Love Story' CEO.

Love Story' CEO.
Bab 123. Salut



Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"Jangan menangis”. Van Derg melepaskan pelukkan putrinya dan menyeka air mata Joana “Sudah saat nya kau bahagia bersama pilihan hatimu. Vader selalu mendoakan yang terbaik untuk putri Vader ini”. Van Derg mencubit hidung Joana dengan gemes.


“Vader”. Joana semakin terisak. Van Derg tersenyum, jujur hatinya juga sedih melepaskan putrinya tapi dia yakin jika Roger bisa menjaga putrinya dengan baik.


Ara, Shella, Jovan dan Jolenta naik ke pelaminan disusul oleh Hansel dan Jovanka.


“Kakak”. Ara maju dengan mengendong Nara kecil.


“Sayang”. Roger memeluk adiknya. Dia tak mampu menahan air matanya untuk tak menangis setiap kali melihat wajah Ara. Setelah ini dia tidak akan bisa selalu berada didekat adiknya, karena dia harus mengutamakan istrinya.


“Stttt Kakak jangan menangis. Selamat berbahagia bersama Kak Nana”. Ara melepaskan pelukkanya “Ara akan bahagia jika Kakak bahagia”. Senyum Ara. Roger menangguk. Dia juga akan bahagia jika Ara bahagia.


Ara beralih pada Joana. Kakak iparnya itu sangat cantik seperti putri dongeng.


“Kak Nana”. Ara memeluk Joana. Joana menyambut pelukkan adik iparnya dengan hangat “Selamat Kak Nana. Titip Kak Roger ya”.


“Iya sayang, terima kasih”. Joana mengecup kening Ara dengan sayang. Joana sangat menyanyangi Ara bahkan sebelum menjadi adik iparnya.


Lalu Joana beralih pada gadis kecil yang tersenyum dipelukkan Ibu nya


“Hai sayang, Aunty Nana. Cepat besar ya”. Joana menghujani wajah Nara dengan ciuman, membuat bayi berusia tiga bulan itu tertawa geli. Joana terkekeh, sungguh bayi yang lucu dan juga menggemaskan.


“Selamat adik bungsu Kakak. Akhir nya laku juga”. Celetuk Jolenta memeluk adiknya.


Joana berdecak kesal “Terima kasih Kakak ku yang belum laku-laku. Segera resmikan dengan Kakak ipar ya”. Goda Joana membalas pelukkan Kakaknya.


Jolenta mengerutu kesal “Kau ini……”. Gerutu Jolenta.


“Sudah ‘kan pelukkannya”. Sindir Jovan yang jenggah melihat kedua saudaranya itu. Selalu saja membahas tidak laku, yang tersinggung kan dirinya.


“Selamat Ger. Jaga adikku ya. Jika dia nakal kurung saja dalam kamar”. Celetuk Jolenta memberi pelukkan pada adik iparnya. Joana kesal


Roger terkekeh “Pasti Jo”. Balas Roger.


“Selamat Nana”. Jovan juga memeluk adik bungsunya. Meski dia sering dingin pada adiknya tapi dia sangat menyanyangi Joana.


“Terima kasih Kak Jovan”. Peluk Joana, jika pada Jovan dia tidak bisa menolak karena Kakak nya ini sungguh punya karisma.


“Na, jangan kuat-kuat peluknya. Kakak susah nafas ini, kasihan Zeno”. Protes Jovan sambil menujuk Zeno dalam pelukkannya.


Joana melepaskan pelukkannya dengan cenggeesan “Heheh, maaf Kak”. Lalu dia melihat Zeno “Hai ponakkan Aunty Nana. Cepat besar ya, biar segera nikah”. Langsung mendapat centilan dari Jovan “Kakak”. Protes Joana mengelus keningnya.


“Kau ini. Belum besar saja sudah disuruh cepat nikah”. Gerutu Jovan.


“Ger, selamat. Aku percaya kau bisa menjaga gadis manja itu”. Ucap Jovan.


“Pasti”. Balas Roger.


“Na, selamat ya”. Ucap Shella memberikan pelukkan.


“Terima kasih ya”.


“Ger, selamat”.


“Terima kasih Shell”.


Hansel dan Jovanka juga mendekat kearah dua pasangan suami istri itu. Jovanka tersenyum senang melihat adiknya yang akhirnya bisa melepaskan masa lajangnya.


“Selamat ya Nak”.


“Terima kasih Vanka”. Joana melihat bayi berusia satu tahun dalam gendongan Jovanka “Hai sayang”. Joana menciumi wajah bayi Jovanka.


