
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹
Ditempat lain.
Setelah masalah perusahaan yang ada di Indonesia selesai, Seem memilih kembali ke London Inggris. Dia tidak bisa berlama-lama di Negara itu. Setiap kali pulang ke Indonesia selalu membuatnya teringat akan Ara. Sampai kini keberadaan gadis itu tidak ditemukan entah kemana perginya, jejak kakinya saja tidak terlihat bahkan hanya sekedar bekas saja tidak ada.
“Tuan”.
“Ada apa?”. Tanyanya dingin dan tak dan tak ada kelembutan disana.
“Tuan Kay sedang berada di Belanda. Dia mencari tahu dimana keberadaan Nona Ara”. Jelas John
Seem langsung menatap assistennya yang sedang berdiri disamping kursi kebesaran.
“Maksudmu?”. Tanya Seem tajam pada John.
“Tuan Kay sudah tahu jika Nona Ara berada di Belanda”. Sahut John menjelaskan.
“Ada dia menemukan jejak Ara?”.
“Saya kurang tahu Tuan, tapi sepertinya tidak”. Sahut John.
“John, putar balik. Kita langsung ke Belanda”. Perintah Seem dia bangkit dari duduknya dan langsung berjalan dengan langkah lebar.
Kayhan tak boleh menemukan Ara duluan, sebelum dirinya. Seem langsung memerintahkan John untuk mempersiapkan keberangkatannya ke Belanda. Baru saja dia datang dari Indonesia kini dia harus terbang lagi ke Belanda.
“John, lacak keberadaaan Ara? Secepatnya kita harus menemukan Ara. Kay tidak boleh bertemu Ara duluan, Ara bukan lagi miliknya. Sekarang Ara milikku”. Tintah Seem, rahanganya sudah mengeras dengan kuat dan giginya saling bergemeletukkan. Dia takkan membiarkan Kayhan menemukan Ara, karena Seem tidak mau Kayhan menyakiti Ara-nya, apalagi saat mendengar bahwa Kayhan membenci Ara-nya.
“Baik Tuan”.
Seem menyenderkan punggungnya. Dia menatap kosong kedepan. Bahkan pikirannya kian kalut dan gelisah. Entah kemana Ara pergi dan menghilang.
Seem menghembuskan nafasnya dengan kasar. Berkali-kali Seem memijit pelipihnya dia juga meremes rambutnya frustasi. Gadis itu benar-benar membuatnya sangat gila.
“Argggggghhhhh”. Pekik Seem dengan nafas memburu. Dia berusaha menahan emosi, emosi karena Ara tidak ditemukan. Emosi karena Kayhan kembali mencari Ara, padahal adiknya itu mengatakan membenci Ara dan tak ingin tahu dimana keberadaannya. Tapi malah dia yang keukeh mencari keberadaan Ara.
John segera mencari tahu dimana Ara melalui orang-orang suruhannya. Namun sayang keberadaan Ara memang tidak mudah dilacak begitu saja. Tentu saja sulit menemukan Ara karena yang berdiri dibelakang Ara adalah Van Derg. Pria terkaya dan mantan ketua Mafia, dia memiliki cabang dan akses yang banyak di Belanda. Takkan ada orang yang berani membocorkan identitas keluarganya dan jika saja berani maka dipastikan orang itu takkan hidup dengan tenang
Tiba di bandara Internasional Belanda, Seem turun dari pesawat langkahnya kian cepat dan lebar seakan tak sabar. John mengikuti langkah kaki Seem yang begitu cepat. Dia sudah mengurus semua keperluan Seem.
“Ke apartement Kay”. Perintah Seem saat mereka sudah sampai dimobil.
“Baik Tuan”.
Entah apa yang akan dilakukan Seem pada adiknya Kayhan. Dengan kekuasaan dan uang yang berlimpah dia bisa tahu apa saja yang dilakukan Kayhan dengan cepat.
“Apa yang kau lakukan disini?”. Tanya Kayhan melipat kedua tangannya. Dia sudah tahu kedatangan Kakak nya karena Cody dan John sudah menginformasikan hal itu.
Seem menatap adiknya dengan tajam “Kenapa kau masih mencari keberadaan Ara? Bukankah kau sangat membencinya?”. Tanya Seem tersenyum sinis menatap Kayhan. Hubungan Kayhan dan Seem menjadi dingin saat Kayhan menikah dengan Ara. Awal nya mereka berdua adalah dua pria yang selalu berbagi cerita satu sama lain.
“Bukan urusanmu! Dia istriku jadi terserah padaku mau mencarinya atau tidak”. Jawab Kayhan ketus menatap Seem dengan dingin. Bahkan dia tidak lagi memanggil Seem dengan panggilan Kakak.
“Cih, bukankah kalian sudah bercerai. Jadi dia bukan istrimu lagi”. Sindir Seem. Mereka berdua saling menatap tidak suka.
“Siapa bilang? Aku belum menandatangani surat cerai itu. Itu artinya aku dan dia masih pasangan suami istri”. Ungkas Kayhan “Harusnya kau yang berhenti mencari istriku, karena aku bisa mencarinya sendiri”. Sindir Kayhan.
“Hahahha. Aku tidak peduli Kayhan. Ara itu milikku. Kau hanya membawa penderitaan baginya dan satu lagi Kay, aku takkan pernah berhenti mencarinya, karena aku yang pantas memiliki Ara bukan dirimu”.
Bugh bugh bugh bugh bugh bugh
Kayhhan melayangkan beberapa pukulan diwajah Kakak nya. Seem yang tidak terima juga ikut memukul.
Bugh bugh bugh bugh bugh bugh bugh.
Mereka saling serang menyerang. Cody dan John berusaha melerai mereka berdua. Cody sekuat tenaga memeluk Kayhan dari belakang agar tidak menyerang Seem dan begitu juga dengan John, dia memeluk Seem dengan erat.
“Lepaskan aku John”. Pekik Seem
“Lepaskan aku Cody”. Sentak Kayhan memberontak tapi Cody tidak mendengarkan.
“Selesaikan baik-baik masalah anda Tuan, jangan menggunakan kekerasan”. Ucap Cody masih memeluk Kayhan.
“Tidak bisa Cody, dia sudah keterlaluan. Dia ingin merebut istriku Cody”. Pekik Kayhan berteriak
“Cihhh, aku tidak merebut istrimu. Tapi aku mengambilnya setelah kau membuang nya”. Bantah Kayhan. Mereka berdua berusaha memberontak, namun kedua asissten itu juga tak mau kalah.
"Aku tidak pernah membuangnya tapi dia yang membuang ku jadi jaga ucapan murahan mu itu". sentak Kayhan masih berusaha memberontak. keduanya terus beradu argument satu sama lain.
**Bersambung........
Kayhan ❤️ Kimara
Siapa kah yang akan menemukan Ara? Kayhan atau Seem?
ikuti terus ya jangan lupa tinggalkan jejak disini.
LoveUsomuch ❤️**