
Meski ragaku dan ragamu terpisah, tapi hati yang sudah menyatu ini selalu memiliki ikatan batin yang kuat. Entah sadar atau tidak ternyata cinta kita lebih kuat dari rasa benci yang tertanam.
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹
Jovan dan Roger, tersandar disoffa dengan wajah lelah dan juga lesu. Mereka selalu saja menderita setiap hari dengan ngidam Ara yang sangat aneh.
Bagaimana tidak? Mereka harus mengikuti keinginan Ara untuk piknik ke gunung dengan jalan kaki dari rumah sampai tempat tujuan. Tidak mau pakai mobil. Saat mereka menawar ikut pakai mobil maka Ara akan merenggek nangis seperti anak kecil.
Jovan dan Roger juga terheran-heran dengan kekuatan tubuh Ara. Gadis itu setiap hari berjalan kaki sejauh puluhan kilo meter dan tidak merasa lelah sama sekali. Jika orang ngidam pada umumnya ingin memakan sesuatu atau makanan yang berbau asam dan pedas-pedas, maka ngidamnya Ara adalah traveling, piknik, liburan dan Ara juga biasanya menghabiskan hari-harinya dengan bersepeda sekedar berkeliling dipantai. Aneh nya dia harus ditemani oleh Jovan dan Roger. Jika tidak dipastikan gadis itu akan menangis sepanjang hari.
Sedangkan Shella dan Joana menjadi sasaran keanehan Ara. Dia mengajak kedua wanita itu memasak banyak sekali dengan menu makanan Nusantara Indonesia, sementara dia tidak mau memakannya sedikit pun. Akhirnya Shella dan Joana dihukum menghabiskan makanan itu, dan jika tidak maka Ara akan menangis dan merenggek seperti anak usia 2 tahun.
Keanehan ngidam Ara tidak hanya sampai disitu, dia semakin ahli menulis dan sekarang dia juga merambat ke dunia menulis. Sudah beberapa buah buku yang Ara tulis dalam waktu satu bulan, buku-buku yang ada tulis malah buming dan menjadi best seller dipasaran, hingga membuat Jovan dan Roger pusing tujuh keliling mengurus penerbit yang selalu ingin mengajak Ara bekerja sama, karena gadis itu acuh saja saat kontrak sudah ditandatangani. Jika dipaksa maka Ara akan menangis.
Ara yang biasanya tak pandai IT, atau hal-hal yang berbau elektronik, kini malah menjadi ahli. Beberapa kali wanita hamil itu menciptakan aplikasi game yang langsung meluncur dengan pesat. Jovan dan Roger yang memang ahli IT dan suka hal-hal tersebut, menjadi keuntungan sendiri untuk mereka. Namun lagi-lagi mereka harus menjadi korban dari keanehan ngidamnya Ara, karena wanita hamil itu tidak juga bertanggung jawab terhadap aplikasi game yang merajai aplikasi-aplikasi lainnya. Dia malah terlihat acuh seakan bukan dia yang menciptakan nya.
"Jika sembilan bulan begini terus kemungkinan aku akan lebih cepat mati sebelum melihat keponakkanku lahir". Keluh Jovan bersender dengan lemes nya. Mereka berdua baru saja ikut Ara berjalan sejauh dua kilo meter.
"Kau pikir hanya kau saja? Aku juga! Entah apa yang ada didalam perut Ara itu. Kenapa aneh sekali?". Gerutu Roger sambil menarik nafas lelah. Bahkan keringat membasahi tubuhnya.
Shella dan Joana baru keluar dari dapur. Wajah kedua wanita itu ditekuk tampak kesal setengah mati.
"Ada apa?". Tanya Roger mengerjitkan dahi melihat kedua orang itu dengan mulut komat-kamit.
Shella memutar bola mata malas "Lama-lama aku bisa gila Ger". Gerutu Shella "Kau tahu, Ara menghukumku harus belajar melukis sepertinya, dan jika tidak maka dia akan menangis sepanjang hari. Kau tahu kan aku tidak punya bakat disana". Keluh Shella seperti pura-pura menangis.
"Aku juga Kak". Timpal Joana "Masa aku disuruh buat semur jengkol. Memang nya ini Indonesia yang ada jengkolnya? Paling parah, setelah aku masak dia sama sekali tidak mau memakannya". Joana menjelaskan dengan ekspresi menangis "Mencium baunya saja aku tidak mampu, bagaimana aku bisa memakannya". Sambung Joana frustasi.
