
Jika dengan menyakitiku bisa membuatmu puas. Maka lakukanlah, aku takkan marah apalagi membenci. Aku malah ingin berterima kasih karena sudah membenci, dan artinya kamu akan mudah melupakan semua tentangku.
Happy Reading 🌹🌹🌹
Hoek Hoek Hoek Hoek Hoek
Seorang pria terlihat sangat lemah, sudah lebih dari satu Minggu dia mengalami muntah-muntah dan mual yang hebat. Seluruh tubuhnya melemas, karena tidak makan. Setiap makanan yang masuk kedalam mulutnya habis keluar dari efek dari muntah tersebut.
Dia tidak bisa mencium bau nasi, atau masakkan lainnya. Dia hanya ingin makan nasi goreng dan nasi goreng, tidak suka susu atau sandwich. Apalagi masakan khas Australia membuatnya ingin mengeluarkan seluruh isi perutnya.
Hoek Hoek Hoek Hoek Hoek.
"Tuan, sebaiknya saya bawa anda kerumah sakit". Pria itu menggeleng.
"Ambil kan aku air minum". Perintahnya dengan suara lemes.
Penampilannya terlihat berantakkan, mata panda dan rambut yang tak terurus. Setiap pagi dan malam dia akan mengalami muntah-muntah hebat, sudah meminum beberapa obat untuk menghilangkan rasa mual nya namun tetap obat itu tak berfungsi.
"Tuan, kondisi anda semakin lemah. Ayo saya bawa kerumah sakit". Ajak Cody yang kasihan melihat penampilan Tuan-nya.
"Panggilkan saja Nickho. Aku tidak suka bau rumah sakit". Sahutnya sambil bersandar didinding ranjang. Dia terlihat lemes, tak bertenaga wajahnya pucat dan lelah.
"Baik Tuan". Cody segera melangkah.
Beberapa menit kemudian Nickho datang dengan meneteng tas ditangannya. Jas Dokter masih melekat ditubuhnya.
Wajahnya tampak panik saat Cody menceritakan tentang kondisi sepupunya Kayhan. Walaupun kesal dan mengerutu dengan sifat menyebalkan Kayhan, Nickho tetap saja menyanyangi sepupu yang hanya beda bulan dengannya itu.
"Astaga Kayhan". Nickho terkejut melihat penampilan Kayhan. Wajah pucat, dan mata panda. Tubuhnya juga lemes seperti orang tak mampu berjalan.
"Cepat periksa Nickho, aku sudah tidak kuat". Lirih Kayhan dengan suara lemahnya.
Nickho segera mengambil alat medis didalam tasnya dan mengacek kondisi Kayhan yang seperti vampir itu.
Nickho mengacek berulang kali dan memastikan apa sebenarnya penyakit yang dialami oleh Kayhan.
Nickho mengerutkan keningnya tampak berpikir. Dia tidak menemukan ada gejala yang aneh ditubuh sepupunya itu.
"Aku tidak mendapati apapun ditubuhmu. Sebaiknya kita kerumah sakit saja". Ucap Nickho sambil membereskan peralatan medis nya.
"Periksa lagi Nickho, tidak mungkin tidak ada sesuatu didalam tubuhku. Jika tidak apa-apa, kenapa aku seperti ini". Desak Kayhan dengan suara parau nya dia benar-benar terlihat lemah dan tak berdaya.
"Sudah lah Kay. Kau harus segera dibawa ke rumah sakit". Nickho bangkit dan memaksa Kayhan berdiri "Cody, bantu aku". Perintah Nickho sambil membantu Kayhan untuk berdiri tegak.
Cody membantu Nickho, dia mengangkat tangan Nickho untuk merangkul lehernya.
"Ayo, kita bawa kerumah sakit".
Mereka pun membawa Kayhan kerumah sakit. Meski Kayhan sempat menolak, tapi dia tidak punya tenaga untuk memberontak dan melawan. Tubuhnya serasa tak bertenaga, sebab tidak ada asupan gizi yang masuk kedalam tubuhnya.
Sampai dirumah sakit milik keluarga Bagaskara, Nickho langsung meminta mereka menyediakan ruang pemeriksaan VVIP.
"Ayo, Kay naik ke brangkar dulu". Nickho dan Cody membantu Kayhan yang badannya tinggi dan kekar tentu saja sangat berat.
Kayhan yang sudah tak berdaya, hanya menurut saja.
"Aku akan memasang infus ditanganmu. Supaya ada tenaga yang masuk". Ucap Kayhan sambil memasang selang infus ditangan Kayhan. Sebenarnya ini tugas perawat, tapi sejak Kayhan berpisah dengan Ara. Pria itu hampir sama dengan Kakak nya Seem yang mengindap Gynopobia terhadap wanita.
"Aku akan memanggil Dokter kandungan untuk memeriksamu. Mungkin seorang wanita, tapi ku harap kali ini jangan protes". Timpal Nickho.
Kayhan hanya menjawab dengan anggukan kepala lemah. Dirinya seperti ingin mati saja.
