cinta itu membuat orang yang kita cintai selalu aman dan nyaman? Cinta memang tak harus memiliki, jadi biarlah perasaan Seem tenggelam begitu saja.
Untuk saat ini Seem akan terus berjuang mencari keberadaan Ara. Seem yakin, jika Jovan yang menyembunyikan keberadaan gadis. Karena Seem tahu jika Jovan memang ahli bidang IT, tentu akan dengan mudah menyembunyikan identitas Ara.
Seem yakin jika Jovan bermaksud melindungi Ara dari kekejaman Kakek nya. Sebab itulah, dia tak terlalu fokus mencari keberadaan Ara.
Seem masih menatap layar laptopnya. Dia memperhatikan bagaimana usaha Kayhan untuk bisa berjalan normal.
"Tuan". John membuyarkan konsentrasi Seem.
"Ada apa?".
"Tuan Besar Bagaskara, sedang menuju kesini".
"Biarkan saja! Pastikan mereka tidak bertemu denganku. Siapkan Apartement pribadi untukku. Aku tidak mau melihat mereka".
"Baik Tuan".
Seem menghela nafas, apalagi tujuan orangtua itu datang kesini? Rencana apalagi yang akan mereka jalankan? Seem akan melindungi Kayhan, karena Seem yakin jika Kakek nya akan berusaha menjauhkan Kayhan dari Ara.
Bersambung.....
Kayhan ❤️ Kimara