Mereka berempat saling mengadukan keluhan mereka. Lalu mereka tertawa memikirkan keanehan ngidam Ara. Meskipun mereka lelah dan suka protes tapi tetap saja mengikuti keinginan Ibu hamil itu.
Aldo dan Ara menghampiri ruang tamu, tangan mungil Aldo mengenggam tangan wanita hamil itu. Wajahnya berseri bahagia. Kedua nya seperti sedang mendapat lotre.
Ara dan Aldo duduk disofa depan Roger dan Jovan.
Kening Ara berkerut saat melihat wajah lemas kedua pria itu "Kakak kenapa?". Tanya Ara polos. Padahal dia yang menyebabkan mereka hampir mati jantungan.
Roger menghela nafas, namun tetap tersenyum "Tidak apa-apa sayang". Sahut Roger memaksakan senyum "Bagaimana kandungan mu?". Tanya Roger lembut.
"Seperti biasa Kak baik". Senyum Ara mengelus perutnya.
"Bunda, apa Dedek bayi nya menangis disana?". Tanya Aldo.
Ara menggeleng "Tidak tahu, kan Bunda tidak lihat Dedek bayinya". Jawab Ara polos, dia seperti anak kecil yang tidak tahu apa-apa. Efek kehamilan dan pengaruh dari terapi yang dia jalani.
Mereka berempat menghela nafas sambil tertawa kecil. Kedua orang berbeda usia itu memiliki keanehan yang sama. Jika Aldo menempel pada Ara, maka Ara menghukum Aldo melukis sebanyak-banyaknya dan aneh nya lagi Aldo malah senang bukan main seperti mendapat mainan gratis.
Sedangkan ditempat lain. Kayhan juga sedang mengalami Sindrom parah. Dirinya seperti monster yang melakukan segala hal ekstrim. Seperti memanjat tebing, dan lari maraton puluhan kilo meter. Kayhan juga kadang ikut latihan bela diri, padahal pria itu sangat tidak menyukai hal-hal seperti itu. Biasanya dia menghabiskan waktu untuk bekerja dan bekerja.
Kayhan juga selalu meminta Cody untuk membuatkan nya nasi goreng tanpa kecap, dan yang harus membuatnya adalah Cody. Kayhan tidak mau buatan pelayan dirumahnya.
Dia juga selalu memakan makanan yang asam dan pedas. Padahal pria itu anti makanan pedas dan menjauhi makanan itu karena bisa merusak pencernaan.
"Cody, tambahkan lagi sambel nya". Kayhan menadahkan piringnya agar Cody menambahkan lagi cabai dalam piringnya.
"Tapi Tuan, ini terlalu banyak nanti anda bisa sakit perut?". Tegur Cody.
"Cepat Cody, aku tidak menyuruhmu menceramahi ku". Ketus Kayhan.
Mau tak mau Cody mengikuti ucapan Kayhan, meski bingung tetap dia harus menjaga kesehatan Tuan-nya.
Kadang Cody dibuat pusing seribu keliling sekaligus kagum pada Kayhan. Sejak mengalami Sindrom Couvade atau kehamilan simpatik, Kayhan menjadi pria jenius. Keahlian dalam bidang IT semakin bertambah, dan hal yang membuat Cody terkagum Kayhan belajar musik dan menguasai hanya dalam waktu satu Minggu. Semua alat musik bisa Kayhan pelajari hanya dengan hitungan hari.
"Cody, setelah ini antarkan aku ke studio musik".
"Baik Tuan".
Karena Kayhan yang mulai menyukai musik. Akhirnya Cody membangun sebuah studio musik, dimana disana semua alat musik lengkap dan tentunya semua atas perintah Kayhan.
Kayhan sendiri tak mengerti mengapa dia jadi menyukai musik, padahal dia sama sekali tidak tertarik untuk belajar musik karena hidupnya hanya dipenuhi dengan bekerja dan bekerja.
Namun, anehnya dia bisa suka dan bisa menguasai musik hanya dalam hitungan hari. Kayhan sendiri saja tak menyangka dengan kemampuan nya.
Benar-benar ngidam yang aneh, pikir Cody.
Bersambung......
Kayhan ❤️ Kimara
Ada yang pernah hamil? atau yang pernah mengalami ngidam?
Pasti tahu rasanya kalau sesuatu yang kita pengen gak tercapai atau sesuatu yang pengen kita makan tapi gak dimakan, kesalnya bukan main dan rasanya pengen makan orang.. Hahha.
begitulah yang dirasakan oleh Ara dan Kayhan.