
Aku akan mengejar mu sampai ke ujung dunia. Tak peduli sejauh apapun. Aku akan menemukan mu dan membuat mu merasakan bagaimana jadi aku.
Happy Reading 🌹 🌹🌹🌹🌹
Kayhan menuju ruang IT diikuti oleh Cody. Setelah berperang dengan pikirannya akhirnya Kayhan memutus kan untuk mencari dimana keberadaan istrinya. Dia akan mencari Ara sekalipun ke ujung dunia. Dia tidak peduli Ara sudah menjadi milik orang lain, yang Kayhan butuhkan adalah menemukan Ara dan meminta penjelasan pada sang istri kenapa meninggalkan dia.
Kayhan duduk didepan komputer ruang IT, perusahaan milik nya.
Jari kekarnya berlarian dengan cepat diatas keyboard komputer.
"Cody, bagaimana dengan orang suruhan kita apa mereka menemukan jejak Ara?". Tanya Kayhan tangan dan matanya masih fokus pada layar komputer didepannya.
"Maaf Tuan, orang kita kesulitan menemukan jejak Nona". Sahut Cody
Kayhan tak merespon jawaban sang asisten. Dia terus saja berselancar disana.
"Jolenta". Gumam Kayhan.
"Bukankah Jolenta dan Jovan kembar? Apa Jolenta tahu dimana keberadaan Jovan?". Gumam Kayhan.
"Aku harus meretas sistem keamanan nya". Tangannya kembali berselancar dengan cepat. Bahkan tanpa melihat angka atau huruf yang tertera disana.
"Cody apa kau sudah mencari tahu identitas Jovan?".
"Sudah Tuan. Tapi semua data tentang Tuan Jovan tidak ada yang mencurigakan". Sahut Cody sambil menghela nafas.
"Bukankah Jolenta dan Jovan berasal dari Belanda. Ayah Jolenta warga negara Belanda. Apa mungkin Jovan membawa Ara ke Belanda?".
"Besar kemungkinan disana Tuan. Hanya saja kita tidak menemukan jejak mereka disana. Menurut informasi dari anak buah kita, Tuan Jovan terakhir ke Belanda dua tahun silam, sebelum anak menikah dengan Nona. Sekarang keberadaan nya juga tidak diketahui". Jelas Cody dengan iPad ditangannya
"Ini janggal Cody. Tidak mungkin Jovan tidak pernah pulang ke Belanda setelah dua tahun. Aku yakin dia berada disana bersama Roger dan juga Shella".
Tangan Kayhan terus mencari dan mencari. Tak henti matanya juga menatap layar komputer. Dia yang memang ahli IT. Kemampuan Kayhan dibidang IT, bukan didapat dari bangku sekolah tapi memang kemampuan yang dianugerahkan Tuhan padanya.
"Van Derg". Gumam Kayhan saat menemukan profil
"Bukankah nama belakang Jolenta Van Derg? Apa mungkin ini nama Ayahnya?".
"Cody, apa kau sudah mencari informasi tentang Van Derg?".
"Sudah Tuan. Van Derg merupakan keluarga terkaya di Belanda, mereka memiliki beberapa perusahaan IT diberbagai negara. Termasuk perusahaan Van Derg Corp yang dikelola Tuan Jolenta".
Kayhan tersenyum sinis "Tepat sekali Cody, bahwa keberadaan Jovan sengaja disembunyikan. Aku yakin mereka membuat sistem keamanan yang sulit diretas". Tandas Kayhan. Cody hanya manggut-manggut dan mengerti dengan ucapan Cody.
"Cody, kirim mata-mata ke Belanda untuk mencari kediaman keluarga Van Derg. Pastikan tidak ada yang curiga. Karena aku baru tahu jika Jovan mengirim pengawal bayangan untuk mengawasi ku". Tintah Kayhan.
"Baik Tuan".
Kayhan mematikan komputer nya dia tersenyum puas karena mengetahui dimana keberadaan Ara. Meskipun dia tidak tahu pasti dimana Ara saat ini, tapi dia yakin jika Ara berada di Belanda.
"Kita akan bertemu lagi gadis kecil. Kali ini kau tidak akan bisa lolos dariku. Setelah anakku lahir, aku akan mengambilnya darimu. Dan kau akan merasakan bagaimana rasanya kehilangan seperti yang aku rasakan". Kayhan tersenyum licik sambil memperbaiki jas yang menempel ditubuhnya.
