Love Story' CEO.

Love Story' CEO.
Bab 134. Kembali ke Indonesia



Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Jovan, Shella dan Ara serta anak-anak mereka telah berada di jet pribadi milik keluarga Van Derg. Pancar kebahagiaan terlihat jelas diwajah gadis kecil itu, siapa lagi jika bukan Nara.


“Senang ya?”. Tanya Jovan tersenyum mengelus kepala Nara.


Nara mengangguk dengan polosnya “Nala, ingin lihat Indonesia”. Celotehnya.


Jovan tersenyum simpul mendengar ucapan gadis kecil itu. Nara adalah gadis yang manja dan juga berisik tentu berbanding terbalik dengan Ibu nya Ara.


Zero, Zeno dan Naro bersandar dibahu Ara. Sedangkan Aldo bersandar dibahu Shella. Aldo merenggut kesal, karena tidak ada kesempatan untuk bermanja-manja dengan Bunda Ara-nya itu.


Ara mengelus kepala ketiga putranya yang terlelap dipangkuannya. Tatapan wanita itu kosong. Sejujurnya dia tak ada niat sama sekali untuk kembali ke Indonesia. Ara belum siap. Ara belum sanggup. Perasaannya masih kacau. Sedih. Marah. Kecewa. Merasa merasa bersalah, semua perasaan itu bercampur aduk.


“Ayah, Ibu, Mey”. Batinnya “Harus nya Ara tidak kembali lagi ke Indonesia Yah, tapi Ara tak mungkin menghentikan mimpi Nara”. Gumam Ara. Ara beralih pada Nara yang tertidur dipangkuan Jovan. Gadis kecil itu sangat menyukai Ayah angkatnya.


“Nara, apapun akan Mommy lakukan demi kebahagiaanmu Nak. Maafkan Mommy yang belum bisa menjadi Ibu terbaik untukmu. Mommy menyanyangimu”. Batin Ara dengan berkaca-kaca menatap putri nya yang terlelap dengan damai.


Kenangan bersama sang suami masih saja melekat dibenak Ara. Banyak hal yang seharusnya sudah hilang selama enam tahun lalu. Namun kenyataannya melupakan tak segampang itu.


“Kak Han”. Ara memejamkan matanya. Dadanya kembali sesak, pasokkan udara diparu-parunya seketika menipis saat mengingat sang suami.


“Maafkan aku”. Ara hanya mampu berbicara dalam hati “Apa kau masih membenciku Kak? Apa aku seburuk itu dimatamu?”.


Segera Ara menyeka air matanya, dia tidak mau jika yang lain melihatnya menangis. Selama lima tahun dia sudah berjuang menjadi wanita yang kuat dan juga tangguh. Menjadi Ibu sekaligus Ayah untuk keempat buah hatinya. Meski tak mudah namun Ara berhasil melewati masa-masa pahit dalam hidupnya.


Setiap dua kali dalam seminggu Ara masih rutin melakukan cuci darah tanpa sepengetahuan keempat anaknya. Ara tahu jika anak-anaknya itu jenius dan dewasa sebelum waktunya, itulah sebabnya Ara menyembunyikan semua rasa sakitnya didepan anak-anaknya. Ara tidak mau membebani pikiran kecil itu hanya karena dirinya.


Rambut Ara juga belum tumbuh, meski sudah enam tahun lamanya tetap saja rambutnya enggan untuk tumbuh kembali. Efek kemoterapi yang dia jalani benar-benar berakibat fatal, sehelai rambut pun enggan tumbuh dikepalanya. Terpaksa Ara harus menggunakan wig untuk menutupi kepala plontosnya, dia tidak mau anak-anaknya tahu tentang penyakitnya dimasa lalu.


Hansel belum juga menemukan ginjal yang cocok untuk Ara. Golongan ginjal Ara tergolong langka, sehingga sulit dicari.


Ditempat lain….


Seorang pria duduk dengan santai di jet pribadi miliknya. Dia menikmati penerbangan yang cukup memakan waktu itu. Dia menikmati permandangan keluar jendela, melihat pesawat itu menabrak-nabrak awan, membuat nya tersenyum geli. Dulu waktu kecil dia sering berpikir jika pesawat itu benda ajaib yang bersayap, bagaimana tidak disebut benda ajaib. Besi bisa terbang keluar angkasa menembus awan-awan.


“Tuan, saya sudah membeli Mansion baru untuk anda”. Cody menyerahkan Ipad nya pada Kayhan.


Kayhan menyambut Ipad Cody dan melihat gambar yang tertera di Ipad milik assistennya itu.


“Oke bagus”. Ucap Kayhan mengembalikan Ipad milik Cody.


Kayhan meminta Cody untuk membelikannya Mansion mewah, dia tidak mau bergabung dengan keluarganya. Apalagi kedatangannya ke Indonesia telah diketahui oleh mereka pasti mereka akan berlomba-lomba untuk bertemu dengannya.


Kayhan sedang tak ingin diganggu oleh siapapun. Dia ingin menepi dan menjauh dari keluarganya. Meski Kayhan sudah memaafkan kedua orangtuanya tapi dia tidak bisa melupakan apa yang sudah dilakukan orangtuanya kepada dirinya.


Sampai di bandara, Kayhan turun. Dia dikerumini oleh wartawan yang ingin memawancarainya. Namun seperti biasa dia akan dijaga ketat oleh para bodyguard sehingga tidak ada yang bisa menyentuhnya.


Kayhan berjalan dengan dijaga oleh Cody dan para bodyguard lainnya. Dia berjalan datar tanpa ada senyum. Kacamata hitam bertengger dihidung mancungnya dan menutupi biji mata birunya.


Kayhan masuk kedalam mobil, para wartawan juga mengikuti Kayhan. Mereka penasaran dengan pria yang mendapat gelar Crazy Rich CEO itu, pengusaha muda yang berhasil menjadi pengusaha nomor satu di dunia. Namanya sedang menjadi incaran perusahaan-perusahaan besar agar bisa menjalin kerjasama dengan nya. Kayhan terkenal dimana-mana. Nama dan gambarnya sering menjadi cover majalah bisnis terkini. Sering pria itu mendapat tawaran untuk menjadi bintang iklan produk-produk berkualitas. Namun Kayhan sama sekali tidak tertarik bahkan dia tak melirik barang sedikit pun.


Sementara Ara dan yang lainnya juga baru mendarat di Bandara. Tampak wajah tak sabar diwajah putri Ara itu.


“Mommy, kita sudah sampai”. Ucap Nara kesenangan dia masih bergelut manja digendongan Jovan.


“Iya sayang, Nara senang?”. Ara mengelus kepala putri satu-satunya itu.


“Senang-senang”. Celetuk Nara dengan mengangguk.


Jovan dan Ara terkekeh. Nara benar-benar cantik dan juga menggemaskan. Wajahnya imut dengan rambut panjang yang tergerai menjuntai, dihiasi dengan pita rambut dikepalanya. Matanya berwarna biru dan bulu mata lentik. Dari keempat saudaranya Nara lah yang memiliki bola mata berwarna biru, sedangkan ketiga kakak nya memiliki bola mata coklat.


Mereka semua turun dari pesawat. Naro, Zero dan Zeno mengandeng tangan Ara. Sedangkan Aldo berjalan dengan wajah ditekuk kesal. Shella menyeret kopernya dan dibantu oleh para bodyguard yang diutus oleh Van Derg menjaga anak dan cucu-cucunya. Sementara Jovan mengendong Nara yang setia melingkarkan tangan munggilnya dileher Jovan.


Bersambung.....


Kayhan ❤️ Kimara