“Selamat ya Ger”.


“Terima kasih Kak”.


“Selamat Na. Selamat Ger”. Hansel menyalami kedua orang itu secara bergantian.


“Terima kasih Kak”. Ucap kedua nya bersamaan.


Joana dan Roger menatap kearah Aldo dari tadi pria itu tampak diam tanpa ekspresi entah apa yang dia pikirkan.


“Ado, tidak mau ucapkan selamat untuk Aunty?”. Tanya Joana lembut.


Semua menatap kearah Aldo. Mereka terheran-heran melihat Aldo yang tampak kesal. Ara tersenyum dia tahu jika pria kecil itu cemburu.


“Moe, gendong Nara sebentar ya”. Ara memberikan Nara pada Syaneth


“Iya sayang”. Syaneth menyambut Nara dengan senyum manis melihat bayi cantik itu.


Ara menghampiri Aldo. Dia berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan pria kecil itu. Aldo memakai jas dengan warna yang sama seperti gaun yang Ara pakai.


“Ado, kenapa?”. Tanya Ara lembut. Yang lain menggeleng dengan gemes, sudah pasti Aldo cemberut karena diabaikan oleh Ara.


“Hiks hiks hiks hiks”. Aldo berhambur dalam pelukkan Ara. Entah apa yang dipikirkan pria kecil itu.


“Aldo”. Shella tampak cemas. Ara menahan Shella dengan tangannya.


“Sayang, kenapa hmmm. Ayo cerita sama Bunda?”. Tanya Ara lembut dia tersenyum melihat mata Aldo yang sembab malah terlihat begitu lucu dan menggemaskan.


Aldo masih segugukan “Bunda tidak sayang Ado lagi. Tadi Bunda lebih sayang dedek Nala”. Adu Aldo. Yang lain menghela nafas berat. Begitulah Aldo jika Ara mengabaikannya maka dia akan menangis, perasaannya sangat sensitive dan posessif. Ara yang bisa membuatnya tersenyum tapi Ara juga yang bisa membuatnya menangis.


Ara tersenyum lucu, dia mengelus kepala putra angkatnya ini “Bunda sayang banget sama Ado. Dedek Nara kan belum bisa jalan jadi Bunda harus bawa dia kemana Bunda pergi. Ado marah ya sama Bunda”. Ara memasang wajah sedihnya.


“Tidak Bunda, tidak”. Aldo menjawab dengan cepat, dia tidak ingin Ara menangis dan bersedih lagi “Maafkan Ado Bunda”. Aldo kembali memeluk Ara, dia takkan membiarkan wanita ini bersedih.


Ara tersenyum gemes. Astaga Aldo benar-benar mengingatkan Ara pada mantan Kakak iparnya. Sifat Aldo sangat mirip.


“Sayang Bunda dulu donk”.


Cup cup cup cup cup cup cup


Aldo menciumi bagian wajah Ara tapi air matanya masih saja berjatuhan dipipinya.


Ara tertawa geli saat Aldo menciumnya “Hahhaha geli sayang”. Tawa Ara. Aldo yang tadinya sedih ikutan tertawa. Yang lain hanya bisa menggeleng kepala. Entah bagaimana nanti jika Aldo sudah besar apakah dia akan masih dengan sikapnya.


“Ayo sayang, ucapkan selamat dulu sama Aunty Nana dan Uncle Roger”.


“Selamat Aunty Nana, Uncle Rogel”. Aldo menyalami kedua orang itu.


“Terima kasih sayang”. Joana mencium pipi Aldo dengan gemes.


“Aunty”. Protes Aldo dia mengusap bekas ciuman Joana. Dia tidak suka orang lain menciumnya selain Shella dan Ara. Lagi-lagi mereka tertawa gemes dan lucu. Joana bergendus kesal dia mengumpat pria kecil itu.


“Ado sini”. Roger berjongkok dan Aldo masuk dalam gendongan Roger.


“Selamat ya Uncle Rogel”. Ucap Aldo melingkarkan tangannya dileher Roger.


“Terima kasih sayang”. Roger mengacak rambut Aldo dengan gemes lalu dia tertawa melihat wajah cemberut Aldo.


Kebahagiaan menyelimuti keluarga besar Van Derg. Dua minggu kemudian Jolenta juga meresmikan pernikahannya dengan sang sekretaris. Meski sudah menikah mereka tetap tinggal dalam satu rumah. Karena Van Derg tidak mau terjadi sesuatu yang tidak ingin kan pada anak-anak dan cucu-cucunya.


Bersambung.....


Kayhan ❤️ Kimara