Ternyata perasaan benci Kayhan tak juga bisa dia ubah. Sakit hati dan emosi yang membeludak membuat nya selalu berpikir yang tidak-tidak tentang sang istri. Tujuannya mencari Ara, selain ingin meminta penjelasan Kayhan juga akan merebut anaknya dengan paksa dia tidak akan peduli harus menyakiti Ara. Dia ingin Ara merasakan apa yang dia rasakan tentang kehilangan. Ara sudah menghancurkan kepercayaan nya dengan pergi meninggalkan dirinya.
Kayhan mendudukan punggung diatas kursi kebesarannya. Dia memutar-mutar kursi itu kekiri dan ke kanan.
"Bagaimana dengan tua bangka itu? Apa dia juga mencari keberadaan istriku?". Tanya Kayhan.
"Iya Tuan. Tuan Muda Seem juga mencari keberadaan Nona Ara".
Tangan Kayhan mengepal saat Cody mengatakan bahwa Seem juga mencari Ara. Dia tahu jika Kakak nya itu masih menyimpan rasa terhadap mantan istri nya.
"Awasi dia Cody. Jangan sampai dia menemukan Ara sebelum aku. Ara tidak boleh menjadi milik siapapun". Ujar Kayhan.
"Baik Tuan".
"Kau boleh keluar".
"Saya permisi Tuan".
Kayhan menatap lukisan Ara yang dia letakkan diatas meja. Tangannya terulur untuk mengambil lukisan itu.
Dia tersenyum licik "Karena kau yang lebih dulu menghianati dan meninggalkanku. Maka jangan salahkan aku jika aku pun melakukan hal yang sama. Maaf Ara, nyata nya cintaku terlalu sakit untuk memaafkanmu. Setelah aku menemukanmu, aku akan tunjukkan seberapa besar luka yang kau turihkan".
Kayhan meletakkan kembali lukisan itu. Padahal hatinya benci tapi dia masih saja meletakkan lukisan itu diatas mejanya. Sebenarnya Kayhan hanya menyangkal perasaan nya, dia tak sanggup membenci dan melupakan Ara tapi logikanya lebih besar dari pada perasannya.
Disisi lain..
Bagaskara tengah duduk sambil menyeruput rokok yang terselip disela-sela jarinya. Meski usianya sudah tak muda lagi, namun pria berumur itu tak mampu melepaskan rokok dari hidupnya.
Dia menatap sinis kearah luar jendela ruang kerjanya. Setelah kedua cucunya memilih keluar dari daftar nama keluarga nya Bagaskara terpaksa harus turun mengurus perusahaan. Sedangkan cucunya yang berprofesi dokter seperti Nickho tak pernah tahu menahu tentang bisnis dan perusahaan. Dia terlalu asyik dengan dunia kedokteran nya.
Bagas juga ikut turun mengurus perusahaan dan usaha-usaha lainnya. Dia geram melihat kedua putranya yang benar-benar keluar dari rumah dan bahkan putus hubungan darah.
"Apa rencana kita selanjutnya Dad?". Tanya Bagas pada Ayahnya yang tampak asyik menghisap rokok yang ada ditangannya.
"Mencari gadis mandul itu dan melenyapkan nya. Karena aku yakin jika Seem dan Kayhan juga mencari nya. Jangan sampai mereka menemukan nya lebih dulu. Aku menyesal tidak membunuhnya hari itu". Sahut Bagaskara.
"Lalu bagaimana dengan Martha?".
"Gadis bodoh itu tidak bisa diandalkan. Dia terlalu lemah dengan perasaan terhadap William. Jika kita terus saja memanfaatkan nya, dipastikan bahwa Seem dan Kayhan akan tahu jika dibalik semua ini adalah kita". Jawab Bagaskara lagi.
"Lalu apa yang akan kita lakukan pada Martha? Bukankah dia sudah tahu semuanya?".
Bagaskara tersenyum smirk "Aku akan melenyapkannya. Karena dia bisa saja membocorkan rencana kita". Bagaskara membuang puntung rokok nya.
"Bagaimana dengan orang suruhan kita, apakah sudah menemukan dimana keberadaan gadis mandul itu?".
"Belum Dad". Jawab Bagas.
Terkadang kebencian memang menumbuhkan luka dihati. Tak peduli sekecil apa kebencian itu, jika terus dipupuk dia akan merambat dan membesar hingga semakin banyak menyakiti.
Bersambung......
Kayhan ❤️ Kimara