Love Story' CEO.

Love Story' CEO.
Bab 93. Nickho Darma Bagaskara



**Kumohon bertahanlah. Jangan pergi sebelum aku meminta maaf.


Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹**


Nickho sudah berada di Bandara internasional Belanda. Dia sempat mengumpat kesal pada sahabat nya Jolenta yang terus saja mendesaknya untuk segera datang ke Belanda.


Dan tadi baru saja pria itu mengatakan tidak bisa menjemput nya karena sedang mengurus wanita yang katanya sakit parah itu.


"Silahkan Tuan". Sopir pribadi Jolenta membuka kan pintu untuk Nickho. Dia ditugaskan untuk menjemput dokter itu.


"Terima kasih Paman". Sahut Nickho sambil masuk.


Nickho Darma Bagaskara, pria berusia 30 tahun. Seorang dokter berprestasi yang memiliki banyak penghargaan. Tak sedikit rumah sakit yang mengajak Nickho untuk bergabung dengan rumah sakit mereka. Namun memilih meneruskan rumah sakit keluarga Bagaskara.


Tak ada yang tahu jika Nickho salah satu cucu dari pria terkaya dengan urutan pertama didunia itu. Nickho memang sengaja menyembunyikan identitas aslinya, karena dia tidak mau orang-orang memandangnya sebagai keluarga Bagaskara. Nickho ingin orang mengenalnya sebagai seorang dokter dan manusia biasa.


"Langsung kerumah sakit saja Paman". Tintah Nickho.


"Baik Tuan".


Sampai dirumah sakit, Nickho langsung bergegas turun. Sudah tidak asing, karena Nickho pernah bertugas dirumah sakit ini beberapa tahun silam. Sehingga dia tidak bingung lagi tata dari rumah sakit ini.


Nickho meronggoh saku jas dokternya, mencari nama yang dia ingin hubungi.


"Hallo Jo, aku sudah didepan".


"Baik, aku tunggu". Dia mematikan ponselnya sambil menunggu. Sedangkan kopernya sudah dibawa supir Jolenta ke apartemen Jolenta.


"Nick".


"Jo".


"Maaf menunggu". Ucap Jolenta tak enak hati. Wajahnya tampak muram tak seperti biasa.


Nickho bingung melihat wajah Jolenta yang tampak kacau "Ada apa dengan wajahmu?".


Jolenta hanya menghembuskan nafas pelan "Ayo, ikut aku".


Tanpa menjawab Jolenta segera melangkah. Nickho yang bingung hanya mengikuti saja. Tak biasanya wajah pria ceria itu terlihat lusuh dan berantakkan, biasanya Jolenta selalu saja bersikap urakkan dan tingkah yang menyebalkan.


Jolenta membawa Nickho menemui Hansel, adik ipar nya.


"Apa kabar Dokter Nickho?". Hansel menjabat tangan Nickho.


"Baik Dokter Hansel". Sambut Nickho dengan senyum.


"Baiklah Dok. Sebelum kita menemui pasien ada beberapa hal yang harus diketahui Dokter tentang penyakit pasien". Ucap Hansel menarik nafas dalam.


"Katakanlah Dok". Suruh Nickho sopan. Hansel juga merupakan teman seperjuangan Nickho ketika mereka sama-sama mengambil fakultas kedokteran di Sydney Australia.


Hansel pun menjelaskan kondisi Ara pada Nickho. Dari mulai Ara yang menderita tumor dan masalah kehamilan Ara sampai efek kemoterapi yang Ara jalani.


"Apa Dok?". Nickho sampai tercengang tak percaya "Bagaimana mungkin Ibu hamil melakukan kemoterapi Dok? Bukankah itu sangat bahaya?". Cecar Nickho


Hansel menghela nafas "Tidak ada cara lain Dok. Karena hanya kemo yang bisa menyelamatkan nyawa Ibu dan bayi nya".


"Kenapa tidak digugurkan saja kandungan nya. Bukankah dia menderita tumor itu saat kandungannya memasuki trimester yang artinya janin nya masih belum berbentuk?". Cecar Nickho masih dalam mode tak percaya.


"Tidak bisa Nick. Karena wanita itu tidak mau mengugurkan anaknya. Dia sudah lama menanti kan kehadiran seorang anak". Timpa Jolenta ikut menjawab.


"Iya". Sahut Nickho "Kita harus segera melakukan operasi dan mengeluarkan bayi nya, serta tumor dan pengangkatan ginjal. Karena jika lama-lama bisa-bisa nyawa Ibu dan anak akan berbahaya". Jelas Nickho.


"Apa ini tidak bahaya?". Tanya Jolenta.


"Bahaya atau tidaknya, tidak ada pilihan lain Jo. Tumor itu juga bisa membunuh dan menghisap bayi nya". Jelas Nickho.


"Bukan hanya bayi. Tapi bayi-bayi".


"Bayi-bayi? Maksudmu dia mengandung bayi kembar?". Tanya Nickho tak percaya.


"Dia mengandung bayi kembar empat". Seru Hansel.


Terdengar helaan nafas berat dari Nickho. Nickho adalah dokter terbaik. Dia sudah dikenal lama didunia kedokteran, bahkan namanya saja sudah seperti artis yang naik daun.


"Kapan kita akan melakukan operasi?". Tanya Hansel.


"Secepatnya". Sahut Nickho "Tapi ini sangat beresiko tinggi. Aku tidak bisa berjanji menyelamatkan keduanya". Nickho terlihat pasrah.


