Love Story' CEO.

Love Story' CEO.
Bab 49. Maafkan aku



Lelah ku hilang saat melihat senyummu. Teruslah tersenyum agar aku tidak lelah, karena senyum itu penguat dari segala resah.


Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Ara melangkah dengan gontai menuju kontrakkan nya. Dia melingkarkan tangannya ditubuh dan melipatnya, sembari mengigit bibir bawah menahan sakit.


Jam menunjukkan pukul sembilan malam yang artinya suaminya sudah sampi dikontrakkan mereka. Ara pulang terlambat karena dia benar-benar merasakan sakit disekujut tubuhnya setelah ditampar dengan keras oleh Bagaskara, hingga membuat tubuh kecil Ara terpental dilantai.


Ara sampai di pintu kontrakkan nya. Dia berdiri cukup lama, dia tidak ingin menceritakan semuanya pada suaminya. Tapi dia yakin suaminya pasti akan curiga.


Tok tok tok tok tok tok


Ara mengetuk pintu dengan pelan. Dia tidak mau menganggu suaminya.


Cekreekkkk


Pintu terbuka. Mata Kayhan membulat saat melihat penampilan istrinya.


"Sayang".


Kayhan langsung memeluk Ara dengan Isak tangis. Tadi Cody menghubungi Kayhan dan menceritakan apa yang sudah dilakukan Grandfa nya pada istrinya, Ara.


"Bby, hikssssss". Ara menumpahkan segala rasa sakitnya dalam pelukkan Kayhan. Gadis itu menangis sepuasnya dalam pelukkan sang suami.


Mereka berdua saling bertangis-tangisan satu sama lain. Menumpahkan segala rasa sakit yang membellengu dada mereka. Saling menyalurkan kekuatan untuk saling menguatkan.


Kayhan benar-benar merasa sakit melihat penampilan istrinya. Rambut panjang Ara yang biasanya tergerai indah, kini hanya rambut pendek sebahu yang terlihat begitu rusak.


Sudut bibir Ara terlihat ada luka dan darah yang mengering. Betapa menderitanya istrinya.


"Maafkan aku". Lirih Kayhan mengeratkan pelukkannya. Gara-gara dirinya, Ara menderita dan ikut menanggung segala kesalahannya


Ara melepaskan pelukkannya. Mata keduanya memerah, air mata sama-sama mengalir dipipi mereka berdua.


Ara menggeleng "Kakak tidak perlu minta maaf. Kita sudah berjanji akan melewati semua ini bersama".


Kayhan memperbaiki rambut istrinya. Lagi dan lagi hatinya bagai teriris pisau. Kenapa Kakeknya sengat tega? Apa sebenarnya yang dipikirkan tua bangka itu? Bukan salah Ara tidak bisa punya anak, semua atas kehendak Tuhan.


Kayhan benar-benar membenci keluarganya bahkan sampai kapanpun Kayhan takkan pernah memaafkan apa yang sudah dilakukan keluarganya terhadap istrinya, Ara.


"Maafkan aku sayang". Kayhan merasa bersalah dia menangkup wajah istrinya yang terlihat lebam. Kayhan menggeleng tak percaya, betapa menderitanya Ara-nya.


"Jangan minta maaf Bby. Bukankah kita sudah berjanji akan menghadapi semuanya bersama". Ara memegang tangan suaminya yang menempel diwajahnya.


"Ayo duduk sayang. Aku akan mengobati lukamu". Kayhan mengendonh istri kecilnya menuju kursi kayu ruang tamu mereka.


Kayhan dengan lembut dan telaten membersihkan luka dibibir dan pipi Ara. Bekas Jari Bagaskara menempel dengan sempurna dipipi Ara.


"Awwwwww". Ara merintih kesakitan.


"Maaf ya sayang". Kayhan mengobatinya dengan sabar.


Setelah selesai mengobati istrinya. Kayhan membuatkan teh hangat untuk Ara.


"Bby". Ara mengenggam tangan sang suami. "Maaf harus menderita bersamaku". Ara merasa bersalah karena suaminya menderita karena dirinya.


