Love Story' CEO.

Love Story' CEO.
Bab 79. Masih merindu



Rindu adalah tentang rasa yang menyatu. Dipisahkan oleh jarak ruang dan waktu.


Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Kayhan masih setia duduk dikursi kebesarannya dengan laptop yang berada diatas meja dan tangannya berseluncur dengan lancar distut keyboard laptop miliknya.


"Maaf Tuan, Ini kontrak kerja sama yang akan kita jalin bersama perusahaan JRA Group di Belanda". Cody menyerahkan beberapa dokumen diatas meja Kayhan.


Kayhan mengambil dokumen itu dan memeriksanya satu persatu. Sudut bibirnya tertarik "Jadi mereka setuju untuk bekerja sama dengan kita?". Tanya Kayhan sambil membolak-balik berkas itu.


"Iya Tuan. Mereka ingin kita hadir dalam peluncuran game terbaru mereka bulan depan". Sahut Cody.


"Baiklah, persiapkan semua keberangkatan ku disana. Jangan lupa untuk menyediakan nasi, kau tahu kan Cody aku tidak bisa memakan makanan lain selain nasi goreng buatanmu?". Tintah Kayhan.


Cody menghela nafas kasar, dipastikan setelah ini dia akan repot lagi oleh ngidam Kayhan yang aneh.


"Baik Tuan, saya permisi".


Kayhan menyenderkan punggungnya dikursi kebesarannya. Hari ini ngidamnya tidak terlalu parah dia juga tidak mengalami morning sickness yang berlebihan seperti sebelum-sebelumnya.


Setelah memutuskan untuk pindah ke Australia, Kayhan membangun sebuah perusahaan yang bergerak dibidang aplikasi game online. Perusahaan yang Kayhan bangun melesit dengan pesat. Aplikasi-aplikasi game yang dia ciptakan melambung tinggi sehingga mengangkat namanya menjadi CEO termuda dan tersukses hanya dalam waktu tiga bulan. Sedangkan keluarga besar Kayhan tinggal di Indonesia. Kedua orangtua Kakek dan Neneknya menetap disana dan melanjutkan usaha mereka.


Kayhan memang memiliki keahlian dibidang IT dan masalah program komputer, dia juga menyukai game online yang sekarang menjadi bisnis terbesarnya.


Karena kecintaan nya akan nasi goreng Kayhan juga merambat dibidang kuliner yang menjual nasi goreng khas resep mantan istrinya, Ara. Kayhan membangun beberapa Restourant di Australia dengan menu yang sama yaitu nasi goreng. Restorant milik Kayhan disambut dengan hangat oleh masyarakat disana, meskipun asing dengan nasi goreng tapi mereka sangat menyukai nasi goreng yang dibuat oleh restourant tersebut.


Kayhan menghempaskan tubuhnya diatas kasur king size miliknya.


Seketiba kejap, Kayhan teringat akan sang istri. Hal yang selalu mereka lakukan sebelum tidur, saling bercengkrama mendiskusikan masalah yang terjadi hari ini lalu mencari solusinya bersama-sama. Mereka juga berdoa dan saling mengenggam tangan dan terakhir yang menjadi aktivitas malam mereka adalah berolah raga ranjang, dimana keduanya memadu kasih dibawah selimut tebal tanpa sehelai benang yang melekat ditubuh keduanya.


"Ra!!!". Gumamnya. Satu tetes butiran bening jatuh dipipi pria tampan itu.


"Kenapa semakin aku berusaha melupakanmu, semakin juga aku merindukanmu?". Lirihnya matanya menatap langit-langit kamar mewah bak hotel bintang lima itu


Kayhan menyeka air matanya. Dia masih terlentang dikasur nya "Ra, kenapa Ra? Kenapa?". Dia terus bermonolog sendiri "Jika benar kamu hamil, aku tidak tahu harus berekspresi apa? Aku tidak tahu apakah senang atau sedih, bisa saja benci. Ra, kenapa? Kenapa kau meninggalkanku saat aku dalam keadaan terpuruk, aku butuh kamu Ra? Aku tidak akan pernah mau memaafkanmu Ra, kamu sudah keterlaluan menyakitiku dengan pergi bersama laki-laki lain. Jika suatu saat kita dipertemukan kembali, aku tak ingin menerimamu lagi. Tapi bagaimana dengan anak kita? Dia akan tumbuh tanpa orangtua utuh, aku tidak mungkin lagi kembali padamu. Apa aku harus merebutnya darimu?". Kayhan masih mempertahankan egonya.


Kayhan menderita gangguan kepribadian paranoid atau pendendam akut. Dia sangat sensitif, dia mudah terluka, dan mudah merasakan sakit dihati nya. Kayhan tak memaafkan siapa yang yang berkhianat dan menyakiti perasaannya. Dia pendendam kelas atas dan selalu mengingat kesalahan orang lain meskipun itu kecil.


