Love Story' CEO.

Love Story' CEO.
Bab 66. Pindah ke Australia



Pergi adalah caraku melupakan rasa. Terdengar egois dan mementingkan perasaan sendiri, namun hanya itu bisa aku lakukan...


Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹


"Kau akan membawaku kemana Kak?". Tanya Kayhan saat kursi rodanya didorong oleh Nickho.


"Berhenti bertanya Kay". Sergah Seem "Turuti apapun kataku, jika kau masih ingin bersama istrimu". Ucap Seem dengan tajam.


Kayhan terdiam "Tapi Ara sudah pergi meninggalkanku bersama pria lain. Dia sudah menghianti ku Kak". Kilah Kayhan.


"Cukup Kayhan". Bentak Seem. Nickho dan Kayhan terkejut mendengar bentakan Seem "Jika kau mencintainya, harusnya kau percaya padanya. Bukan menuduhnya". Lanjut Seem kesal.


"Bagaimana mungkin aku percaya Kak?. Semua bukti mengarah padanya". Kayhan masih Keukeh.


"Baik!! Jika kau menganggapnya bersalah. Jangan menyesal suatu hari nanti jika kau tahu kebenaran nya. Dan satu lagi, aku yang akan merebut Ara darimu. Aku yang akan memiliki nya dan aku adalah pria yang tepat mencintai nya". Setelah mengucapkan hal itu Seem berjalan duluan didepan Nickho dan Kayhan.


Nickho menatap Kayhan, wajah Kayhan langsung berubah saat mendengar jika Kakaknya ingin merebut Ara-nya. Meskipun tidak tahu apa alasan Ara meninggalkannya tapi Kayhan masih sangat mencintai Ara.


Nickho membawa Kayhan masuk kedalam jet pribadi milik Seem. Disana sudah ada Cody dan John yang menyambut mereka.


"Silahkan Tuan". Ucap Cody dan John bersamaan.


Nickho dan Seem membantu Kayhan bangun dari kursi rodanya.


Kayhan meringgis kesakitan saat kakinya tidak bisa digerakkan sama sekali.


"Arggghhhhh". Kayhan frustasi merasa kesakitan.


Nickho memeriksa kondisi Kayhan. Memang kedua kaki Kayhan seperti mati rasa, dan dalam artian lumpuh total.


"Bagaimana dengan kakiku Nick?". Tanya Kayhan sambil memegang kakinya dan duduk dikursi dekat jendela.


"Lumpuh total". Sahut Nickho "Kita harus melakukan beberapa terapi. Mungkin sedikit lama, tapi pasti sembuh". Timpal Nickho.


Kayhan terdiam dan tak bisa berkata apa-apa lagi. Dia benar-benar tidak bisa berjalan. Namun bukan itu yang paling sakit, ada yang lebih sakit dari kakinya yaitu hatinya.


"Istirahat lah". Suruh Seem pada adiknya.


Dia duduk dibelakang Kayhan tak tidak mau bergabung. Seem memang tipe orang yang sulit didekati. Maka beruntunglah beberapa orang yang bisa berinteraksi langsung dengan nya.


Nickho memilih duduk didekat saudara sepupunya itu. Nickho menghela nafas menatap penampilan Kayhan yang tak terurus. Memang sudah sangat lama dia tidak bertemu Kayhan, saat bertemu ternyata ini yang terjadi.


"Aku tidak pernah menyangka kita akan terjebak dalam mencintai wanita yang sama. Namun, sekarang entah aku harus sedih atau senang karena tidak ada yang memiliki Ara. Walaupun dalam hati kecil ini ada sedikit kecewa, karena Ara meninggalkan Kay begitu saja tapi tak bisa dipungkiri jika rasa cinta lebih besar dari segalanya". Batin Nickho menatap saudara sepupunya yang melihat keluar jendela.


Kayhan menatap kosong. Hatinya sakit, cintanya mati. Mati rasa itulah yang Kayhan rasakan. Kenapa Ara-nya meninggalkan dirinya? Apa salahnya? Bukankah Ara sudah berjanji tidak akan meninggalkan nya?


"Kenapa Ra? Kenapa kamu tega meninggalkan ku? Bahkan kamu menggugat cerai tanpa menungguku bangun? Apa salahku Ra? Aku benar-benar kecewa dan marah. Aku benci kamu, namun semakin aku benci semakin aku mencintaimu dan merindukan mu. Kamu bahkan menghilang tanpa jejak, seperti sengaja tak ingin bertemu aku lagi. Apa kurang pengorbanan yang aku lakukan selama ini? Aku rela kehilangan segalanya, demi kamu. Sedangkan kamu pergi setelah aku cacat dan tidak bisa kamu banggakan lagi". Kayhan hanya bisa membatin sambil bersandar. Tanpa permisi, butiran bening itu kembali jatuh. Dia merindukan Ara-nya. Namun dia juga membenci Ara-nya, benci karena rindu.