Kayhan menggelleng, dia menyatukan tangannya dengan tangan Ara "Tidak sayang. Aku yang minta maaf atas perlakuan keluargaku. Kau sampai terluka". Lirih Kayhan. Lagi-lagi Kayhan menangis, dia menjadi pria paling cenggeng jika berbicara tentang istri kecilnya. Harusnya dia kuat dan menjadi kekuatan untuk sang istri, tapi malah dia sendiri yang lemah.


Ara mengelus wajah tampan suaminya. Dia menghapus air mata yang berjatuhan dipipi suaminya.


"Bby, mungkin ini adalah penderitaan terberat yang harus kita hadapi bersama. Aku tidak tahu, harus memberi tanggapan apa tentang semua rasa sakit ini. Aku tidak tahu harus menjelaskan bagaimana perasaan terluka ini. Tapi aku siap menghadapi apapun asal itu selalu bersama mu. Kau tahu Bby, Tuan Bagaskara bahkan mengancamku untuk berhenti bekerja di Toko itu, tapi bagaimana aku bisa berhenti disana? Sementara Aldo tidak mau jauh dariku. Jujur Bby, aku lelah sangat lelah. Jiwaku terasa rapuh dan tak berdaya. Tapi saat aku melihat senyum dan merasakan pelukkan mu, aku mengerti mengapa aku harus tetap berjuang, karena ada orang yang akan selalu terluka jika aku menangis". Ara mengelus wajah suaminya. Meneliti dengan inci pahatan sempuran Tuhan itu.


"Jadi, jangan meminta maaf. Semua bukan salahmu. Ini adalah tantangan yang akan menguatkan cinta kita. Tugas kita adalah bagaimana caranya agar kita bisa lulus melewati ujian ini". Ucap Ara lagi memaksakan senyum.


Kayhan berkaca-kaca mendengar penjelasan istrinya. Jika wanita lain mungkin saja sudah menyerah berjuang bersama nya. Tapi Ara, istrinya itu sanggup melewati apapun dengannya. Ara bukan hanya diancam dan disiksa secara fisik tapi Ara juga fisiksa secara batin


Kayhan ikut mengenggam tangan Ara "Terima kasih sayang, sudah mau berjuang bersamaku. Maafkan aku yang belum bisa menjadi suami terbaik untuk mu. Maafkan aku yang membawaku dalam penderitaanku. Aku mencintaimu sangat mencintaimu lebih dari segalanya". Isak Kayhan kembali lagi dia memeluk istri kecilnya.


Cinta mereka berdua begitu tahan uji. Cobaan kehidupan rumah tangga mereka begitu banyak dan kuat. Namun kedua nya tak pernah saling mengalahkan satu sama lain. Mereka saling merangkul dan mengenali cinta mereka.


Kayhan yang cinta mati pada Ara, rela hidup menderita walau sebenarnya jujur saja selama enam bulan hidup tanpa kemewahan Kayhan menderita karena tidak terbiasa. Namun, dia harus belajar seperti istri nya yang selalu kuat.


Kayhan tak menyangka jika keluarga nya benar-benar membenci Ara. Ingin Kayhan membawa Ara pergi dari sini, tapi kemana? Kemana pun mereka pergi Kakeknya akan tetap bisa menemukan mereka.


Kayhan menatap Ara yang terlelap dalam pelukkannya. Setelah puas saling tangis-tangisan Ara langsung tertidur karena kelelahan menangis. Keduanya tak bisa bohong jika dengan menangis dapat memberi kelonggaran dalam dada.


Kayhan mengelus lembut kepala Ara, dia menyelipkan anak rambut kedaun telinga Ara. Menatap wajah lelah itu, wajah yang selalu membuat nya kuat menjalani hidup ini. Jika tidak ada Ara didalam hidup Kayhan, entah akan seperti apa hidup pria itu.


"Maafkan aku sayang". Kayhan memeluk Ara dengan erat. Dia menangis dalam diam takut jika istrinya terbangun mendengar suara isakkan tangisnya.


**Bersambung......


Salam hangat.


Kayhan ❤️ Kimara**