Tidak lama kemudian Dokter yang dipanggil Nickho datang. Seorang Dokter wanita paruh baya yang masih terlihat cantik.
"Permisi Tuan, saya periksa dulu".
Setelah selesai memeriksa Dokter wanita itu pun kembali mengambil alat medis nya dan memberikan nya kepada assisten Dokter.
"Selamat ya Tuan". Dokter cantik itu menyalimi Kayhan.
Kayhan, Nickho dan Cody bingung kenapa Dokter mengatakan selamat?
"Apa maksud Dokter?". Tanya Nickho tak mengerti. Nickho Dokter spesialis jantung, jadi wajar saja jika kurang paham.
"Tuan Kay, mengalami Sindrom Couvade". Sahut Dokter wanita itu.
"Sindrom Couvade?". Gumam Nickho, tentu saja dia tahu apa itu.
"Iya. Sindrom Couvade adalah kehamilan simpatik terhadap Ibu hamil. Kuat nya rasa cinta dan ikatan batin, membuat suami mengalami ngidam atau yang biasa disebut juga dengan Morning sickness, yang dimana kehamilan pada sang istri memasuki trisemester". Jelas dokter wanita itu.
Kayhan dan Nickho saling menatap. Kayhan bahkan hampir tak percaya.
"Apa itu artinya istri saya hamil Dok?". Tanya Kayhan dengan mata berkaca-kaca. Sebenarnya dia tidak tahu harus bagaimana merespon.
Sang dokter tersenyum "Iya Tuan. Sebaiknya anda menjaga istri anda dengan baik. Pola makan dan olahraga rutin, akan memicu kesehatan janin". Jelas Dokter "Kalau boleh tahu istri anda dimana Tuan?".
"Dok, apa istri saya juga mengalami hal yang sama?". Kayhan mengalihkan pembicaraan Dokter.
"Tidak Tuan. Kemungkinan istri anda hanya mengalami ngidam dan selalu ingin berada disisi anda". Sahut Dokter.
"Dok, berapa lama saya akan mengalami Sindrom Couvade ini?". Seru Kayhan jujur dia tidak sanggup.
"Tergantung dari masa kehamilan Tuan, bisa berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan". Sahut sang Dokter "Saya akan memberikan obat pereda mual dan vitamin untuk anda Tuan. Nanti saya akan resepkan!!! Kalau begitu saya permisi Tuan". Dokter wanita itu pun berlalu bersama perawat yang mendampingi nya.
"Apa Ara hamil?". Gumam Kayhan "Tapi bukankah Ara mandul dan rahimnya dibalik?".
"Bisa saja sebuah keajaiban terjadi Kay". Sahut Nickho. Dadanya sesak, kini wanita yang sudah mencuri hatinya tengah mengandung anak dari sepupunya sendiri. Meskipun mereka tidak tahu dimana Ara sekarang.
"Bagaimana perasaan mu?". Tanya Nickho menatap Kayhan.
"Aku tidak tahu entah senang atau bahagia. Bisa saja itu bukan anakku". Kilah Kayhan menutupi perasaan nya.
Tangan Nickho terkepal, Kayhan tak henti-hentinya menyalahkan Ara "Kenapa kau bicara begitu Kay?". Sentak Nickho membuat Kayhan dan Cody terkejut.
"Kau tahu kan Nick, bahwa Ara sekarang hilang bersama pria lain? Apa mungkin yang ada dalam kandungan nya anakku?". Pekik Kayhan tak kalah.
Bughhhhhhhhh
Nickho memukul wajah Kayhan
"Tuan".
Nickho mencengkeram kerah baju Kayhan "Dasar pria bajingan. Sudah merasakan disiksa seperti ini saja kau masih menuduh Ara selingkuh. Jangan menyesal nanti Kay, aku hanya ingin memperingatkanmu. Jika kau memang tidak ingin bertemu Ara lagi, setidaknya jangan mengatakan dia yang tidak-tidak. Aku heran kenapa kau jadi begini. Kau mengatakan cinta, tapi hatimu selalu saja berpikiran yang jahat tentangnya". Nickho menghempaskan tubuh Kayhan dengan kasar dan tidak peduli pada kondisi Kayhan.
Nickho meninggalkan Kayhan dan Cody dengan emosi. Nickho tidka habis pikir dengan cara berpikir Kayhan. Sah-sah dia sedang mengalami Sindrom Couvade, masih saja menuduh itu bukan anaknya. Benar-benar keterlaluan. Nickho berharap Kayhan takkan pernah bertemu Ara lagi, bahkan sampai kapanpun.
Bersambung..........
Kayhan ❤️ Kimara.
Thor kenapa sih Kayhan benci banget sama Ara? bahkan tega nuduh Ara yang enggak-enggak.
Karena disini karakter Kayhan memang keras, dia tipe orang pendendam yang sekali saja disakiti dia bakal dendam seumur hidupnya gak peduli itu orang yang paling Kayhan sayang. Apalagi Ara meninggalkannya dalam keadaan koma, tentu saja Kayhan marah dan kecewa lalu berujung dengan benci..
Yuk ikutin terus kisah mereka.
masih penasaran..........
Next