"Nick, apapun yang terjadi kau harus bisa menyelamatkan Ibu dan anak itu. Apapun itu Nickho lakukan semampumu. Jangan sampai salah satu dari mereka hilang dan mereka harus selamat". Jolenta sampai memohon lebih tepat nya memaksa agar operasi yang dilakukan Nickho dan Hansel bisa berhasil.


"Aku akan berusaha Jo, tapi aku tidak bisa berjanji". Jawab Nickho "Apa dia begitu spesial sehingga membuatmu seperti orang gila begini?". Tanya Nickho menyelidik.


Jolenta memasang wajah sendu "Dia sangat berarti untuk kami semua Nick. Dia wanita kuat dan hebat, dan aku ingin menjaganya". Jawab Jolenta.


"Dimana suaminya?".


"Ayo, kita keruangannya". Hansel mengalihkan pembicaraan. Dia tahu jika Jolenta tak ingin membahas suami Ara. Walaupun Hansel belum pernah bertemu suami Ara, tapi dia yakin jika suami Ara bukan pria sembarangan.


Jolenta, Nickho dan Hansel menuju ruang Ara. Ara masih berada diruang rawat nya, sebenarnya dia harus dipindahkan ke ruang ICU. Namun, Jovan meminta Hansel untuk membiarkan Ara diruangan nya.


Mereka masuk, disana ada Roger, Joana dan juga Shella serta Aldo yang menemani Ara. Ara tengah menutup matanya. Kali ini kondisi nya lebih parah dari yang sebelumnya. Bintik-bintik hitam bermunculan dibagian wajahnya, matanya juga membengkak karena efek kemoterapi.


Deg


Jantung Nickho berdegup kencang saat melihat seorang wanita terbaring lemah dengan beberapa selang dibagian tubuhnya. Perutnya membesar sedangkan tubuhnya kurus.


"ARA". Pekik Nickho. Membuat semua orang terheran.


Roger terkejut melihat Nickho "Dokter Nickho". Gumam Roger mematung ditempatnya.


"ARA". Dokter langsung berlari kearah brangkar Ara dan bahkan dia tidak peduli lagi dengan teriakan Jolenta.


"Ara, hiksss. Apa yang terjadi?". Nickho menguncang tubuh Ara dan bahkan tanpa sadar tangannya memeluk wanita itu. Wanita yang terpejam tanpa terganggu dengan orang yang ada disekitar nya


"Ara". Nickho menangis histeris memeluk Ara. Sungguh Nickho tak bisa mengungkapkan perasaannya bagaimana bisa dia bertemu dengan wanita yang menghilang selama hampir setengah tahun.


Nickho sudah menganggap Ara sebagai adiknya sendiri. Dia berjanji akan menjaga gadis itu walaupun bukan menjadi miliknya sendiri. Dan sekarang Nickho menemukan Ara, namun lihatlah apa yang terjadi pada gadis itu?


Kondisi Ara lebih mengenaskan dari pada waktu Nickho merawat Ara dulu, ketika Ara menderita kista. Kini penderitaan wanita itu bertambah sakit.


Mereka yang lain hanya mematung dan juga bingung, apalagi melihat Nickho yang menangis histeris memeluk Ara. Seperti seorang suami membangunkan istrinya yang meninggal dunia.


Roger tahu jika Nickho adalah bagian dari keluarga Bagaskara. Tapi Roger tidak tahu jika Dokter yang dimaksud Jolenta itu adalah Nickho sepupu dari mantan suami adiknya.


"Ra, hiks hiks hiks". Tangis Nickho mengema, dia membenamkan wajahnya ditangan Ara. Tangan wanita itu sangat dingin dan pucat. Walau wajah Ara tampak berbeda, Nickho masih bisa mengenali wajah wanita itu. Wanita yang masih melekat namanya dihati Nickho.


"Ara, hiks hiks".


Jolenta dan Hansel saling melihat bingung satu sama lain. Bahkan Jolenta sambil mengucek matanya berulang kali memastikan jika Nickho menangis untuk Ara.


Begitu juga dengan Hansel, Nickho adalah teman seperjuangan nya. Mereka mengenal sejak pertama kali masuk fakultas kedokteran, dan tak pernah Nickho menangis sehebat itu.


"Nick". Jolenta menepuk pundak Nickho yang masih menangis dengan membenamkan wajahnya ditangan Ara.


"Jo, apa yang terjadi pada Ara? Kenapa Ara bisa begini? Katakan padaku Jo?". Nickho menarik kerah baju Jolenta supaya mengatakan yang sejujurnya.


"Bunda, hikssss". Aldo ketakutan dia bingung melihat Nickho yang menangisi Bunda Ara nya. Dalam hati dia bertanya siapa dokter itu.


"Sttttt, sayang jangan menangis". Shella menenangkan putranya.


"Shell, Na. Bawa Aldo keluar". Perintah Jovan.


"Baik Kak". Shella dan Joana keluar membawa Aldo.


Sedangkan Nickho tersungkur dilantai. Dia jadi tahu jika yang dibicarakan Hansel tadi adalah Ara. Dia bahkan sudah mengatakan tidak bisa berbuat banyak pada Ara. Nickho tak menyangka jika wanita itu adalah Ara.


"Dokter Nickho". Roger mengulurkan tangannya agar Nickho menyambutnya. Meskipun Roger membenci keluarga Bagaskara, tapi Roger tahu jika Nickho berbeda dari keluarga kejamnya itu.


Nickho menyambut uluran tangan Roger dan berdiri. Dia menyeka air matanya. Dia menangis hebat untuk pertama kalinya, dunianya seakan runtuh saat melihat kondisi Ara.


Bersambung......


Kayhan ❤️ Kimara