Love Story' CEO.

Love Story' CEO.
Bab 108. Menghapus tentangmu.



Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Kayhan berjalan masuk kedalam kamarnya. Saat ini dia baru saja kembali dari Belanda. Semua proyek kerja sama bersama perusahaan lain dibatalkan oleh Kayhan. Dia memutuskan untuk pulang kembali ke Australia.


Kayhan duduk disofa kamarnya, dia memejamkan matanya sambil menatap langit-langit kamar miliknya. Teringat kembali pada istrinya Ara, saat pertama kali mereka menikah. Gadis itu malu-malu ketika malam pertama mereka.


“Ara”. Gumam Kayhan, butiran tanpa warna itu kembali menyeruak menganak dipelupuk matanya hingga luruh membasahi pipi tampan pria itu. Hingga tersangkut dibulu-bulu halus wajahnya.


“Apa ini akhir dari semua cerita kita?”. Kayhan menatap cincin yang masih melingkar dengan setia di jari manisnya. Dia berjanji untuk takkan melepaskan cincin ini dari jarinya, namun setiap kali mengingat cincin itu dia teringat pada wajah manis Ara.


“Apa ini saatnya aku melepaskan dan melupaanmu?”. Lirih Kayhan “Aku tak sanggup Ra. Walau aku membencimu tapi sebenarnya aku sangat mencintaimu dan ingin bertemu denganmu? Tapi kenapa aku seakan menghindariku? Apa salahku Ra?”. Kayhan masih bermonolog sendiri.


Dia mengambil ponselnya, menatap foto-foto pernikahannya bersama Ara satu tahun lalu. Foto yang masih dia simpan dimemori ponselnya.


“Kenapa kamu pergi?”. Kayhan mengusap foto Ara dilayar ponselnya “Aku sangat mencintaimu sangat dan amat sangat. Kamu segalanya untukku, kamu nafasku dan kamu hidupku Ra. Saat kamu meninggalkanku, duniaku terasa hancur dan runtuh. Aku benar-benar tidak sanggup melepaskanmu Ra, tapi kamu sendiri yang memilih pergi. Apa tidak ada sedikit pun rasa rindumu padaku?”.


“Aku bahagia bersamamu, aku bahagia makan sepiring berdua, aku bahagia tinggal dikontrakkan kecil, aku bahagia dengan gaji seratus ribu perhari, aku bahagia mandi dikamar mandi kecil dan aku bahagia tidur dikasur yang tipis dan sempit bersamamu”. Air mata Kayhan luruh begitu deras dipipinya


“Aku hanya butuh satu menit untuk mencintaimu tapi aku butuh ratusan tahun untuk melupakanmu. Kamu, hiks……..”. Kayhan tersungkur dilantai dengan tangis yang pecah.


“Apa aku harus menghapus semua tentangmu?”. Kayhan melepaskan cincin dijarinya. Dia akan melupakan Ara-nya.


“Selamat berpisah sayang. Mulai hari ini aku akan melepaskan kamu, mulai hari ini aku akan belajar berhenti mencintaimu dan aku akan memulai hidupku yang baru dengan atau tidak ada nya kamu, aku akan tetap bahagia”. Ucap Kayhan. Dia bangkit dari lantai berjalan menuju nakas dan membuka laci mengambil kotak beludru dan kembali menyimpan cincin itu. Cincin yang pernah dia lepas dan kini harus benar-benar dia lepaskan dan lupakan.


“Mungkin ini jalan terbaik untuk kita. Semoga kau bahagia”. Kayhan menutup kembali laci nakas itu.


Ya Kayhan harus melupakan Ara dan memulai hidup baru. Meski tak mudah karena dia sangat mencintai Ara-nya, namun tidak ada pilihan lain karena sepertinya melepaskan memang lebih baik dari pada mempertahankan sesuatu yang tidak pasti.


Inilah akhir dari kisah Kayhan dan Ara, kisah yang sempat membuat orang lain iri. Kisah yang sempat mengalahkan Rome dan Juliet, kisah yang sempat mengalahkan kisah Cinderllela kini berakhir ditengah jalan. Kini berakhir tanpa persetujuan. Kini perpisahan harus mereka hadapi tanpa persiapan.


Andai waktu bisa diulang kembali, mungkin Kayhan tak ingin mengajak Ara makan malam waktu itu. Mungkin juga Kayhan takkan mendengarkan kata Ara yang melarangnya membeli mobil, jika saat ini dia memiliki mobil pastilah kecelakaan itu takkan terjadi dan dia dan Ara masih bersama sampai saat ini.


Semua kenangan bersama Ara masih saja terus melekat dimemori Kayhan. Gadis sederhana dengan sejuta pesona, sikap dingin dan cueknya membuat para lelaki penasaran pada gadis itu. Gadis yang tidak tergila-gila pada harta, gadis yang tampil apa adanya. Gadis pertama yang tidak terpesona padanya dan meskipun dia berusaha menebar pesona. Kayhan teringat bagaimana perjuangannya mendapatkan cinta Ara, pria itu sampai jungkirbalik dan bahkan sering uring-uringan menghadapi sikap dingin gadis itu. Sungguh Ara memberikan banyak pelajaran hidup pada Kayhan. Kayhan belajar banyak hal tentang hidup selama dia menikah dengan Ara.


Kayhan teringat bagaimana keluarganya menyiksa Ara membersihkan Mansion mewah Bagaskara dan gadis itu sama sekali tidak bercerita padanya mengeluh dan mengadu pun tidak Kayhan dengar dari mulut istri kecilnya itu. Ara selalu tersenyum seakan dia baik-baik saja, padahal Kayhan tahu jika istri kecilnya itu sedang lelah.


Kayhan memukul dadanya berkali-kali, dia meremes dadanya dengan keras.


“ARA”.


“ARA”.


Kayhan terus saja memanggil nama istrinya itu. Tuhan rasanya Kayhan takkan sanggup harus melepaskan dan melupakan Ara. Namun, apa yang bisa dia lakukan karena dia dan Ara takkan bisa bertemu kembali. Dia dan Ara sudah berpisah dan dia harus melapaskan Ara-nya.


Kayhan mencoba berjalan sendiri, melawati hidupnya tanpa Ara. Namun, Kayhan tak bisa membohongi perasaannya bahwa sebenarnya dia tidak sanggup dan takkan sanggup sampai kapanpun.


Kayhan hanya butuh satu menit untuk jatuh cinta pada Ara, namun dia butuh seumur hidup untuk melupakan cinta pertamanya itu. Karena melupakan Ara tak semudah yang dia katakan.


“Aku pernah belajar merelakanmu berkali-kali. Melepasmu pergi dengan cinta yang lain. Membiarkanmu kesempatan memilikimu hilang untukku. Sebab, kamu bahagia; meski sesungguhnya aku tidak bahagia dengan keputusan itu. Ketidak-beranianku mengikatmu memberi ruang bagi orang asing yang mendekatimu. Kupikir hidup akan baik-baik saja. Semua harus berjalan seperti sediakala. Kamu dengan seseorang yang memilihmu. Aku dengan hati baru yang mencoba tumbuh dihidupku. Ku mencoba memberikan hatiku pada seseorang, barangkali bisa. Kucoba untuk melepas dan melupakanmu. Namun, aku keliru. Melupakanmu ternyata tak semudah itu. BoyCandra".


Bersambung........


Kayhan ❤️ Kimara