Dikursi belakang Seem juga terdiam tanpa mengucapkan kata apapun. Dia sedang tidak ingin berbicara dengan siapapun. Membawa Kayhan ke Australia sebenarnya bukan pilihan nya, namun demi menyelamatkan Kayhan dari kejamnya Bagaskara. Walau bagaimana pun Kayhan adalah adiknya.


Seem akan mencari Ara kemana pun dan Seem harus menemukan gadis itu. Seem takkan marah, tapi Seem akan membuat Ara menjadi miliknya. Toh Kayhan sudah tak peduli lagi pada Ara malah terkesan menyesal karena berkorban untuk Ara.


Sampai di Bandara Australia. Seem, Kayhan dan Nickho sudah dijemput oleh adik Seem dan Kayhan, yaitu Aira.


Aira berlari menghampiri Kayhan dan Seem serta Kakak sepupunya Nickho.


"Bagaimana kabar Kakak?". Aira memeluk Kayhan yang duduk dikursi roda.


"Baik Ai". Sahur Kayhan melepaskan pelukkan adiknya.


"Kak Seem".


"Jangan memelukku Ai". Tolak Seem menahan Aira dengan tanganya, dia menutup hidung nya. Karena sudah lama tidak bertemu, membuat Seem merasa mual-mual, padahal Aira bukan orang asing.


Aira mencibir dengan kesal "Kak aku ini adikmu, kenapa kau masih saja alergi?". Kesal Aira. Seem tak menanggapi. John dengan segera memberi handsanitizer pada Seem.


"Kak Nickho". Aira memeluk Nickho. Meski sudah memiliki anak, adik sepupu nya masih saja manja.


"Ya sudah ayo". Ajak Seem berjalan duluan.


Nickho mendorong kursi roda Kayhan dan dikuti oleh Aira dan Cody.


"Bagaimana kabar suamimu?". Tanya Kayhan saat mereka sudah ada dimobil.


Seem mengunakan mobil lainnya bersama John. Karena dia tidak bisa dekat dengan Aira.


"Sehat-sehat!! Seperti biasa, sibuk dengan rumah perusahaan". Jawab Aira. Suami Aira merupakan pengusaha muda yang terkenal di Australia.


"Keponakan ku?".


"Sehat. Sepertinya mereka merindukan mu Kak". Senyum Aira. Sudah satu tahun lebih Kayhan tidak kembali ke Sidney, Australia. Lebih tepatnya sejak menikah.


Saat Kayhan menikah Aira tidak hadir dikarenakan saat itu dia sedang ada lauching album ketiganya, Aira seorang penyanyi terkenal dan dia juga artis papan atas.


"Aku tidak sabar bertemu dengan mereka".


Nickho hanya menyimak percakapan Kakak adik itu. Dia memilih diam saja.


"Kak, bagaimana keadaan Kakak ipar?". Tanya Aira sendu. Dia sudah mendengar semua permasalahan yang meranda rumah tangga Kakaknya.


"Jangan sebut namanya Ai". Tegas Kayhan "Kakak sedang tidak ingin mendengar apapun tentang dia". Bantah Kayhan membohongi perasaannya sendiri. Padahal hatinya sangat merindukan istri nya Ara, lebih tepatnya mantan istri karena mereka sudah sah bercerai baik secara hukum maupun agama.


Aira menghela nafas "Kak, menurut pendapat ku Kakak jangan berprasangka buruk terhadap Kakak Ipar. Kakak belum tahu kebenaran nya. Aku tidak mau Kakak menyesal setelah tahu yang sebenarnya, dan saat itu Kakak sudah tidak memperbaiki segalanya". Nasehat Aira mengenggam tangan Kakaknya.


"Bagaimana tidak berprasangka buruk Ai?. Sampai hari ini Kakak tidak tahu dimana Ara. Dia menghilang bak ditelan bumi. Apakah dia takut jika Kakak menemukan nya?". Tuduh Kayhan.


"Bisa saja ada yang menyembunyikan Kak". Ucap Aira. Walau belum pernah bertemu Ara. Aira yakin jika Ara gadis yang baik dan tepat untuk Kakaknya, Kayhan.


Kayhan tak menjawab, dalam hati membenarkan ucapan Aira. Namun hati lainnya lagi berkata bahwa itu kebenaran nya. Kayhan tidak tahu bagaimana harus menanggapi karena semua bukti benar-benar membuktikan bahwa Ara meninggalkannya. Sialnya lagi, Ara pergi bersama laki-laki yang tidak lain sahabat Kakak nya sendiri. Bagaimana mungkin Kayhan percaya bahwa ini bukan salah Ara?


**Bersambung.............


Kayhan ❤️ Kimara**