Trauma masa kecilnya membuat dia memiliki kepribadian paranoid. Kayhan tak mudah mengucapkan kata maaf atau terima kasih, pada orang lain termasuk orangtuanya sendiri. Paranoid Kayhan semakin menjadi sejak perpisahan dengan Ara.


Namun dengan wanita bernama Ara, dia berusaha benci tapi semakin dia merindukan gadis itu.


"Arghhhhhhhhh". Pekik Kayhan sambil meremes dadanya, hatinya sakit dan perih bak ditumpahi cuka asam.


"Hiks hiks hiks hiks hiks". Tangisnya menggema dikeheningan malam. Untung saja kamar itu kedap suara sehingga tidak ada yang mendengar rintihan tangis Kayhan.


"Kenapa kau balas cintaku dengan cara seperti ini Ra? Apa kurang segala pengorbanan ku?". Lirih Kayhan dengan air mata yang menetes dan membasahi pipinya


Kayhan memang pendendam bahkan seumur hidup dia mampu menanam dendam pada orang-orang yang menyakitinya. Tapi kenapa pada istri kecilnya itu dia sulit sekali untuk menaruh dendam? Padahal wanita itu sudah meninggalkannya tapi tetap saja hati Kayhan masih milik istrinya.


Dia berusaha membungkam perasaannya dengan kata benci, namun tetap dia tak bisa membohongi perasaannya yang selalu rindu.


🌜🌜🌜🌜🌜🌜🌜


Ara duduk dibibir ranjang tidurnya. Malam ini bulan terlihat sangat terang menderang, ditambah taburan bintang yang menghiasi langit malam.


Ara mengusap perutnya yang semakin membesar. Dia tersenyum hangat saat merasakan betapa bahagianya menjadi seorang Ibu dan mengandung anak dari buah cinta bersama suami tercintanya lebih tepatnya mantan suami.


"Mommy tidak sabar menanti kelahiran mu sayang". Ara mengelus perutnya dengan sayang "Andai Daddy tahu tentang dirimu pasti dia akan sangat bahagia menyambut kedatanganmu". Lirih Ara "Maafkan Mommy sayang, jika kamu lahir dan besar tanpa seorang Daddy. Mommy tidak bermaksud memisahkan kalian hanya saja Mommy dan Daddy tidak akan bisa bersama". Butiran bening itu berjatuhan dipipi Ara.


Ara melihat bintang yang bertaburan "Kak Han, aku merindukanmu? Apa kabar kamu disana? Maaf meninggalkanmu dalam keadaan koma. Aku tidak bermaksud untuk menyerah hanya saja takdir tak bisa dihindari". Air mata Ara jatuh semakin deras.


"Aku sedang mengandung anakmu Kak. Apa kau senang mendengar kabar baik ini? Atau malah kau tak ingin kehadirannya dirahim seorang wanita jahat sepertiku?". Ara merasa dirinya jahat karena meninggalkan sang suami.


"Aku tahu Kak, kau pasti membenciku dan menganggap aku berkhianat. Tapi tidak apa-apa, bukankah hal itu membuatku lebih mudah melupakan ku". Lirih Ara tersenyum kecut. Dia menyeka air matanya.


"Hiks, aku mencintaimu Kak. Bisakah jangan benci aku walau sudah tak mencintaiku. Aku merindukan mu Kak, sangat". Lirih Ara.


Ara tahu bahwa Kayhan membencinya melalui orang-orang suruhan Roger dan Jovan. Ara mendesak Roger agar mengatakan apa yang terjadi tanpa ditutupi. Roger sebenarnya tak ingin memberitahu adiknya karena itu akan menambah beban pikiran Ara. Namun Ara yang keras dan selalu pada kemauannya membuat Roger mengalah dan memberi tahu apa yang terjadi pada Kayhan. Meskipun Ara berlagak kuat dan tidak sedih tapi Roger tahu bahwa adiknya itu merasa bersalah dan sakit.


Ara juga tahu bahwa suaminya sedang mengindam sama seperti dirinya.


Ara membaringkan tubuhnya dengan menyamping. Dia memeluk bantal guling itu dengan erat dan menganggap bantal itu suaminya.


Selama tiga bulan berpisah dengan Kayhan, Ara tak pernah benar-benar merasa tidur nyenyak. Dia seperti sudah terbiasa tidur didalam pelukkan yang suami. Namun Ara harus membiasakan dirinya, karena sekarang mereka sudah berpisah dengan raga dan jiwa masing-masing.


Bersambung............


Kayhan ❤️ Kimara